Review Prosesor

AMD Ryzen 5 2400G, Prosesor Ekonomis yang Sanggup Libas Game Berat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 27 Feb 2018 06:28 WIB
amdreview prosesor
AMD Ryzen 5 2400G, Prosesor Ekonomis yang Sanggup Libas Game Berat
AMD Ryzen 5 2400G dengan model APU untuk perangkat PC.

Jakarta: AMD yang masih cukup konsisten menghadirkan prosesor untuk PC yang terbilang memiliki banyak nilai plus.

Nilai plus tersebut adalah prosesor desktop atau PC yang dibuat AMD dirilis dengan harga terjangkau dari kompetitor dan hadir langsung dengan GPU yang terintegrasi (APU). Apalagi mengingat harga GPU yang kini melambung membuat beberapa konsumen kesulitan untuk merakit PC terbaiknya.

Lewat arsitektur prosesor terbaru Ryzen, mereka memperkenalkan beberapa prosesor terbarunya yang juga ditujukan untuk PC. Salah satunya yang kami jajal adalah AMD Ryzen 5 2400G generasi Raven Ridge.

Ryzen 5 2400G diciptakan dari proses 14 nanometer dengan 4,95 miliar transistor dalam sebuah keping atau die berukuran 210 nanometer persegi. Prosesor ini memiliki 4 core dan 8 thread yang mampu menghasilkan base clock 3,6GHz dan Max Boost clock 3,9 GHz.



Karena Ryzen 5 2400G hadir sebagai prosesor jenis APU, maka didalamnya sudah disematkan prosesor grafis dari Radeon Vega 11 dengan 11 core dan frekuensi 1250MHz. Prosesor ini masih hadir satu paket dengan kipas pendingin yang ukurannya tidak besar dan mudah dipasang.

AMD sendiri membenamkan beberapa fitur via software yang mendukung performa prosesor ini, di antaranya AMD SenseMI Technology untuk memengoptimalkan performa prosesor sesuai penggunaan, ditambah dengan Enmotus Fuze Drive untuk meningkat kecepatan proses akses storage.



Prosesor ini juga dibenamkan Ryzen Master untuk memudahkan pengguna melakukan overclocking sekaligus monitoring performa. Untuk kebutuhan game, AMD Ryzen 5 2400G juga dikenali Radeon Software Adrenalin Edition dan Radeon FreeSync.

Mengingat AMD Ryzen A5 sendiri hadir sebagai generasi prosesor AMD untuk destop terbaru yakni Raven Ridge berdasarkan jumlah core dan thread CPU serta core GPU terbanyak  dibandingkan seri sebelumnya maka tampaknya performanya juga yang terbaik.

Bagaimana dengan performa ?
Dalam pengujian AMD Ryzen 5 2400G kami menggunakan motherboard Gigabyte GA-AB35ON-GAMING WIFI yang dipasangkan dua keping RAM G.SKILL Flare X 16GB DDR4 Dual Channel. 



Lewat pengujian menggunakan beberapa software, diperoleh hasil prosesor ini mampu menghasilkan skor 4102 poin. Sejauh ini skor tersebut masih tertinggi untuk prosesor AMD jenis APU yang pernah kami uji. Hal yang sama juga diperlihatkan dari hasil pengujian grafis untuk gaming 3DMark Firestrike.

Jadi, seharusnya pengujian AMD Ryzen 5 2400G mampu menjalankan game kategori AAA. Pada generasi prosesor AMD terdahulu, APU hanya mampu menjalankan game seperti DOTA 2 dan CS: GO dengan konfigurasi kualitas grafis rata kanan.



Dalam pengujian game The Witcher 3 dan Ashes of Singularity pada pengaturan kualitas grafis ultra, AMD Ryzen 5 2400G kurang kuat untuk memainkannya, dengan framerate yang tidak mencapai 60 fps, apalagi 30 fps.

Tentu saja hal ini membuat game mampu berjalan tapi terasa berat atau lebih lambat dari kontrol perintah yang Anda lakukan di game tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada benchmark menggunakan game Ghost Recon Wildlands, sayangnya proses benchmark dengan kualitas grafis rendah (low) gagal ditangani AMD Ryzen 5 2400G .



Kami menguji menggunakan dua game lain yakni GTA V dan Battlefield 1. Pada game Battlefield 1 dengan konfigurasi kualitas grafis rendah (low) pengujian AMD Ryzen 5 2400G mampu menghasilkan framerate tertinggi 52fps. Tentu saja angka ini masih di bawah 60 fps tapi di atas 30 fps.

Konfigurasi kualitas grafis yang sama juga diterapkan pada game GTA V. Hasilnya tercatat fps tertinggi mencapai 109. Anda bisa saja memainkan game kategori AAA selama Anda tidak memaksa untuk disajikan tampilan grafis ultra yang memanjakan mata.



Melihat hasil pengujian di atas, AMD Ryzen 5 2400G mencoba membuktikan bahwa kartu grafis yang menyatu dengan prosesor sanggup memainkan game kelas berat. AMD ingin mematahkan pakem bahwa prosesor seperti ini hanya bisa memainkan game PC populer yang mayoritas mengusung konsep MOBA.

Battlefield 1 dan GTA V adalah dua game AAA yang menuntut kinerja prosesor dan kartu grafis yang cukup mumpuni. Meskipun tidak berjalan pada pengaturan visual terbaik, terbukti bahwa AMD Ryzen 5 2400G bisa memainkan kedua game ini. Dari sini bisa terlihat bahwa game kelas berat lainnya bisa dimainkan dengan lancar, selama pengaturan visual cukup spesifik, seperti mengurangi beberapa efek tambahan yang tidak begitu terlihat selama bermain.

Untuk pengujian kecepatan mengolah perintah atau data, kami menggunakan SuperPI dan simulasi proses kompresi sekaligus ekstraksi file berukuran 1GB. Semakin cepat waktu yang dibutuhkan maka hasilnya semakin baik.
 
Benchmark SuperPi 32MB Compress File 1GB Test Extract Fle 1GB Test
AMD Ryzen 5 2400G  11 Min 17 Sec 56 Sec 28 Sec


Kesimpulan
AMD Ryzen 5 2400G harus diakui masih menjadi prosesor jenis APU yang terbak untuk PC tanpa harus penggunanya membelanjakan uang untuk memiliki kartu grafis terpisah. Terlepas dari performanya yang mungkin kurang memuaskan untuk gaming perlu diingat bahwa prosesor mengusung model APU.

Namun, melihat kemampuan sudah bisa memainkan game kategori AAA saja sudah cukup baik. Selama kami bisa memainkan game yang ramai dimainkan oleh banyak pemain, masalah kualitas grafis bisa disampingkan terlebih dulu.

Harus diakui, prosesor ini belum tentu bisa memenuhi harapan Anda dalam memainkan game berkelas yang menunut performa kartu grafis dan prosesor tinggi. Namun, selama pengaturan visual secara spesifik tepat, kami melihat potensi dari prosesor ini, yang tentunya berdampak pada anggaran yang harus dikeluarkan saat merakit komputer.

Harga jual AMD Ryzen 5 2400G yang hanya sekitar USD169 atau Rp2,3 juta jelas bisa menjadi alternatif ketimbang harus bersusah payah menabung demi membeli prosesor yang lebih baik saat merakit PC gaming.
 
 
 
AMD Ryzen 5 2400G
Plus
  • Tersedia Ryen Master untuk overclocking
  • Performa menarik di kelasnya
  • Efisiensi daya cukup baik
Minus
  • Harus memainkan game kategori AAA dengan kualitas grafis rendah






 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.