Review Aplikasi

Semua Demam Spotify, Bagaimana Fitur dan Konten yang Ditawarkannya?

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 30 Mar 2016 18:45 WIB
review aplikasi
Semua Demam Spotify, Bagaimana Fitur dan Konten yang Ditawarkannya?
Spotify baru saja masuk di Indonesia (foto: pocket-lint)

Metrotvnews.com, Jakarta:  Layanan musik dan radio streaming Spotify resmi hadir di Indonesia terhitung sejak hari ini, Rabu (30/3/2016), untuk perangkat telepon seluler (ponsel), tablet, dan desktop.  Spotify menawarkan lebih dari 30 juta koleksi lagu, mulai dari musik Indonesia terbaik hingga lagu populer internasional terbaru, serta fitur-fitur lainnya yang dapat dinikmati secara gratis dan antarmuka berbahasa Indonesia. Seperti apa sebenarnya Spotify?

Saya telah mencoba aplikasi Spotify di dua platform, yaitu ponsel Android dan Windows PC. Keduanya memiliki tampilan dan fungsi yang sangat mirip. Ketika aplikasi pertama kali dibuka, akan muncul halaman utama yang menawarkan playlist lagu populer serta lagu yang direkomendasikan. 

Karena saya merupakan pengguna dari Indonesia, Spotify secara otomatis menawarkan berbagai playlist lagu lokal, seperti "Waktunya Spotify!" yang menyajikan kumpulan lagu Indonesia terkini, serta "Jazz Anak Negeri" yang merupakan kompilasi lagu jazz dari artis lokal. Playlist lagu tersebut bisa langsung diakses dan didengarkan dengan rata-rata jumlah lagu sekitar 50 judul per playlist.



Konten Spotify termasuk sangat lengkap. Berbagai judul lagu lokal telah tersedia di layanan musik ini. Bahkan, artis legendaris Indonesia, seperti Koes Plus dan Panbers pun ada di layanan ini. Judul lagu yang dihadirkan juga banyak dan lengkap. Selain lagu Indonesia, lagu luar, seperti lagu Korea dan Jepang juga tersedia bagi Anda. Saya bahkan menemukan lagu-lagu anime seperti Aldnoah Zero, yaitu Heavenly Blue, dan lagu anime Sword Art Online, yaitu Overfly.

Selain fasilitas playlist, Anda juga dapat mencari lagu yang diinginkan dan membuat playlist sendiri di fasilitas pencariannya. Pencarian bisa menggunakan judul lagu, nama album, maupun nama artisnya. Spotify juga menampilkan berbagai informasi artis lain yang berkaitan dengan artis dari lagu yang sedang diputar. Fitur tersebut tentu memudahkan pengguna untuk memilih lagui yang satu tipe dengan lagu yang sedang diputarnya.



Selain pemutar musik, Spotify juga memiliki layanan akses ke radio online. Kebanyakan radio tersebut berisi lagu-lagu dari satu artis terkenal, seperti Justin Bieber hingga Isyana Sarasvati. Spotify juga menyediakan berbagai kategori jenis musik di layanan radionya, mulai dari blues, klasik, komedi, hingga pop, jazz dan R&B.

Untuk menggunakan layanan Spotify, tentunya Anda harus mendaftar terdaftar terlebih dulu. Jika Anda malas mengisi formulir pendaftaran, Spotify menyediakan fasilitas pendaftaran instan menggunakan akun Facebook. Setelah terdaftar, Anda baru dapat menikmati berbagai layanan Spotify, termasuk layanan berlangganan Spotify Premium.



Layanan berlangganan Spotify Premium dapat dinikmati dengan harga Rp49.990 per bulan. Untuk saat ini, pembayarannya bisa melalui kartu kredit, internet banking, Doku Wallet, serta jaringan Alfamart, Lawson, dan toko Dan+Dan di seluruh Indonesia. Proses verifikasinya juga tergolong cepat. Hanya sekitar 15-30 menit setelah verifikasi pembayaran melalui transfer antar bank, akun saya telah berubah menjadi akun premium.

Kelebihan akun premium adalah terdapatnya mode offline. Mode tersebut mengizinkan Anda untuk mengunduh lagu yang ada di Spotify untuk dimainkan secara offline melalui berbagai perangkat yang dimiliki. Selain mode offline, pengguna Premium juga tidak akan diganggu dengan iklan, serta dapat menikmati lagu dengan kualitas suara premium (320 Kbps).



Kesimpulan

Secara pribadi, saya puas dengan layanan Spotify. Tidak hanya menyajikan lagu yang sangat beragam, layanan musik ini juga memiliki banyak fitur. Ia bahkan memiliki fitur komunitas, dan Anda bisa membagikan lagu yang sedang didengar ke akun Facebook, Twitter atau Thumblr Anda.



Aplikasi spotify juga sangat solid. Aplikasinya juga saling terhubung antar perangkat, jadi ponsel bisa saya gunakan sebagai "remote" untuk mengendalikan musik apa saja yang ingin didengarkan, meskipun saya mendengarkannya melalui PC.

Lagu streaming di aplikasi ini juga tergolong ringan dan saya sama sekali tidak mengalami lag atau buffering saat mendengarkan lagu. Untuk aplikasi mobile, bahasa di antarmukanya akan disesuaikan dengan pengaturan bahasa di ponsel.

Spotify tampaknya telah mempersiapkan kehadirannya di Indonesia sejak lama. Hal ini terlihat dari lengkapnya layanan yang dihadirkan, mulai dari sisi jumlah dan jenis konten, hingga metode pembayaran yang fleksibel.

Jika memperhatian keseriusan dan nama besar mereka, tampaknya semua layanan musik streaming lain sudah saatnya mengibarkan bendera putih, termasuk Apple Music yang belum melakukan apa pun untuk pengguna lokal di Indonesia.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.