Review Smartphone

Samsung Galaxy J7, Performa Lumayan, Baterai Besar

Mohammad Mamduh    •    Senin, 10 Aug 2015 17:34 WIB
review gadget
Samsung Galaxy J7, Performa Lumayan, Baterai Besar
Samsung Galaxy J7. (MTVN/MAMDUH)

Metrotvnews.com, Jakarta: Di segmen ponsel, Samsung dikenal sebagai produsen yang menghadirkan jajaran produk untuk semua kelas. Sementara Galaxy Note dan Galaxy S merupakan varian dengan kasta tertinggi, Samsung memasarkan Galaxy J untuk konsumen yang dengan dana terbatas. Salah satu smartphone yang termasuk ke dalam varian ini adalah Galaxy J7, yang akan saya bahas pada ulasan kali ini.
 

Desain

Samsung Galaxy J7 berukuran besar. Dimensinya termasuk ke dalam kategori phablet, dan desainnya sudah tak asing untuk mereka yang pernah memiliki ponsel Samsung. Mengapa? Karena selain Galaxy Note dan Galaxy S, Samsung menyematkan desain yang sama pada pada semua ponselnya. Hal itu sudah bisa dilihat saat pertama kali memegangnya.

Anda bisa melihat sisi depan Galaxy J7 yang sama saja dengan ponsel Samsung lainnya; terdapat tombol fisik Home yang bisa ditekan, Back, dan Task manager di bawah layar, ditemani logo Samsung, kamera depan, LED flash, dan sensor. Beralih ke bagian belakang, smartphone ini tidak mengusung konsep unibody, yang berarti bagian pentupnya dapat dilepas untuk pemasangan kartu SIM dan baterai.



Penutup ini memiliki 3 lubang untuk speaker, LED flash, dan kamera belakang. Satu hal yang agak mengganggu adalah penutup bagian belakang ini menggunakan material plastik yang dilapis dengan bahan yang mudah kotor. Ditambah lagi, finishing bagian pinggirnya yang terlihat kurang rapi, terutama pada port Micro USB. Selebihnya, Galaxy J7 terlihat lumayan stylish.
 

Software & antarmuka

Samsung Galaxy J7 sudah menggunakan OS Android 5.1.1 dengan antarmuka TouchWiz yang sama dengan varian Galaxy Note, S, A, E, dan J. Anda bisa melihat penggunaan warna biru cerah yang cukup dominan. Harus diakui, TouchWiz tiak hanya menghadirkan tema yang eksklusif, tetapi juga memberikan kemudahan pengoperasian.

Kelebihan ini saya lihat dari jajaran tombol untuk pengaturan atau pemberian perintah yang menggunakan ejaan Alpabet ketimbang digambarkan dengan ikon khusus. TouchWiz masih menggunakan tombol App Drawer untuk mengakses semua aplikasi yang terpasang.

Ketersediaan bloatware pada TouchWiz tak banyak, tetapi konsumsi memorinya lumayan besar. Tanpa memasang aplikasi media sosial, sisa RAM ketika saya mengujinya hanya 36 persen atau sekitar 500 MB. Aplikasi Smart Manager dari Samsung juga kurang membantu membersihkan RAM. Aplikasi tersebut hanya memiliki andil sekitar 5 sampai 6 persen untuk menonaktifkan program yang berada di dalam memori RAM.

Terlepas dari hal itu, saya sangat menyukai keyboard TouchWiz yang akurat dan fleksibel. Jika pada keyboard lain, jajaran angka berada di bagian terpisah, TouchWiz menyatukannya di panel yang sama. Keyboard ini juga menyediakan pintasan untuk akses tanda baca yang lebih cepat dan lebih banyak.
 

Kamera & video

Beralih ke kamera, Samsung Galaxy J7 memiliki kualitas kamera sesuai kelasnya. Kamera belakangnya sanggup menghadirkan kualitas foto yang mencukupi, dan tak sepenuhnya bergantung pada kondisi pencahayaan. Kamera ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur untuk mempercantik foto, yang sama dengan ponsel lainnya.

Namun, jumlah fitur tambahan ini terbilang sedikit jika diadu dengan pesaingnya. Anda dapat melihat contoh foto di bawah ini, yang saya ambil di dalam ruangan dengan kondisi cahaya yang tidak begitu terang.





Samsung Galaxy J7 menonjolkan kamera depan. Harus saya akui juga, kamera depan ini bisa memenuhi kebutuhan selfie para wanita. Fitur kamera depan sama dengan kamera belakang. Buktinya bisa Anda lihat pada contoh foto di bawah ini. 


 

Performa & baterai

Samsung Galaxy J7 termasuk ke dalam jajaran ponsel yang telah menggunakan prosesor Samsung. Di dalamnya telah terpasang prosesor Exynos 7580 @1,5 GHz octa-core yg berbasis arsitektur ARM Cortex-A53. Prosesor ini menggunakan GPU Mali-T720 dan RAM 1,5 GB.

Ada juga versi lain ponsel ini yang menggunakan Snapdragon 615 dengan GPU Adreno 405. Performanya secara keseluruhan memang sudah mumpuni untuk menjalankan berbagai keperluan, terutama untuk bermain game. Pada saat memainkan Asphalt 8, phablet ini bisa menjalankannya secara mulus pada pengaturan maksimum.



Baterai berdaya 3.000 mAh sanggup menopang pengoperasian ponsel kelas berat selama 10 jam tanpa henti. Ini juga membuktikan performa dan efisiensi daya prosesor Exynos 7580 bisa bersaing ketat dengan Snapdragon 615 dari Qualcomm.

Exynos 7580 memiliki delapan inti prosesor dengan kecepatan dasar (base clock) 400 MHz. Pada kondisi standby, hanya 4 inti prosesor yang aktif dengan kecepatan yang sama. Dibanding Xiaomi Mi 4i, dipastikan bahwa prosesor ini adem.





Selain prosesor, layar menjadi kelebihan berikutnya dari Samsung Galaxy J7. Bentang layar 5,5 inci berpanel AMOLED yang disematkan menghasilkan visual yang cukup jernih, sehingga pencahayaan warna dan objek yang diproyeksikan cukup halus dan nyaman. Layar tersebut juga cukup tajam karena kerapatan pixel yang mencapai 267 ppi.
 

Kesimpulan

Sampai ulasan ini dirilis, Samsung Galaxy J7 belum hadir secara resmi di pasar Indonesia. Jika mengacu pada harganya di India sekitar Rp3,1 juta, ponsel ini bisa menjadi pesaing serius jajaran produk pesaingnya. Ditambah lagi, kualitas layar dan kamera yang terpasang bisa menjadi bahan pertimbangan utama konsumen saat memilihnya.
 
  Samsung Galaxy J7
Prosesor Samsung Exynos 7580 @1.5 GHz octa-core processor
RAM 1,5 GB
OS Android Lollipop (5.1.1);TouchWiz
Memori Internal 16 GB
Kamera 13 MP (belakang), 5 MP (depan)
Dimensi 152,2 x 78,7 x 7,5 mm
Bobot 171 gram
Baterai 3.000 mAh battery
Layar 5,5-inch HD 1280 x 270, Super AMOLED
Konektivitas GSM / GPRS / EDGE: 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz
4G LTE: 800/ 850/ 900/ 1800 / 1900 / 2100 / 2600 MHz
Harga Rp3.099.000 (kisaran)
 

Samsung Galaxy J7

 

8

  • Antarmuka TouchWiz
  • Performa komputasi lebih baik dari gadget berbasis Snapdragon
  • Daya baterai besar dan konsumsi daya yang efisien
  • Kualitas layar jernih dan halus
  • Penutup belakang mudah kotor dan sulit dibersihkan
  • Finishing bodi yang kurang baik
  • Konsumsi RAM sangat besar



(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.