Review Smartphone

Meizu M6, Si Kecil Baterai Irit

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 20 May 2018 17:18 WIB
meizu
Meizu M6, Si Kecil Baterai Irit
Meizu M6.

Jakarta: Meizu akhirnya terdengar lagi di Indonesia. Beberapa waktu lalu mereka hadir, dan regulasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) membuat Meizu seperti bingung untuk berbisnis di Indonesia.

Meizu memilih hadir kembali dengan smartphone Meizu M6 yang termasuk kelas entry-level. Meskipun begitu, langkah ini sebetulnya cukup jitu, mengingat untuk populer di Indonesia, sebuah merek harus menyediakan produk dengan harga terjangkau.

Menariknya, smartphone yang dibanderol Rp1.199.000 ini masih hadir dengan paket earphone di dalamnya, hal yang langka ditemukan pada kelas entry level, Xiaomi sekalipun.

Tentunya yang lebih membuat kami penasaran adalah kualitas dan performanya. Apakah Meizu M6 layak bersaing dengan smartphone harga Rp1 juta di Indonesia?

 

Desain

Umumnya desain smartphone di kelas entry level tidak ada yang istimewa. Meizu M6 hadir dengan tubuh ramping dan ringan berkat penggunaan material polikarbonat unibodi dengan dimensi ketebalan 8,3mm dan bobot hanya 143 gram. Layarnya berukuran 5,2 inci resolusi HD (1280 x 720 piksel).

Meizu M6 nyaman digenggam, dengan tepian membulat yang ergonomis. Mereka yang biasa menggunakan smartphone dengan ukuran layar bezel-less pasti merasa layar Meizu M6 kecil.



Menariknya, Meizu M6 memiliki desain wajah layaknya Samsung Galaxy dulu, melalui tombol fisik yang bisa ditekan yang berfungsi sekaligus sebagai pemindai sidik jari. Padahal di atas layar masih terdapat tombol navigasi yang muncul dari antarmuka yang digunakan.

Harusnya hal ini bisa dimanfaatkan dengan membuat layarnya lebih lega lagi dengan menghilangkan tombol fisik serta memindahkan sensor pemindai sidik jari ke belakang. Pada bagian sisinya terdapat tombol yang umum dijumpai, tombol volume dan power, serta slot kartu Dual SIM dan microSD yang membawa model hybrid.



Beralih ke bagian punggung atau belakangnya, Meizu M6 memiliki desain yang masih sama seperti smartphone mereka terdahulu, lensa kamera yang permukaannya sejajar dengan punggungnya. Tidak ada yang spesial dari tampilan bagian punggungnya.



 

Antarmuka dan Software

Meizu M6 memiliki antarmuka Flyme OS 6.2 berbasis Android 7.0 Nougat. Ikon dan tampilan menunya cukup berbeda dari smartphone Android lainnya. Kami merasa perpindahan dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya cukup berat, seperti mengakses kamera lalu ke galeri.

Beruntungnya bloatware yang ada tidak banyak, hanya aplikasi dari fitur utama smartphone ini. Untuk sensor, selain pemindai sidik jari, smartphone ini memiliki sensor akselerometer, giroskop, proximity, dan kompas, sehingga cukup bisa diandalkan untuk menjalan aplikasi yang membutuhkan ketersediaan sensor tersebut.



Meizu M6 juga hadir dengan aplikasi Flyme Account. Aplikasi ini sama seperti akun bawaan vendor lainnya. Sayangnya, kami tidak bisa mengaksesnya karena proses verifikasi nomor yang tidak kunjung selesai. Meizu juga membawa toko aplikasi layaknya Goolge Play Store. 

 

Kamera dan Video

Selalu ada pertanyaan yang muncul saat menguji smartphone di harga Rp1 juta, seperti apa kemampuan kameranya? Meizu M6 hadir dengan kamera belakang resolusi 13MP dan kamera depan 8MP. Smartphone ini tidak menyajikan kamera ganda.

Prinsip umum pada kamera smartphone sangat berlaku di Meizu M6. Baik kamera belakang maupun depan akan mampu menyajikan hasil foto dengan warna yang cukup cerah saat dalam kondisi outdoor maupun indoor, dengan syarat pencahayaan yang cukup.











Kualitas hasil foto kamera belakangnya cukup bagus dan memuaskan. Namun, sekali Anda perbesar, hasil foto akan langsung pecah. Hasil foto kamera depannya juga tidak buruk apabila Anda mengambil foto dalam kondisi pencahayaan yang cukup.







Dalam kondisi minim pencahayaan, dipastikan kualitas fotonya tidak tajam dan akan terdapat banyak noise. Hal yang sama juga ditemukan saat mengakses fitur pengambilan video. Kamera Meizu M6 mampu menghasilkan video beresolusi maksimal 1080p menggunakan kamera belakang maupun depannya.

Meskipun hadir dengan kemampuan yang biasa saja, Meizu M6 masih memiliki beberapa fitur yang cukup memanjakan penggunanya, mulai dari fitur Manual atau Pro, Time-Lapse, Panorama, GIF, Slo-mo, dan Beautify tentunya.


Performa dan Baterai
Meizu M6 boleh dibilang membawa spesifikasi entry level tahun lalu. Berdasarkan database Medcom.id sepanjang tahun ini, belum ada merek lain yang merilis perangkat dengan harga kisaran Meizu M6, dan hadir dengan membawa spesifikasi yang mirip.

Saat peluncurannya, pihak Meizu sendiri menyebut bahwa Meizu M6 hadir untuk bersaing dengan Xiaomi Redmi 5A yang dirilis tahun lalu. Meizu M6 membawa dapur pacu berupa prosesor MediaTek MT6750 dengan RAM 2GB dan memori internal 16GB yang bisa ditambah =microSD.

Spesifikasinya memang wajar bisa dibanderol dengan harga sangat terjangkau. Bagi sebagian pengguna, spesifikasi tersebut tidak cukup karena begitu banyak aplikasi yang digunakan saat ini.

Dalam pengujian menggunakan aplikasi benchmark 3DMark dan PCMark yang cukup tinggi untuk smartphone dengan spesifikasi yang setara dengannya, yakni smartphone yang dirilis tahun lalu. Misalnya dari skor PCMark Work 2.0 yang mencapai 3167 dan 3DMark Ice Storm Unlimited yang mencapai 8685.



Artinya, smartphone ini mampu memainkan game yang tidak membutuhkan performa grafis tinggi. Berdasarkan pengujian menggunakan game Arena of Valor game ini masih mampu memainkan game tersebut dengan lancar di konfigurasi grafis tinggi. Sayangnya, hal demikin tidak ditemukan di game seperti PUBG Mobile.

Saat kami mencari game PUBG Mobile di Play Store, Meizu M6 tidak bisa menemukan game tersebut. Ini karena game tersebut tidak kompatibel dengan Meizu M6, tapi untuk game lain seperti Rule of Surival, Meizu M6 masih bisa memainkannya.

Hal tersebut mungkin juga berkaca dari pengujian 3DMark Sling Shot Extreme yang mencapai 330 dan Sling Shot biasanya yang hanya di 448. Angka tersebut tergolong kecil dan tidak akan mampu menjalan aplikasi dengan kualitas grafis sangat tinggi.

Sementara untuk kemampuan baterainya yang berkapasitas 3.070 mAh mampu bertahan hingga 10 jam 51 menit lewat pengujian PCMark Battery.



Kesimpulan
Sebagian dari Anda mungkin masih ragu memiliki smartphone Meizu. Merek ini memang jarang terdengar di Indonesia. Meizu M6 sendiri merupakan smartphone debut kembalinya Meizu ke Indonesia setelah setahun lalu menghilang dari peredaran, persisnya sejak kebijakan TKDN diberlakukan.

Meizu M6 dibanderol dengan harga Rp1 juta jelas merupakan smartphone terjangkau, dan masuk segmen entry level. Harga Rp1.199.000 membuat smartphone ini yang termurah yang dirilis sepanjang 2018.

Meizu M6 boleh dibilang menjadi smartphone yang cukup memuaskan. Meskipun kualitas foto pecah ketika diperbesar seperti yang telah kami jelaskan, tapi hasilnya sudah cukup bagus untuk diunggah ke media sosial.

Ditambah ada beberapa fitur di kameranya yang mungkin tidak ditemukan pada smartphone entry-level lainnya dengan harga yang persis seperti Meizu M6. Dari sisi baterai juga sudah cukup irit bagi pengguna yang baru menggunakan smartphone dan ingin harga terjangkau serta daya tahan baterai yang cukup awet.
 
  Meizu M6
Layar 5,2 inci HD (1280 x 720 piksel)
Prosesor MediaTek MT6750
GPU Mali-T860MP2
RAM 2GB
Memori Internal 16GB (up to 256GB microSD)
OS Android 7.0 Nougat + Flyme OS
Kamera Belakang 13MP, Depan 8MP
Baterai 3.070 mAh
Harga Rp1.199.000
 
 
7.2
Meizu M6
Plus
  • Baterai hemat
  • Kameranya cukup bagus di kelasnya
  • Fitur GIF dan Slo-mo jadi nilai plus untuk kameranya
Minus
  • Desain biasa saja
  • Antarmuka Flyme OS berat



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.