Review Smartphone

Samsung Galaxy Note 8, Melebihi Ekspektasi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 21 Oct 2017 10:43 WIB
samsungreview gadgetgalaxy note 8
Samsung Galaxy Note 8, Melebihi Ekspektasi
Samsung Galaxy Note 8. (MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Samsung tak lagi dibayangi oleh Galaxy Note 7 ketika meluncurkan Galaxy Note 8 di Indonesia. Memang, ketika meluncurkan Galaxy S8 pada awal tahun ini pun, perusahaan asal Korea Selatan itu telah menjelaskan langkah yang mereka ambil untuk memastikan bahwa masalah baterai pada Galaxy Note 7 tidak akan lagi terulang. 

Sama seperti jajaran Galaxy Note sebelumnya, Galaxy Note 8 menjadi smartphone yang memiliki beberapa fitur terbaru, seperti fitur kamera ganda. Bagaimana performanya?

 

Desain 

Semakin mahal sebuah smartphone, biasanya semakin besar pula layarnya. Galaxy Note 8 adalah smartphone paling premium Samsung saat ini. Hal ini tercermin dari ukuran layarnya yang besar, yaitu 6,3 inci. Biasanya, saya justru kurang menyukai smartphone yang layarnya terlalu besar. Alasannya sederhana: sulit untuk digenggam dengan satu tangan. 



Biasanya, menggenggam smartphone berukuran 5,5 inci dengan satu tangan untuk waktu lama akan membuat tangan saya pegal. Lain halnya dengan Galaxy Note 8. Samsung memang sengaja menggunakan rasio 18.5:9 untuk layar Note 8, menjadikannya ramping dan mudah untuk dipegang dengan satu tangan. Memang, layar Galaxy Note 8 terkesan tinggi, tapi ini justru membuatnya nyaman untuk membuka dua aplikasi sekaligus. 

Tombol power terletak di sebelah kanan, sementara tombol volume di sebelah kiri. Di bawah tombol volume, Anda akan menemukan tombol Bixby. Memang, hal ini cukup sering membuat saya secara tidak sengaja menekan tombol Bixby, mengaktifkan asisten virtual buatan Samsung itu tanpa sengaja. Sementara itu, di bagian belakang, Anda akan menemukan dua kamera, flash dan juga sensor sidik jari.



Seperti yang sudah Metrotvnews.com bahas pada Galaxy S8, penempatan sensor sidik jari ini terasa agak janggal. Tidak jarang saya harus meraba-raba untuk menemukan sensor sidik jari pada Galaxy Note 8. Selain masalah kecil itu, saya tidak menemukan masalah pada desain Note 8.

Kali ini, Samsung juga memastikan bahwa S-Pen bisa dikeluarkan dan dimasukkan dengan mudah tanpa perlu khawatir terbalik dan membuat perangkat rusak, seperti yang terjadi pada Galaxy Note 5. 



 

Software & Antarmuka

Samsung masih menggunakan Android 7.1.1 Nougat untuk Galaxy Note 8. Tidak aneh, mengingat saat ini, satu-satunya smartphone yang telah menggunakan sistem operasi Android terbaru, Android Oreo, hanyalah Google Pixel.

Satu fitur yang paling saya sukai dari Nougat adalah fitur multitasking. Namun, fitur multitasking merupakan fitur natif Nougat. Artinya, semua ponsel yang menggunakan Nougat akan bisa menggunakan fitur tersebut, bahkan smartphone kelas pemula sekalipun. 

Tentu saja, Samsung membuat beberapa penyesuaian pada antarmuka Galaxy Note 8, termasuk dalam fitur multitasking. Biasanya, ketika Anda membuka dua aplikasi sekaligus menggunakan fitur split-screen, Anda akan bisa menyesuaikan besar window dari masing-masing aplikasi.

Sayangnya, kemampuan ini terbatas, yang berarti, Anda tidak bisa membuka salah satu aplikasi menjadi terlalu kecil atau terlalu besar. Tapi tidak begitu dengan Galaxy Note 8. 



Pada smartphone premium Samsung ini, Anda bisa menyesuikan ukuran window dua aplikasi sesuka Anda. Selain itu, layarnya yang tinggi membuat Note 8 memberikan pengalaman penggunaan dua aplikasi sekaligus yang jauh lebih baik dari smartphone lain.

Anda juga bisa membuka dua aplikasi sekaligus tanpa membuatnya saling berdampingan. Sebagai gantinya, salah satu aplikasi akan seolah ada pada background dan aplikasi lain akan muncul di foreground, layaknya pada Windows. 

Karena semua smartphone yang sudah menggunakan Nougat bisa menggunakan, Samsung juga menyediakan fitur Pair Apps pada Note 8. Dengan ini, Anda bisa memasangkan dua aplikasi yang sering Anda buka -- YouTube dan Chrome misalnya -- sehingga Anda bisa langsung membuka keduanya pada saat bersamaan. 



Sama seperti smartphone premium Samsung sebelumnya, Galaxy Note 8 juga dilengkapi dengan aplikasi kesehatan, yang dapat mengukur langkah, lari, detak jantung dan kandungan oksigen dalam darah (SpO2).

Salah satu kelebihan jejaran Note jika dibandingkan dengan lini Galaxy S adalah keberadaan S-Pen. Pada Galaxy Note 8, Anda bisa menggunakan S-Pen untuk menerjemahkan bahasa asing dengan membiarkan stylus itu hover di atas kata atau kalimat yang ingin Anda terjemahkan. 

Fitur ini cukup berguna ketika saya menemukan kata dalam bahasa asing non-Inggris, seperti Prancis atau Spanyol. Dengan adanya fitur penerjamahan ini, saya bisa langsung melanjutkan membaca artikel tanpa harus ribet mencari arti dari kata tersebut. 

Jika Apple hadir dengan Animoji, Samsung menghadirkan Live Message. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menuliskan pesan dan mengirimkannya sebagai GIF. 



 

Kamera

Galaxy Note 8 menjadi smartphone buatan Samsung pertama yang menggunakan dua kamera. Salah satu kamera Galaxy Note 8 merupakan kamera 12MP yang memiliki lensa wide-angle dengan aperture f/1.7. Sementara kamera kedua juga memiliki resolusi yang sama dengan lensa f/2.4. Lensa kedua ini dapat melakukan optical zoom 2x.

Gambar yang dihasilkan oleh Galaxy Note 8 terlihat sangat baik, foto terlihat tajam dengan warna cerah.





Tidak hanya itu, Anda juga bisa menyesuaikan mode kamera sesuai dengan kebutuhan Anda. Galaxy Note 8 juga sudah dilengkapi dengan mode Pro, memungkinkan Anda untuk menyesuaikan pengaturan kamera, seperti Shutter Speed dan ISO. Dengan dua kamera, Anda bisa mengambil gambar dengan efek Bokeh -- efek dimana latar belakang gambar terlihat mengabur. 





Memang, ada beberapa smartphone lain yang juga memiliki dua kamera belakang yang dapat melakukan ini. Namun, satu keunikan yang ditawarkan oleh Galaxy Note 8 adalah karena Anda bisa mengatur tingkat kekaburan, bahkan setelah gambar diambil.

Satu hal yang harus diingat ketika hendak mengambil foto dengan efek Bokeh, untuk mengambil gambar dengan efek Bokeh dengan Galaxy Note 8, Anda harus berdiri agak jauh dari objek foto. Selain itu, mode yang Samsung sebut "Live Focus" ini juga tidak bisa diaktifkan ketika Anda berada di tempat yang terlalu gelap. 

Agar kekinian, Samsung juga melengkapi Note 8 dengan Stickers. Selain stiker statis yang bisa Anda tempelkan pada foto, Anda juga memiliki stiker berupa aksesori -- mulai dari kacamata, topi, sampai kuping hewan -- yang bisa Anda gunakan saat mengambil selfie. Menariknya, stiker ini bisa Anda gunakan bahkan ketika Anda merekam video. 



Satu masalah kamera smartphone adalah biasanya fotonya akan penuh dengan noise atau derau ketika digunakan untuk mengambil gambar di tempat gelap. Untungnya, Galaxy Note 8 bisa menghasilkan foto yang hasilnya tetap cukup baik meski di tempat yang remang-remang.





Gambar di bawah ini adalah perbandigan antara foto menggunakan flash



Sementara foto ini adalah foto yang sama tanpa menggunakan flash, ketika gambar diambil, lampu di sekitar memang mengeluarkan warna kekuningan. 



Di bawah ini adalah foto menggunakan zoom x2. 



Sama seperti smartphone lain, Galaxy Note 8 juga dilengkapi dengan fitur Beautification untuk kamera depan. Di bawah ini contohnya. 







Soal rekaman video, Samsung melengkapi Galaxy Note 8 dengan fitur OIS (Opticam Image Stabilzation) pada kedua kameranya. Fungsi OIS adalah untuk menstabilkan video yang Anda ambil.

 

Performa & Baterai

Dibanderol dengan harga Rp13 juta, Galaxy Note 8 masuk ke dalam kelas premium. Faktanya, smartphone buatan Samsung yang satu ini merupakan salah satu smartphone paling mahal yang ada saat ini.

Dengan Snapdragon 835 dan RAM 6GB, sudah pasti kegiatan membuka email atau sekadar menjelajah internet dapat berjalan dengan lancar. Menggunakan dua aplikasi sekaligus pun bukan masalah ketika Anda menggunakan smartphone yang satu ini. 

Namun, seperti yang dapat Anda lihat, jika dibandingkan dengan beberapa smartphone kelas atas lain, hasil benchmark Galaxy Note 8 sebenarnya bukan yang paling tinggi. Apa itu berarti performanya kalah dari Xiaomi Mi Mix 2? Tidak juga. Benchmark tetaplah pengujian sintetis. Selain itu, selama 2 minggu menggunakan Galaxy Note 8, performanya sudah sangat memuaskan.



Tidak hanya karena Galaxy Note 8 memiliki spesifikasi kelas atas, tapi juga karena Samsung berhasil menyesuaikan software yang ada agar pengalaman penggunaan berjalan mulus, termasuk ketika Anda menggunakan S-Pen. 

Galaxy Note 8 sangat mirip dengan Galaxy S8+. Satu perbedaan yang paling mencolok antara keduanya adalah S-Pen. Bagi Anda yang senang berkarya, menggambar atau mendesain misalnya, maka keberadaan S-Pen akan sangat membantu. Anda bisa dengan mudah melakukan corat-coret di Galaxy Note 8. Layarnya cukup luas sehingga Anda tidak akan merasa terlalu sempit dan stylus buatan Samsung cukup sensitif. 

S-Pen juga cukup berguna untuk meningkatkan produktivitas. lebih tepatnya, memudahkan Anda untuk mengambil catatan. Ketika S-Pen dikeluarkan pada saat layar aktif, maka akan muncul menu hover di sebelah kanan. Salah satu aplikasi yang ada pada menu tersebut adalah Samsung Notes, memudahkan Anda untuk mengaksesnya.

Sementara, jika S-Pen dilepas ketika layar berada dalam keadaan mati, maka Anda akan bisa langsung menuliskan catatan pada layar. Catatan ini bisa Anda tempelkan pada layar atau langsung simpan. Catatan yang disimpan akan masuk ke dalam Samsung Note. 

Masalah baterai, Galaxy Note 8 dapat bertahan cukup awet. Seperti yang bisa Anda lihat pada grafik di bawah, jika dibandingkan dengan pesaingnya, baterai Galaxy Note 8 dapat bertahan cukup lama. 



Tak usah ditanya, Galaxy Note 8 dapat digunakan untuk bermain game dengan lancar. Sama seperti generasi Galaxy S7, Samsung juga masih menanamkan fitur game launcher. Dengan fitur ini, Anda bisa memastikan sesi bermain game Anda tidak diganggu, misalnya dengan mematikan notifikasi atau mengunci agar tombol Home dan Recent Apps tidak secara terpencet. 


 

Hi, Bixby

Bixby adalah asisten virtual dari Samsung. Melalui Bixby, Anda akan bisa melakukan berbagai hal, mulai dari mengatur pengaturan ponsel (seperti menaikkankecerahan layar atau mengaktifkan/mematikan Bluetooth/NFC) sampai meminta Bixby untuk menjawab pertanyaan Anda (seperti "Siapa Presiden Indonesia?")

Samsung membuat proses pembelajaran Bixby layaknya game. Jadi, setiap Anda mencoba menggunakan fungsi baru pada Bixby, Anda akan mendapatkan poin, yang membuat saya cukup tertarik untuk terus menggunakan Bixby. Sayangnya, setelah rasa penasaran itu hilang, Bixby tidak lagi menjadi menarik.



Alasannya sederhana, meski saya bisa berbincang-bincang menggunakan bahasa Inggris, bahasa Indonesia tetaplah bahasa ibu saya. Selain itu, Bixby memang bisa digunakan untuk menelepon atau membalas email seseorang. Hanya saja, jika nama yang Anda sebutkan adalah nama Indonesia, maka kecil kemungkinan Bixby akan mengenali nama tersebut sebagai nama. 

Kesimpulan

Tak bisa dimungkiri, Galaxy Note 8 merupakan salah satu smartphone terbaik yang ada saat ini. Ponsel ini tidak hanya memiliki desain futuristik yang menarik -- walau hati-hati, jangan sampai jatuh -- ia juga menawarkan performa yang mumpuni. Samsung juga melengkapinya dengan berbagai fitur yang mendukung penggunaan S-Pen. Jika digunakan dengan tepat, Galaxy Note 8 akan dapat bisa meningkatkan produktivitas penggunanya. 

Kamera Galaxy Note 8 juga sangat baik. Tidak hanya untuk mengambil gambar, tapi juga untuk merekam video. Baterai ponsel ini juga dapat bertahan cukup lama. Sayangnya, smartphone ini dibanderol dengan harga yang cukup mahal: Rp13 juta. 
 
  Samsung Galaxy Note 8
Prosesor Exynos 8895
GPU Mali-G71
RAM 6GB
Layar 6,3 inci Super AMOLED Quad HD+ (2960 x 1440)
OS Android 7.1.1 Nougat
Dimensi 162.5 x 74.8 x 8.6 mm 
Berat 195 gram
Memori Internal 64GB
Kamera Depan 8MP, belakang 12MP + 12MP
Baterai 3.500 mAh
Harga Rp12.999.000


Samsung Galaxy S8 Plus

 

9

  • Desain futuristik
  • Kamera sangat oke
  • Performa memuaskan, kaya fitur
  • S-Pen
  • Penempatan sidik jari yang aneh
  • Harga mahal



(MMI)

Video /