Review Smartphone

Huawei Nova 3i, Ponsel Menengah Artistik dan Solid

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 03 Sep 2018 10:30 WIB
huaweireview gadget
Huawei Nova 3i, Ponsel Menengah Artistik dan Solid
Huawei Nova 3i. (Medcom.id)

Jakarta: Industri smartphone telah menjadi stagnan. Tidak banyak inovasi baru yang bisa mereka tawarkan saat ini. Karena itu, tidak heran jika para perusahaan smartphone berusaha untuk memberikan desain yang menarik. Huawei bukanlah pengecualian. 

Perusahaan asal Tiongkok itu menawarkan warna gradasi para smartphone premium mereka, P20 Pro. Kurang dari satu tahun sejak itu, mereka telah membawa desain warna gradasi ini ke smartphone kelas menengah mereka, Nova 3i.

Lalu, bagaimana performa Huawei Nova 3i?

 

Desain

Biasanya, Anda bisa membedakan kelas smartphone berdasarkan kualitas bodinya. Kelas pemula biasanya memiliki bodi plastik, sementara kelas premium menggunakan metal dan kaca. 

Untuk Nova 3i, Huawei menggunakan bodi kaca akrilik. Bagian belakangnya pun dibuat agar menggunakan warna gradasi. Hal ini membuat Nova 3i terlihat seperti smartphone mewah. Sayangnya, penggunaan kaca akrilik pada Nova 3i berarti ponsel ini memiliki bodi yang licin jika Anda tidak menggunakan casing



Untuk bagian layar, Nova 3i juga sudah memiliki desain bezel tipis. Sama seperti kebanyakan smartphone sekarang, ada poni pada bagian atas. Untungnya, jika Anda tidak suka dengan bezel, Anda bisa "menghilangkan" bezel ini dengan membuat bagian samping dari bezel menjadi hitam. 

Tombol power bisa Anda temukan pada bagian kanan ponsel dan tombol volume di atas tombol power. Huawei memasang sensor sidik jari berbentuk bulat pada bagian belakang Nova 3i dengan dua kamera pada bagian kiri atas. Di bagian bawah, Anda akan menemukan port charger, yang masih menggunakan port USB-A. 
 

Antarmuka

Huawei menggunakan antarmuka buatannya sendiri untuk Nova 3i, yaitu EMUI. Salah satu fitur baru yang ada pada versi terbaru dari EMUI jika dibandingkan dengan varian pendahulunya adalah keberadaan Game Suite.

Anda bisa memasukkan game yang Anda mainkan ke dalam Game Suite. Pada Game Suite, Anda bisa memilih salah satu dari tiga mode yang ada, yaitu power saving mode, smart mode dan gaming mode. Seperti namanya, pada power saving mode, ponsel akan mengutamakan penghematan baterai.

Kebalikannya adalah gaming mode yang mengutamakan performa ponsel ketika Anda sedang bermain game walau baterai akan menjadi lebih cepat habis. Smart mode adalah mode yang menyeimbangkan antara performa game dan konsumsi baterai. 



Selain itu, pada Game Suit ini, Anda juga bisa mengaktifkan fitur Uninterrupted Gaming. Saat fitur ini aktif, Anda tidak akan terganggu oleh notifikasi saat sedang bermain game.

Huawei tampak paham bahwa konsumen tidak begitu suka dengan bloatware, aplikasi pihak ketiga yang cenderung tidak penting. Oleh karena itu, pada Nova 3i mereka memasang beberapa aplikasi internal yang cukup esensial, seperti Ride Mode dan Party Mode.

Masih ada juga aplikasi dari pengembang pihak ketiga, seperti Facebook, Netflix, dan Booking. Sebagai ponsel yang juga menekankan kemampuan gaming, Huawei menanamkan cukup banyak game ringan.

 

Kamera

Huawei memang tidak bekerja sama dengan Leica untuk membuat kamera pada Nova 3i. Namun, ponsel ini sudah dilengkapi dengan dua kamera belakang. Nova 3i memiliki sensor utama dengan resolusi 16MP dan aperture f/2.2 dan satu sensor monokrom beresolusi 2MP. 

Kamera belakang Nova 3i bisa menghasilkan gambar yang tajam, terutama ketika Anda menggunakannya di tempat dengan cahaya yang cukup. Salah satu kemampuan yang menarik adalah kecepatannya dalam menentukan titik fokus. Ini memang tepat untuk Anda yang ingin mengambil momen penting secara mendadak. 

Ini beberapa contoh foto dari Nova 3i. 





Sama seperti kebanyakan ponsel kelas menengah, ketika Anda mengambil foto di tempat yang tidak terlalu terang, sebagian detail foto akan menghilang. Namun, bukan berarti elemen warna yang ditangkap tidak maksimal.

Huawei Nova 3i berhasil membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ras premium bisa menangkap unsur warna secara akurat, baik itu merah, biru, atau hijau. Begitu juga dengan tingkat kecerahan yang ditangkap, sudah sesuai objek yang direkam.



Anda juga bisa mencoba menggunakan flash. Meskipun hasilnya tidak sebagus ,ketika Anda mengambil foto di tempat terang, foto dengan flash menggunakan Nova 3i terlihat tidak terlalu buruk. 



Sama seperti pendahulunya, Nova 2i, Huawei Nova 3i juga memiliki dua kamera depan. Kali ini, Huawei menggabungkan sensor 24MP dengan sensor 2MP. Dengan dua kamera, Anda bisa mengambil foto dengan efek Bokeh dengan baik. 

Beberapa ponsel memang bisa mengambil foto Bokeh dengan satu lensa. Meskipun begitu, biasanya, hasil foto menjadi kurang maksimal, terutama jika smartphone itu masih masuk dalam kelas menengah.

Jika dibandingkan dengan hasil foto Bokeh pesaingnya, hasil foto Bokeh Nova 3i cukup baik. Saat Anda mengambil foto Bokeh, detail pada objek, seperti helai rambut tidak ikut mengabur. Selain itu, menentukan fokus pada gambar juga menjadi lebih mudah. 

Anda bisa membandingkan dua foto di bawah. Satu menggunakan efek Bokeh, satu lagi tidak. 


Foto dengan efek Bokeh.


Foto tanpa efek Bokeh. 

Selain itu, Huawei juga menyediakan banyak opsi yang menggunakan Augmented Reality, seperti QR Moji atau stiker. Fitur ini memang menarik ketika Anda menggunakannya. 

Di bawah ini contoh foto selfie menggunakan Nova 3i. 





 

Performa & Baterai

Huawei menggunakan prosesor buatannya sendiri, Kirin 710 untuk Nova 3i. Kirin 710 merupakan prosesor dengan delapan core. Empat core prosesor ini memiliki clock speed 2,2GHz dan empat lainnya memiliki clock speed 1,7GHz. Prosesor ini setara dengan prosesor Qualcomm seri 600, yang memang untuk kelas menengah. 

Memang, Nova 3i memiliki varian 6GB. Namun, di Indonesia, ponsel ini hadir dengan RAM 4GB dengan memori internal 128GB. Selama saya menggunakan ponsel ini, saya tidak menemukan masalah berarti. Memorinya lega sehingga saya bisa mengambil foto dan video tanpa harus khawatir habis terpakai. 

Saya bisa melakukan tugas sehari-harti tanpa masalah, seperti membuka email, menjelajah internet, dan menonton video. Selain itu, Nova 3i juga sudah cukup mumpuni untuk membuka dua aplikasi sekaligus. 

Saat digunakan untuk bermain PUBG, Anda akan bisa bermain dengan pengaturan grafik medium. Game bisa berjalan dengan lancar tanpa lag



Dari segi benchmark, Huawei Nova 3i memiliki hasil yang cukup baik, seperti yang dapat Anda lihat pada grafik di atas. Hasil benchmark Nova 3i hanya kalah dari ASUS ZenFone Max Pro M1 yang memiliki RAM 6GB dan memori internal 64GB.

Namun, satu hal yang harus diingat, hasil benchmark hanya menggambarkan sebagian dari pengalaman penggunaan yang akan diberikan oleh sebuah ponsel. 



Sementara dari segi baterai, Nova 3i bisa bertahan selama hampir 10,5 jam. Memang, ponsel ini masih kalah jika dibandingkan dengan Samsung Galaxy A6 atau ASUS ZenFone Max Pro M1. Namun, baterai Nova 3i dapat bertahan cukup lama sehingga Anda tidak harus melulu khawatir tentang kehabisan baterai. 

Nova 3i juga sudah mendukung fitur Face Unlock. Sayangnya, ponsel masih sering kesulitan untuk mengenali wajah ketika saya berada di tempat yang tidak terlalu terang atau ketika saya menggunakan kacamata. Untungnya, Nova 3i masih memiliki sensor sidik jari. Jadi, Anda tetap bisa membuka ponsel dengan mudah. 

 

Kesimpulan

Huawei berhasil menawarkan opsi smartphone kelas menengah yang solid. Nova 3i memiliki desain yang cantik dengan spesifikasi yang cukup baik. Kameranya dapat menghasilkan foto yang tajam dengan warna yang vivid. Baterainya pun bisa bertahan cukup lama. 

Huawei Nova 3i masih belum sempurna. Bodinya licin dan bloatware pada ponsel ini cukup banyak. Tapi, jika Anda mencari ponsel dengan harga Rp4 jutaan, Nova 3i merupakan salah satu ponsel yang harus Anda pertimbangkan. 
 
  Huawei Nova 3i
Prosesor Kirin 710
RAM 4GB
OS Android 8.1 Oreo
GPU Mali-G51 MP4
Memori Internal 128GB
Kamera 16MP + 2MP (belakang) & 24MP + 2MP (depan)
Baterai 3.340 mAh
Layar 6,3 inci  (1080 x 2340)
Harga Rp4.199.000
 
 
8.3
Huawei Nova 3i
Plus
  • Bodi cantik
  • Performa memuaskan
  • Kamera cukup baik
Minus
  • Bodi licin



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.