Review Smartphone

Samsung Galaxy J6+ 2018, Cukup Menawan

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 20 Nov 2018 14:11 WIB
samsung
Samsung Galaxy J6+ 2018, Cukup Menawan
Samsung Galaxy J6+ 2018.

Jakarta: Samsung seolah tidak ingin kepemimpinan dan dominasinya di pasar meluntur, terutama di Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan ini kian giat menghadirkan perangkat baru untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen yang berbeda-beda.

Tidak hanya gencar menghadirkan perangkat kelas atas, Samsung juga tidak ingin menjadikan konsumen kelas menengah dan menengah bawah merasa terlupakan, dengan menghadirkan sejumlah perangkat terbaru di segmen tersebut, salah satunya adalah Samsung Galaxy J6+ (2018).

Hadir di segmen konsumen menengah dan menengah bawah, Samsung berupaya menghadirkan sejumlah fitur perangkat premiumnya pada perangkat ini. Apa saja? Dan bagaimana dengan pengalaman penggunaan yang disuguhkannya? Simak artikel berikut.

 

Desain

Di sisi desain, Samsung telah meninggalkan tampilan tradisionalnya untuk perangkat dengan form faktor tinggi. Sementara itu pada Samsung Galaxy J6+ (2018) ini, Samsung menghadirkan desain cukup menarik, didukung oleh bodi berbalut bahan polikarbonat dan sentuhan bahan kaca sedikit mengkilat di bagian belakang.

Selain desain menarik, ponsel ini cukup nyaman untuk digenggam sebab tidak terlalu licin dan berkat bobot yang cukup ringan. Seperti ponsel baru Samsung lainnya, Galaxy J6+ tidak lagi berkal tombol Home fisik dengan desain khas Samsung, dan tergantikan oleh tombol di bagian layar berpanel Infinity Display dan berukuran 6 inci miliknya.



Dukungan panel ini juga mampu menyuguhkan layar dengan bezel tergolong tipis, terutama di bagian sisi. Mendukung keindahannya, bahan kaca mengkilat baik di bagian belakang dan depan sering kali terganggu keindahannya karena sedikit mudah kotor akibat noda sidik jari.

Kesan indah yang dihadirkan desain ponsel cerdas ini juga didukung oleh minimnya kehadiran tombol fisik ataupun lubang di bodi perangkat. Pada perangkat ini, Anda hanya akan menemukan tombol daya di sisi kanan, serta tombol volume dan slot SIM dan micro SD di sisi kiri.



Uniknya, Anda tidak akan menemukan lubang speaker yang umumnya terletak di sisi bawah perangkat, berdampingan dengan port micro-USB sebagai charger. Samsung hanya membekali perangkat ini dengan satu speaker, terletak di bagian atas layar, lokasi speaket untuk menelepon.

Sementara itu di sisi bawah ponsel ini, Anda juga akan menemukan jack headphone 3,5mm mendampingi port micro-USB. Keunikan lain juga dihadirkan Samsung melalui lokasi penyematan sensor pemindai sidik jari.

Jika diperhatikan sekilas tanpa membaca informasi pendukung spesifikasi perangkat ini, mungkin Anda mengira Samsung tidak membekali Galaxy J6+ ini dengan dukungan fitur keamanan via sensor pemindai sidik jari.



Berbeda dengan sejumlah ponsel lain, termasuk ponsel kelas high-end karyanya, Samsung justru menyematkan sensor pemindai sidik jari ini di bagian sisi kanan bodi ponsel, bersamaan dengan tombol daya. Unik, penempatan ini cukup memudahkan jari menjangkau sensor, terutama saat menggunakan ponsel dengan satu tangan oleh pengguna bertangan kecil.

Meskipun demikian, tombol daya tersebut sedikit terlalu menyatu dengan bodi sisi ponsel, sehingga terkadang harus meraba sisi kanan bodi dengan seksama untuk menemukan tombol ini.

 

Antarmuka

Samsung Galaxy J6+ (2018) menggunakan sistem operasi karya Samsung bertajuk Experience 9.5, yang didasarkan pada Android 8.1 Oreo. Tampilan antarmuka pengguna ini cukup sederhana, sehingga Anda tidak akan membutuhkan waktu lama untuk membiasakan diri menggunakan perangkat ini.

Serupa dengan perangkat kelas high-end karyanya, antarmuka ini turut memungkinkan Samsung menghadirkan perangkat tanpa laci aplikasi. Untuk mengakses aplikasi yang terpasang di perangkat, Anda hanya perlu mengusap layar dari bawah ke atas, atau mengusap dari kiri ke kanan untuk mengakses halaman Bixby.

Selain itu, Samsung juga membekali ponsel ini dengan aplikasi bawaan karyanya pada rangkaian My Galaxy, seperti S Lime, Samsung Member, Smart Tutor, Samsung Health, serta rangkaian aplikasi karya Microsoft dan Google.



Samsung turut menghadirkan aplikasi Samsung Max pada Galaxy J6+ 2018 ini, bertugas sebagai VPN dalam melindung perangkat dari bahaya di aplikasi dan jaringan internet. Samsung juga menghadirkan fitur Folder Aman yang dapat diakses melalui menu drop down, memungkinkan pengguna menyalin data di ponsel ke ruang penyimpanan yang terhubung dengan akun Samsung.

Sementara itu, upayanya menghadirkan aplikasi yang diprediksi dibutuhkan oleh konsumen patut diacungi jempol, meski secara pribadi kami tidak banyak menggunakan sejumlah aplikasi tersebut.

Selain via sensor pemindai sidik jari, Samsung turut menghadirkan fitur pengamanan yang terdapat pada perangkat high-end karyanya, yaitu pengenalan wajah. Serupa dengan perangkat lain, untuk dapat memanfaatkan fitur ini, Anda hanya perlu menyesuaikan pengaturan dan mendaftarkan wajah.
 

Kamera

Samsung Galaxy J6+ (2018) hadir dengan dukungan kamera belakang ganda, dengan sensor utama beresolusi 13MP dan didukung aperture f/1.9, serta sensor sekuner beresolusi 5MP. Kamera belakang ini menjadi salah satu pembeda antara Samsung Galaxy J6+ 2018 dengan saudaranya, Galaxy J6 2018. Ponsel cerdas ini juga dibekali dengan kamera depan bersensor 8MP.

Kamera pendukung Samsung Galaxy J6+ (2018) ini mampu menghasilkan foto dengan baik, terutama saat memotret pada kondisi pencahayaan cukup. Pada kondisi pencahayaan ini, foto yang dihasilkan Samsung Galaxy J6+ (2018) detil, tajam, dan cukup akurat.

Pada kondisi pencahayaan redup pun, kamera belakang ponsel ini cukup mampu menghasilkan foto cukup baik, dengan gangguan noise yang tidak terlalu kentara. Selain itu, dukungan aperture tergolong besar pada kameranya memungkinkan ponsel menghasilkan foto pada pencahayaan redup menjadi lebih terang.









Hanya saja, untuk dapat menghasilkan foto dengan kualitas baik pada kondisi pencahayaan redup, Anda perlu menjaga stabilitas perangkat saat menekan tombol shutter kamera. Sebab kamera Samsung Galaxy J6+ (2018) membutuhkan waktu sedikit lama untuk mengunci fokus pada obyek di kondisi pencahayaan tersebut.

Selain itu, Samsung juga membekali Galaxy J6+ 2018 dengan fitur yang tengah menjadi tren dan kegemaran produsen smartphone, yaitu bokeh. Menjaga stabilitas perangkat juga diharuskan saat Anda menggunakan fitur ini saat memotret, sebab kamera memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk merender foto.







Sementara itu, dukungan kamera ganda membantu ponsel untuk dapat lebih fokus pada obyek foto dan mengisolasi latar belakang, sehingga efek buram yang dihasilkannya cukup alami.

Namun dibeberapa kesempatan, kami menemukan kamera sedikit kesulitan dalam menentukan tepi obyek, sehingga batas antara obyek dengan latar sedikit buram, dan warna sedikit redup.

Tidak hanya di kamera belakang, hasil foto kamera depan dengan kondisi pencahayaan turut dapat memanjakan mata berkat tampilan kontras yang terlihat cukup dramatis. Kontras ini akan terlihat jelas saat Anda memotret langit biru dengan gumpalan awan putih yang menghiasi langit tersebut.

Menyoal kamera depan, hasil foto memuaskan akan Anda dapati saat memotret pada kondisi pencahayaan cukup. Hasil tidak jauh berbeda terdapat pada kondisi pencahayaan redup, sebab kamera mampu menangkap cahaya lebih baik sehingga hasil foto tampil sedikit lebih terang.
 

Performa dan Baterai

Samsung Galaxy J6+ (2018) mendukung prosesor Qualcomm Snapdragon 425 dan GPU Adreno 308, RAM 3GB dan penyimpanan 32GB yang dapat ditambah via microSD hingga kapasits 512GB.

Performa yang disuguhkan perangkat tergolong cukup baik, karena mampu untuk menghadirkan pengalaman multitasking cukup memadai, termasuk saat bergulir di galeri penuh foto, ataupun berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.

Selain itu, pengalaman penggunaan yang menyenangkan juga didukung oleh kehadiran layar berukuran besar yaitu 6 inci, pada ponsel ini. Sementara itu, saat menggunakan ponsel untuk memainkan game PUBG, pengaturan framerate secara otomatis terpasang pada pengaturan medium.



Game ini yang juga secara otomatis terpasang pada pengaturan grafis terendah ini dapat berjalan dengan cukup mulus, ataupun ketidaktajaman pada tampilan grafis berarti, sehingga kami dapat menikmati permainan dengan baik. Pengalaman serupa juga dihadirkan Galaxy J6+ 2018 saat menyaksikan konten video.

Sementara itu pada hasil pengujian benchmark yang kami lakukan pada ponsel ini menghasilkan nilai bervariasi, di beberapa pengujian cenderung rendah. Pada pengujian 3DMark Sling Shot Unlimited, Samsung Galaxy J6+ 2018 memperoleh nilai sebesar 58.

Sedangkan pada pengujian 3DMark Sling Shot, ponsel ini memperoleh nilai sebesar 68. Pada pengujian benchmark PCMark Work 2.0, Samsung Galaxy J6+ 2018 memperoleh nilai sebesar 3363.



Menyoal baterai, Samsung membekali Galaxy J6+ ini dengan baterai berkapasitas 3.300 mAh. Dan pada pengujian baterai via benchmark, perangkat ini mampu bertahan selama 12 jam 17 menit.

Sedangkan pada penggunaan sehari-hari, ponsel ini mampu bertahan selama sekitar satu jam lebih lama dari hasil pengujian benchmark baterainya, yaitu 12 jam 17 menit.

Kesimpulan
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy J6+ 2018 menawarkan pengalaman penggunaan tergolong menyenangkan, termasuk berkat kemampuan kamera yang tergolong baik pada kondisi pencahayaan cukup, meski kurang mempesona pada kondisi pencahayaan minim.

Selain itu, baterai yang tahan lama serta layar luas yang menyenangkan saat menikmati konten multimedia, turut mendukung kesenangan dalam menggunakan perangkat, meski performa perangkat masih tidak luput dari gangguan lag.

 
   Samsung Galaxy J6+ 2018
Prosesor  Qualcomm Snapdragon 425
RAM 3GB
GPU Adreno 308
OS Android 8.1 Oreo
Layar 6.0 inci, 720 x 1480 piksel, 18,5:9
Memori Internal  32GB
Kamera 13MP + 5MP (belakang), 8MP (depan)
Baterai 3.300 mAh
Harga Rp2.799.000
 
 
7.9
Samsung Galaxy J6+ 2018
Plus
  • Baterai tahan lama
  • Desain bagus
  • Layar luas
Minus
  • Resolusi layar belum Full HD
  • Lag beberapa kali terasa



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.