Review Smartphone

Samsung Galaxy J1 Ace, Murah Sih, Tapi...

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 29 Aug 2015 13:53 WIB
review gadget
Samsung Galaxy J1 Ace, Murah Sih, Tapi...
Tampilan dari Galaxy J1 Ace.

Metrotvnews.com: Sekarang ini, semakin banyak perusahaan ponsel yang menyasar kalangan pengguna awal smartphone. Karena itulah, jangan heran jika Anda melihat banyak ponsel dengan harga terjangkau yang beredar di pasar. Banyak vendor yang berusaha untuk menjadikan smartphone kelas pemula mereka menarik, seperti Samsung, Xiaomi, Lenovo, bahkan BenQ.

Di satu sisi, banyaknya pilihan yang ada di pasar berarti Anda dapat memilih smartphone yang Anda inginkan sesuai dengan dana. Di saat yang sama, Anda menjadi bingung smartphone manakah yang pantas dibeli, terutama, jika Anda membeli smartphone pertama Anda.

Samsung memang sudah dikenal sebagai pembuat smartphone. Mereka tidak hanya mengeluarkan produk premium dengan harga mahal, tetapi juga smartphone kelas pemula dengan harga yang tidak akan membuat kantong Anda kering. Dengan harga Rp1 jutaan, apakah Galaxy J1 Ace yang Samsung tawarkan memang dapat menyaingi smartphone buatan pesaingnya?


Desain

Samsung memang telah lama dikenal hanya menggunakan plastik sebagai bahan untuk ponsel buatannya. Galaxy Alpha, disusul S6 dan S6 Edge merupakan ponsel buatan Samsung pertama yang menggunakan material yang lebih premium.

Meskipun begitu, karena Galaxy J1 Ace memang ditujukan untuk kalangan pemula, Samsung menggunakan bahan plastik untuk bodinya. Bodi J1 Ace tebal, dengan desain khas Samsung dengan lekukan membulat di sudut-sudutnya, tombol home fisik dan kamera dan flash di bagian belakang.



Secara ergonomis, J1 Ace cukup nyaman digenggam, bahkan dengan satu tangan. Hanya saja, karena layarnya terbilang kecil, mungkin sebagian orang akan kesulitan untuk mengetik pada ponsel ini, terutama jika Anda memiliki jari yang relatif besar.


Software & Antarmuka

Saat melihat antarmuka Galaxy J1 Ace, terlihat jelas bahwa ia adalah smartphone kelas pemula. Antarmukanya terlihat kaku dan kurang menarik. Padahal, para pesaing Samsung berhasil membuat smartphone di kelas yang sama dengan antarmuka yang lebih menarik. Sebut saja A6000 milik Lenovo atau Xiaomi dengan Redmi 2. 

Inilah antarmuka Samsung Galaxy J1 Ace.



Coba bandingkan dengan antarmuka Lenovo A6000 di sebelah kiri dan antarmuka Xiaomi Redmi 2 di sebelah kanan.



Untungnya, Galaxy J1 Ace tidak dipenuhi dengan aplikasi bawaan. 


Kamera & Video

Dengan kamera belakang 5MP dan kamera depan 2MP, saya merasa hasil foto dari Samsung Galaxy J1 Ace terlihat agak grainy, bahkan saat saya tidak melakukan zoom. Lucunya, meski Galaxy J1 Ace hanya dapat memutar video pada 360p, tetapi ia dapat digunakan untuk merekam video 720p.

Hasil foto di ruangan yang terang.

Inilah foto yang saya ambil saat cuaca sedang mendung.

Hasil foto kamera belakang.

Hasil foto kamera depan.

Performa dan Baterai

Galaxy J1 Ace adalah smartphone kelas awal, karena itulah, jangan berharap terlalu banyak. Saat mencoba ponsel ini selama beberapa minggu, tidak ada masalah saat saya melakukan hal-hal sederhana, seperti browsing ataupun membaca dan menulis email. Tetapi saat saya menggunakan aplikasi seperti Google Maps, terkadang, aplikasi mendadak berhenti dan secara otomatis tertutup sendiri.

Masalah lain saya temukan saat saya menggunakan Galaxy J1 Ace untuk menonton video di YouTube. Galaxy J1 Ace hanya dapat digunakan untuk menonton video dengan resolusi 360p. Bagi orang yang baru saja berpindah ke smartphone setelah menggunakan feature phone, mungkin hal ini bukanlah masalah besar, terutama karena layar dari Galaxy J1 Ace sendiri memang kecil. 

Lagi-lagi, pesaing Samsung berhasil menawarkan layar dengan resolusi yang lebih baik di kelas yang sama. Redmi 2 misalnya, sudah dapat menonton video pada resolusi 720p.

Karena Galaxy J1 Ace adalah smartphone entry level, jangan harap Anda dapat memainkan game sekelas Asphalt di sini. Karena itu, sebagai gantinya, saya mencoba memainkan game casual, Plant vs Zombie. Pada Galaxy J1 Ace, saya dapat memainkan game casual ini tanpa ada masalah, bahkan saat kebun saya dipenuhi dengan tanaman yang menjadi senjata saya untuk melawan zombie.



Inilah perbandingan benchmark Galaxy J1 Ace dengan pesaingnya.


Seperti yang dapat Anda lihat pada grafik di atas, jika dibandingkan dengan pesaingnya, Samsung Galaxy J1 Ace memiliki hasil benchmark yang relatif rendah. Namun jika Anda memperhatikan grafik di bawah ini, menyangkut daya tahan baterai, Anda dapat melihat bahwa Galaxy J1 Ace memiliki baterai yang cukup awet. Selama saya menggunakan ponsel ini, saya juga harus mengakui bahwa ia memang dapat bertahan lama.

Dan inilah perbandingan daya tahan baterainya.

Kesimpulan

Smartphone telah menjadi sebuah gadget yang sangat pribadi. Smartphone apakah yang cocok untuk Anda sangat tergantung pada apa yang Anda perlukan dan apa yang Anda inginkan. Jika Anda adalah penggemar Samsung dan tidak keberatan dengan performa yang tidak terlalu mumpuni, Galaxy J1 Ace cocok untuk Anda.

Sebaliknya, jika Anda tidak terlalu mementingkan gengsi merek smartphone, maka ada baiknya Anda melirik smartphone pesaing Samsung. Smartphone dengan harga yang tidak berbeda jauh dari Galaxy J1 Ace antara lain Lenovo A6000, Xiaomi Redmi 2 dan Andromax Q/Qi.
 
  Samsung Galaxy J1 Ace
Prosesor Cortex-A53 @1,2 GHz
RAM 512 MB
OS Android KitKat (4.4.4);
Memori Internal 4 GB
Kamera 5 MP (belakang), 2 MP (depan)
Dimensi 129 x 68.2 x 8.9 mm
Bobot 122 gram
Baterai Li-Ion 1850 mAh battery
Layar 4.3 inci, 480 x 800 pixels
Konektivitas GSM / GPRS / EDGE: 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz
Harga Rp1.400.000 (kisaran)
 

Samsung Galaxy J1 Ace

 

6,25

  • + Baterai yang awet
  • - Performa yang mengecewakan
  • - Belum LTE
  • - Layar resolusi rendah



(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.