Review Smartphone

ASUS ZenFone 4 Max, Baterai Kuat di Harga Rp2 Juta

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 03 Nov 2017 18:53 WIB
asusreview gadget
ASUS ZenFone 4 Max, Baterai Kuat di Harga Rp2 Juta
ASUS ZenFone 4 Max

Metrotvnews.com, Jakarta: Meningkatnya tren ponsel kamera ganda menjadi salah satu alasan ASUS menghadirkan serangkaian ponsel dual-lens. Namun, mereka tidak menghadirkan kemampuan tersebut secara khusus, melainkan via rumpun yang mengunggulkan baterai ZenFone Max.

Setelah merilis ASUS ZenFone 4 Max Pro di Indonesia pada akhir agustus lalu, ASUS menghadirkan versi di bawahnya, ZenFone 4 Max demi menjangkau segmen pasar yang lebih luas lagi. Sesuai namanya, ia merupakan ponsel yang mengandalkan kemampuan baterai. Namun, apakah hanya baterai? Begini ulasan Metrotvnews.com.

 

Desain

Mengikuti tren saat ini, ZenFone 4 Max hadir dengan desain unibody. ASUS mengandalkan material metal yang membungkus bodi polycarbonate yang ringan pada bagian belakang. Bagian sisinya dirancang melengkung tanpa sudut lancip, tentunya ini untuk meningkatkan grip saat digenggam baik dengan satu tangan. Harus diakui, ketebalannya 8,73mm masih enak untuk dipegang.



Masih membicarakan bodi, ASUS ZenFone 4 Max menggunakan lapisan kaca 2,5D. Ini memang cukup premium untuk ponsel kelas menengah ke bawah, sehingga tampilan terlihat lebih keren. ASUS memasang dua kamera di belakangnya, seperti yang bisa Anda lihat pada sisi kiri atas, tak lupa dengan LED flash satu warna. 

Komponen kamera ini berada di antara Desain unibody membuat Anda tidak bisa membongkar pasang bodi. Uniknya, slot SIM yang terpasang agak berbeda dari biasanya. Tempat kartu SIM terdiri dari tiga slot, yang berarti Anda tidak perlu mengganti slot SIM demi memasang kartu Micro SD. Konektivitas lainnya terdir dari lubang port USB Type-A di antara 12 lubang speaker yang terbagi dua, dan jack audio 3,5mm yang berada di sisi atas.



Beralih ke sisi depan, ASUS ZenFone 4 Max menyematkan pemindai sidik jari di bawah layar. Konsep ini cukup menarik, mengingat rumpun ZenFone 3 memasang pemindai sidik jarinya di bodi belakang. Ukuran pemindai ini cukup besar, mirip ZenFone 4 Max Pro. Pemindai ini juga berfungsi sebagai tombol home, yang diapit dua tombol sensor back dan task manager. Hal menarik berikutnya adalah kamera depan yang terletak di sebelah lubang speaker, dengan posisi yang agak jauh dari LED flash.

Secara keseluruhan ASUS ZenFone 4 Max memiliki bodi yang mirip dengan versi Pro. Perbedaan paling menonjol adalah posisi LED flash dan dimensi yang cenderung lebih menonjol. Persamaan ini menyebabkan bodi gampang kotor karena bekas sidik jari yang menempel.

 

Software dan Antarmuka 

ASUS ZenFone 4 Max mengadopsi Android 7.1.1 Nougat, tentunya dengan antarmuka ZenUI. Apa yang ingin ASUS tekankan via antarmuka ini adalah beragam fitur khusus yang sifatnya eksklusif, seperti Zen Motion.

Pengguna bisa menciptakan gestur khusus sebagai perintah langsung dalam mengakses aplikasi tertentu. Ada beberapa pilihan gestur yang telah tersedia, dan ini memudahkan pengguna supaya tidak terlalu rumit karena ingin menciptakan gestur sendiri.

Selain itu, ASUS ZenFone 4 Max juga menyediakan Mobile Manager. Seperti aplikasi bawaan produk pesaing, Mobile Manager akan mengembalikan ponsel ke performa awal. Bukan berarti menghapus data yang memberatkan, hanya untuk membersihkan memori akibat pemakaian aplikasi yang cukup banyak dan terus berlangsung. Memang mirip dengan Clean Master, tetapi tentunya dirancang lebih optimal untuk ponsel ASUS.



Game Genie adalah aplikasi bawaan berikutnya, yang menjadi akses untuk menyediakan layanan tambahan ketika bermain game. Sebut saja merekam singkat atau meningkatkan performa saat bermain game. Memang, mengakses Game Genie akan membuat permainan sedikit tersendat, walaupun tidak lama. Ini cukup berguna untuk gamer yang ingin segera berbagi video permainan ke jejaring sosial.

Sisanya, Zen UI 3.0 menyediakan kustomisasi dari ikon aplikasi sampai tema. Secara performa, antarmuka ini cukup enteng berjalan di spesifikasi ASUS ZenFone 4 Max. Bisa dibilang ini merupakan antarmuka yang cukup menarik, terlepas dari berbagai kekurangan yang ada.

 

Kamera dan Video

Sama dengan saudara kembarnya, ASUS ZenFone 4 Max hadir dengan kamera utama ganda meski memiliki resolusi 13MP. Kamera ganda tersebut juga memiliki dua mode pengambilan gambar, yaitu potrait dan wide.

Melirik hasilnya, secara mengejutkan kamera ASUS ZenFone 4 Max ternyata lebih baik dari ASUS ZenFone 4 Max Pro. Dari hasil pengujian menggunakan light box di lingkungan cahaya yang terkontrol, ASUS ZenFone 4 Max mampu menghasilkan foto dengan tone warna dan detail yang sangat baik di mode potrait.



Sayangnya, hasil fotonya tergolong agak gelap. Bagi kami hal tersebut masih bisa ditoleransi karena foto ternyata masih dalam level wajar dan tidak under exposure, sehingga bisa dibuat lebih terang melalui aplikasi manipulasi foto seperti Adobe Lightroom Mobile. Hasil fotonya terbukti cukup bagus ketika kami mengujinya dengan intensitas cahaya yang lebih terang seperti ketika foto outdoor.



Kualitas foto yang dihasilkan terlihat turun ketika mode kamera diubah menjadi wide angle. Entah apa penyebabnya, yang jelas detail gambar terlihat menurut dibandingkan dengan mode portrait. Kasus yang sama juga terdapat di kamera utama ASUS ZenFone 4 Max Pro.

Sementara contoh foto selfie, kamera depannya mempunyai kualitas 8MP. Jujur saja, kamera ini tidak menyediakan sesuatu yang unik. Kualitas foto yang direkam sesuai dengan dukungan cahaya yang ada. Oleh karena itu, ketika Anda mencoba mengambil foto depan dalam keadaan cahaya agak buram, hasil fotonya juga tidak akan begitu baik. 

 

Performa dan Baterai 

ASUS ZenFone 4 Max menyematkan prosesor Snapdragon 425, kelas menengah ke bawah dengan RAM sebesar 3GB. Bagi pengguna pemula, spesifikasi tersebut seharusnya sudah lebih dari cukup untuk penggunaan standar seperti menonton film Full HD, browsing, bahkan bermain game mainstream.



Berdasarkan hasil pengujian sintesis yang kami lakukan, ASUS ZenFone 4 Max memang memiliki performa yang cukup mumpuni. Bahkan di beberapa pengujian ia lebih unggul dibandingkan dengan pesaing dan saudara kandungnya. Di pengujian 3DMark Slingshot, smartphone ini tergolong tertinggal. Dengan demikian, bisa disimpulkan ASUS ZenFone 4 Max tidak cocok untuk bermain game kelas atas yang memerlukan performa tinggi, seperti XCOM: Enemy Within, dan sejenisnya.



Dari segi daya tahan baterai, ASUS ZenFone 4 Max berada di posisi yang cukup bisa bersaing. Ia memang masih kalah dengan ASUS ZenFone 4 Max Pro karena baterainya yang lebih kecil. Meski demikian, ia masih mampu bertahan lebih dari 13 jam di pengujian menggunakan 3DMark Battery. Angka tersebut termasuk jauh di atas rata-rata smartphone yang pernah kami uji sepanjang tahun 2017, yaitu sebesar 9,79 jam.


Kesimpulan

Melirik performa, ASUS ZenFone 4 Max memang masih kalah dibandingkan dengan ASUS ZenFone 4 Max Pro, apalagi dalam hal pengujian grafis berat. Dengan demikian, sebaiknya Anda memilih ASUS ZenFone 4 Max Pro jika ingin bermain berbagai macam game berat. Jangan salah, jika melirik kompilasi performa dan harganya ASUS ZenFone 4 Max ternyata lebih baik dari ASUS ZenFone 4 Max Pro dengan indeks 2,29 berbanding dengan 1,80.
 
  Zenfone 4 Max
Prosesor Qualcomm Snapdragon 415 octa-core
RAM 3GB
OS Android 7.0 Nougat dengan ZenUI 4.0
Memori Internal 32GB
Kamera Depan 8MP, Belakang Ganda 13MP dan 5MP
Baterai 4.100 mAh
Layar 5,2 inci (1280 x 720 pixel)
Harga Rp2.299.000
 

ASUS ZenFone 4 Max

 

8,8

  • Baterai tahan lama
  • ZenUI lebih baik dari sebelumnya
  • Kamera portrait bagus
  • Harga di bawah Rp2,5 juta
  • Bodi gampang kotor
  • Kamera wide angle kurang bagus
  • Layar belum Full HD



(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

10 hours Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /