Review Smartwatch

Gear Sport, Gabungan Jam Tangan dan Pemantau Kebugaran ala Samsung

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Feb 2018 22:27 WIB
samsungreview wearable
Gear Sport, Gabungan Jam Tangan dan Pemantau Kebugaran ala Samsung
Gear Sport memilki tampilan layaknya smartwatch dan dapat melacak berbagai kegiatan olahraga. (Medcom.id)

Jakarta: Samsung meluncurkan Gear Sport tahun lalu. Perangkat yang merupakan gabungan dari smartwatch dan fitness tracker ini Samsung buat untuk menantang Apple di pasar smartwatch dan Fitbit di ranah fitness tracker. 

Gear Sport terlihat seperti smartwatch buatan Samsung lainnya dengan muka jam bulat. Sama seperti jajaran Gear S, Gear Sport juga dilengkapi dengan bezel yang bisa diputar dan dua tombol fisik. Bezel yang bisa dapat diputar memang merupakan salah satu kelebihan wearable buatan Samsung. 

Memang, Anda masih bisa melakukan swipe ke kiri dan ke kanan untuk berpindah menu pada layar Gear Sport, tapi, menggunakan bezel untuk memindahkan menu terasa lebih intuitif. Sementara dua tombol pada Gear Sport berfungsi untuk kembali ke layar utama atau kembali ke menu sebelumnya. 



Selain itu, muka jam Gear Sport tidak terlalu tebal jika dibandingkan dengan Gear S3. Memang, ia masih lebih tebal dari jam biasa, tapi tidak sangat tebal sehingga ia tidak akan terlalu sering tersangkut pada lengan baju Anda.

Tidak hanya itu, karena ukurannya lebih kecil dan bobotnya yang lebih ringan jika dibandingkan dengan Gear S3, maka ia tidak akan terlihat bongsor ketika digunakan, terutama bagi Anda yang memiliki pergelangan tangan kecil.

Tali dari Gear Sport terbuat dari silikon. Kelebihannya adalah Anda tidak perlu khawatir ketika Anda menggunakannya saat hujan atau membawanya berenang. Sayangnya, ketika pertama kali menggunakan Gear Sport, pergelangan tangan saya sempat terasa gatal. 

Samsung Gear Sport memiliki layar AMOLED 1,2 inci dengan resolusi 360x360. Layar dari wearable ini masih cukup terang bahkan di bawah terik matahari. Layar sentuhnya pun cukup responsif.

Selain itu, Samsung melengkapi Gear Sport dengan fitur penghemat baterai. Anda akan melihat peringatan untuk mengaktifkan fitur tersebut ketika baterai mulai tinggal sedikit. 



Ketika fitur tersebut, maka beberapa fitur Gear Sport akan dinonaktifkan dengan harapan baterai akan dapat bertahan lebih lama. Selama menggunakan Gear Sport, wearable ini bisa bertahan hampir dua hari. 

Meski bukan Bixby, Samsung sudah melengkapi Gear Sport dengan S Voice. Namun, fitur itu bukanlah sesuatu yang berkesan untuk saya. Tidak hanya Anda harus berbicara dalam bahasa Inggris dengan jelas dan cukup keras, S Voice tidak akan mengenali nama Indonesia.

Jadi, misalnya Anda ingin memanggil seseorang bernama "Joko", kemungkinan, Gear Sport tidak akan mengenali nama tersebut. 

Selain notifikasi pesan, Anda juga bisa menyinkronkan Gear Sport dengan kalender. Dengan begitu, Ketika Anda memiliki acara, Anda akan mendapatkan notifikasi. Anda juga bisa membuat acara dalam kalender via Gear Sport meski ini tidak saya sarankan. Seperti yang Anda lihat pada gambar di bawah, tombol untuk mengetik pada Sport sangat kecil. 



Terkait hardware, Gear Sport memiliki prosesor 1Ghz dengan memori 4GB. Sayangnya, Samsung masih menggunakan sistem operasi buatannya, Tizen. Memang, dari segi performa, Tizen bisa berfungsi dengan baik. Hanya saja, dari segi aplikasi, jumlah aplikasi untuk Tizen masih kalah banyak jika dibandingkan dengan aplikasi untuk Android Wear buatan Google atau watchOS milik Apple.

Untungnya, Spotify telah tersedia. Jika Anda menghubungkan Gear Sport dengan earphone Bluetooth, Anda bisa memutar lagu Spotify offline tanpa harus membawa smartphone Anda. Jika Anda memutar lagu online pada ponsel, Anda bisa melakukan fast forward atau rewind melalui Gear Sport. 

Sama seperti wearable lain, Gear Sport akan secara otomatis menghitung langkah yang sudah Anda ambil, tangga yang sudah Anda lewati dan secara berkala, menghitung detak jatuk Anda.

Rangkuman dari semua informasi ini bisa Anda lihat pada aplikasi Samsung Health. Pada aplikasi, selain informasi terkait kesehatan Anda pada hari itu, Anda juga bisa melihat tren selama beberapa waktu.



Sayangnya, jika Anda ingin menghubungkan Gear Sport dengan aplikasi fitness lain, seperti Strava misalnya, maka Anda tidak akan bisa melakukan itu. Alasannya karena aplikasi itu tidak tersedia untuk Tizen. 

Mengingat Samsung juga ingin menantang Fitbit dengan Gear Sport, mereka menanamkan GPS dan GLONASS pada Gear Sport. Tujuannya adalah utnuk memastikan bahwa ia dapat melacak lokasi pengguna dengan akurat. Gear Sport juga memiliki barometer yang bisa mengukur ketinggian. 



Untuk jenis olahraga yang bisa dilacak, ada banyak opsi yang bisa Anda pilih, mulai dari berlari dan bersepeda sampai pushup dan berenang. Dengan fitur anti-air 5ATM, Anda tidak perlu lagi khawatir untuk membawa Gear Sport berenang. Anda juga bisa menggunakan aplikasi Speedo untuk melacak kegiatan berenang Anda. 

Dengan harga Rp4 juta, Samsung Gear Sport cocok untuk Anda yang menginginkan fitness tracker dengan kemampuan layaknya smartwatch


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.