Review Laptop

Begini Rasanya Pakai Endless OS di Acer Aspire ES1-432

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 Aug 2017 20:00 WIB
acerreview laptop
Begini Rasanya Pakai Endless OS di Acer Aspire ES1-432
Acer Aspire ES1-432. (MTVN / DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memang, menggunakan sistem operasi asli memiliki banyak keuntungan, dan keamanan adalah salah satunya. Namun, itu juga akan membuat harga komputer/laptop menjadi lebih mahal. Windows 10 Home saja dihargai sekitar Rp2 juta.

Lalu bagaimana jika Anda ingin menggunakan sistem operasi gratis bukan bukan bajakan? Anda bisa menggunakan Linux. Sayangnya, kebanyakan orang sudah terlanjur terbiasa dengan Windows sehingga tidak terbiasa ketika menggunakan Linux. 

Pada bulan Juli lalu, Endless Computer memperkenalkan sistem operasi berbasis Linux yang disebut Endless OS. Didasarkan pada sistem serupa smartphone, sistem operasi ini diharapkan bisa membantu pengguna untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi pada komputer. 

Untuk memperkenalkan sistem operasi buatannya, Endless Computer bekerja sama dengan berbagai vendor komputer, salah satunya Acer. Metrotvnews.com mendapat kesempatan untuk mencoba laptop Acer Aspire AS1-432, yang telah menggunakan Endless OS sebagai sistem operasinya. Ini ulasan lengkapnya. 

 

Desain

Dengan harga sekitar Rp3 jutaan, Acer Aspire ES1-432 ditujukan untuk kalangan pemula, khususnya pelajar. Karena itu, saya tidak heran melihat laptop ini memiliki bodi bongsor yang terbuat dari plastik. Dengan ketebalan 2,36cm dan berat sekitar 1,9kg, laptop ini memang lebih nyaman untuk ditinggal di rumah atau di tempat kerja tanpa harus dibawa dalam perjalanan. 



Salah satu alasan mengapa laptop ini tebal adalah karena ia dilengkapi dengan optical drive. Meskipun sekarang sudah semakin jarang yang menggunakan CD, tapi keberadaan optical drive berarti Anda tetap bisa mengakses data lama yang tersimpan dalam CD. Soal konektivitas, laptop dari Acer ini cukup lengkap. Ia dilengkapi dengan 3 port USB, port HDMI dan port LAN.

 

 

Performa & Fitur

Linux memang gratis untuk digunakan sebagai sistem operasi. Namun, tidak semua orang terbiasa untuk menggunakannya. Endless OS dibuat sedemikian rupa agar pengguna pemula yang tidak terbiasa menggunakan Linux dapat menggunakan Endless OS tanpa kebingungan. Dalam hal ini, saya menganggap Endless Computer sukses. 

Selama 2 minggu menggunakan Acer Aspire ES1-432, performa yang diberikan cukup baik ketika digunakan untuk melakukan satu tugas. Di sisi lain, ketika digunakan untuk membuka lebih dari satu program, proses penggantian dari satu program ke program lainnya terkadang memakan waktu yang cukup lama. 



Didasarkan pada sistem operasi untuk smartphone, Endless OS dilengkapi dengan toko aplikasi, tempat bagi Anda untuk mengunduh berbagai software untuk dipasang pada komputer Anda. Fungsi toko aplikasi ini sama seperti Store pada Windows. Namun, toko aplikasi ini tidak sekaya toko aplikasi Windows. Jadi, jangan heran jika terkadang, software yang bisa ditemukan pada Windows tidak kompatibel dengan Endless OS. 

Satu hal yang menarik, dalam Aspire ES1-432, banyak aplikasi edukasi yang sudah tertanam di dalamnya. Misalnya Astronomy, yang seperti namanya, berfungsi untuk membantu pengguna mengetahui tentang berbagai obyek luar angkasa, ahli astronomi dan lain sebagainya. Meskipun begitu, saya agak meragukan tingkat efisiensi dari aplikasi edukasi ini, mengingat semua penjelasan dibuat dalam bahasa Inggris. 



Aspire ES1-432 memang hanya dilengkapi dengan spesifikasi kelas pemula, tapi laptop ini sudah bisa dipasang dengan Steam. Memang, tidak semua game akan bisa dimainkan game ini, sebagian bahkan tidak bisa dipasang di laptop yang berbasis Linux ini.

Ketika mencoba Aspire ES1-432, dari 190 game yang ada dalam library Steam kami, ada sekitar 40 game yang bisa dipasang, termasuk DOTA 2, Counter Strike, XCOM, Portal, Team Fortress dan lain sebagainya. Saat mencoba untuk memainkan DOTA 2, game berjalan dengan tersendat. Untungnya, laptop buatan Acer ini sudah cukup kuat untuk digunakan bermain game-game dengan genre virtual novel, seperti Just Deserts. 



Pada Aspire ES1-432, sebenarnya Anda bisa memasangkan sistem operasi Windows, karena laptop ini sudah mendukungnya. Namun, mengingat laptop ini hanya memiliki RAM 2GB, maka hal itu tidak disarankan. Kemungkinan, meski dipasang dengan Windows, sistem operasi itu tidak akan berjalan dengan lancar karena ia cukup berat. 

Sayangnya, kami tidak bisa menggunakan software 3DMark dan PCMark untuk mengukur nilai performa dan daya baterai dari laptop ini. Saat digunakan, dari daya baterai penuh hingga sekitar 9 persen, laptop ini dapat bertahan selama sekitar 4 jam.

Kesimpulan

Penggunaan sistem operasi berbasis Linux memungkinkan Acer untuk menekan harga dari Aspire ES1-432. Untungnya, meskipun berbasis Linux, Endless OS cukup mudah untuk digunakan oleh pengguna awam atau mereka yang telah terlanjur terbiasa menggunakan Windows. 

Selain aplikasi edukasi, laptop ini juga sudah dilengkapi dengan game. Ia juga kompatibel dengan Steam, walau game yang bisa diunduh dan dimainkan terbatas. 
 
  Acer Aspire ES1-432
Ukuran Layar  14 inci (1366 x 768)
Prosesor Intel Celeron N3350
GPU Intel HD Graphics
RAM 2GB
Penyimpanan  500GB HDD
Dimensi  34,3 x 24,5 x 2,36 cm
Bobot ~1,9 kg
Baterai 4-cell 2800 mAh Li-ion
Harga Rp3.650.000
 

Acer Aspire ES1-432

 

7,2

  • Harga terjangkau
  • Sistem operasi mudah dimengerti
  • Performa agak mengecewakan
  • Software terbatas



(MMI)

Video /