Review Smartphone

Supermicro C7Z370-CG-L, Kelas Gaming Kompetitif Intel Z370

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 24 Feb 2018 17:21 WIB
review motherboardsupermicro
Supermicro C7Z370-CG-L, Kelas Gaming Kompetitif Intel Z370
SuperO C7Z370-CG-L buatan Supermicro.

Jakarta: Dengan kehadiran prosesor Intel Generasi ke-8, produsen Supermicro juga ikutan dengan memperkenalkan motherboard C7Z370-CG-L, yang masuk jajaran gaming SuperO.

Tentu saja, kami penasaran seperti apa tampilan dan kemampuan motherboard gaming terbaru Supermicro tersebut. Saat menerima kiriman dari Supermicro, C7Z370-CG-L hadir dengan desain form factor ATX.

Membandingkan desain dengan merek motherboard lain, C7Z370-CG-L terlihat kurang eyecacthing karena desain visual serta warna yang biasa saja. Ini berbeda dengan tampilan umumnya pada motherboard gaming, termasuk tidak ada gimmick berupa LED RGB.



Meksipun begitu, port yang dimiliki cukup lengkap. Tersedia enam port USB 3.0, enam USB 2.0, dan satu USB port 3.1 Type A serta satu port USB 3.1 Type C. Untuk I/O audio motherboard ini sudah menyediakan 7.1 HD audio port didukung Realtek ALC1220.

Sesuai prosesor, Supermicro C7Z370-CG-L mengdopsi socket LGA 1151 yang mendukung CPU TDP hingga TDP lebih dari 120W. Motherboard ini sesungguhnya cukup bagus, terlepas dari nama dan logo yang kurang keren.



Supermicro C7Z370-CG-L mendukung kapasitas RAM DDR4 hingga 64GB, dengan menggunakan empat slot DIMM yang tersedia, dan juga mendukung mode Intel Xtreme Memory Profile .

Saat masuk ke dalam BIOS, kami menemukan ada pilihan kustomisasi overclocking yang bisa langsung dipilih. Fitur ini dilengkapi dengan software bernama Supero Booster. 

Overclocking bisa sangat aman. Apabila Anda ingin melakukan kustomisasi di luar piihan yang sudah diberikan motherboard ini, tersedia software pemantau, mulai dari kecepatan CPU dan memori, voltase, dan kecepatan kipas. Artinya motherboard cukup layak bagi Anda yang menyukai mode overclocking.



Sebagai tambahan, motherboard ini juga menyediakan fitur berupa LED yang menampikan kode sebagai tanda proses kerja motherboard saat berjalan. Ada juga tombol power dan reset mandiri, tak lupa tombol CMOS untuk mengembalikan pengaturan standar secara cepat. 

Membahas panel LED, ketika motherboard bermasalah, panel ini akan menampilkan kode, yang keterangan lengkapnya ada di buku manual Supermicro C7Z370-CG-L. Dengan  begitu, pengguna awam langsung bisa melacak masalah yang dialami motherboard, terlepas saat sedang dipakai OC atau penggunaan sehari-hari.



Kemudian ke fitur lainnya, Supermicro C7Z370-CG-L memiliki enam port SATA3 dengan kecepatan transfer hingga 6GBps yang mendukung mode RAID. Apabila dirasa masih kurang Supermicro juga sudah memasang dua slot PCIe 3.0 x4 M.2. Tersedia juga port PCIe 3.0 x16, satu port PCIe 3.0 x4, dan tiga port PCIe 3.0 x1.

Bagaimana performanya?
Supermicro C7Z370-CG-L memiliki performa yang cukup baik, mengingat motherboard ini telah mendukung generasi terbaru prosesor Intel. Dalam pengujian, motherboard ini menghasilkan performa yang cukup bagus.

Meskipun Supermicro bukan pemain lama di motherboard gaming, namun berbekal pengalamannya di segmen server, Supermicro C7Z370-CG-L mampu menghasilkan performa yang bisa mengejar performa kompetitor, seperti ASUS dan ASRock.

Pada grafik di bawah, Anda bisa melihat performa PC Mark 10 dari Supermicro C7Z370-CG-L lebih rendah hampir 900 poin dengan motherboard besutan ASRock. Hal ini cukup wajar, mengingat kelas produk ASRock berbeda, walaupun sama-sama di segmen gaming. Skor dari Cinebench sama dengan motherboard ASRock, tetapi keduanya masih kalah jika diadu dengan produk besutan ASUS.

Perlu diingat bahwa skor Cinebench yang dibahas tadi adalah kategori Single Thread. Apa yang diincar Supermicro tampaknya adalah performa yang tepat di harga yang cukup kompetitif. Informasi tambahan, perbandingan yang kami mengacu pada beberapa ulasan terakhir yang belum lama terbit. Alasannya adalah karena database kami untuk motherboard Intel Z370 masih minim.



Beralih ke pengujian menggunakan game, motherboard ini mampu mendukung berjalannya tiga game yang biasa kami gunakan untuk menguji dengan konfigurasi kualitas grafis ultra. Namun dari segi frame per detik, tercatat masih ada game yang berjalan di bawah 60 fps, misalnya pada game Ghost Recon: Wildlands.

Secara keseluruhan, Supermicro C7Z370-CG-L mumpuni untuk menjalankan game kelas berat, tentunya didukung dengan komponen lain di kelas yang sama. Selain itu, Anda juga masih bisa meningkatkan performa game dengan pengaturan grafis lebih spesifik. Menurunkan kualitas visual pada pilihan tertentu bisa meningkatkan framerate secara signifikan.



Kesimpulan
Supermicro memang masih pemain baru di motherboard gaming, namun berbekal pengalamannya di kelas server, mereka tahu betul cara beradaptasi dengan standar sebuah motherboard yang dianggap layak Anda miliki.

Dari sisi perbandingan performa, motherboard ini menghasilkan skor yang cukup bersaing. Ini didukung dengan harga yang masih kompetitif di pasar. Supermicro C7Z370-CG-L dipatok sekitar Rp2,4 juta.

Terlepas dari tampilannya yang kurang memikat, fitur di dalamnya juga cukup memudahkan pengguna awam yang ingin mempelajari tentang overclocking dengan tersedianya tombol pintas di atas motherboard tersebut.
 
 
SuperO C7Z370-CG-L 
Plus
  • Menyediakan overclocking
  • Menyediakan tombol power dan reset CMOS untuk OC
  • Performa mengejar motherboard gaming lain 
Minus
  • Tampilan kurang menarik
  • Port USB 3.1 sedikit



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.