Review Smartphone

ASUS ZenFone Max Plus M1, Baterai Awet 12 Jam Bonus Kamera Ganda

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 22 Mar 2018 23:45 WIB
asusreview gadget
ASUS ZenFone Max Plus M1, Baterai Awet 12 Jam Bonus Kamera Ganda
ASUS ZenFone Max Plus M1 (Cahyandaru Kuncorojati/MEDCOM.ID)

Jakarta: Sepanjang riwayat industri smartphone di Indonesia, segmen smartphone yang menjagokan kapasitas baterai umumnya hadir dengan tampilan dan fitur yang tidak lebih menarik dari segmennya.

Satu-satunya yang diunggulkan adalah kapasitas baterai dan daya tahannya, selain itu tidak ada lagi yang membuatnya menarik. Hal ini mungkin tidak lagi ditemukan pada produk terbaru ASUS yang juga menjagokan kemampuan baterainya.

Beberapa waktu lalu ASUS merilis smartphone ZenFone Max Plus M1 di Indonesia yang dibanderol Rp2.799.000. Menariknya, smartphone ini memang menjagokan kemampuan baterainya, dikemas dengan desain menarik dan bonus kamera ganda.

Medcom.id berkesempatan menjajal smartphone tersebut. Sebelum membahas baterai dan kamera ganda yang menjadi daya tariknya maka lebih terdahulu kami akan mengulas tampilannya.

 

Desain

Apabila dahulu smartphone dengan kapasitas baterai jumbo atau awet hadir dengan desain yang cukup tebal serta tampilan yang tidak rupawan dibandingkan lineup flagship maka hal ini tidak lagi ditemukan pada smartphone ini.

ZenFone Max Plus M1 memiliki desain serupa smartphone merek lain dengan sebuah sensor pemindai sidik jari melingkar di bagian punggungnya. Saat melihatnya, Anda akan setuju dengan pendapat kami. Meskipun begitu tampilan tersebut tergolong rupawan.



Dibalut dengan material plastik, ZenFone Max Plus M1 memiliki dimensi bodi berukuran 6 x 2,87 inci dengan ketebalan hanya 0,85 inci yang tergolong tipis, dan bobot 160 gram yang juga masih ringan.

Meskipun hadir dengan 6 inci yang tergolong besar untuk sebuah smartphone, saya merasakan ZenFone Max Plus M1 masih seperti smartphone ukuran 5 inci di genggaman tangan.



Sayangnya, desain lengkung ergonomis ala ZenFone tidak lagi diadopsi. Padahal material punggung smartphone ini sangat terasa licin. Pengguna disarankan untuk menggunakan case tambahan. Apalagi lapisan kaca layarnya didesain melengkung 2,5D hingga tepiannya sehingga bisa fatal apabila sudut layar mendarat leih dulu saat jatuh.

Bicara layar, ZenFone Max Plus M1 memiliki layar IPS 5.7 inci HD (1440 x 720) dengan aspek rasio 18:9 yang membuat bezel di bagian kanan dan kirinya hampir bezel-less.



Alhasil, layarnya memang terasa lebih lega. Di bagian bezel bawah masih tersisa ruang yang oleh ASUS tidak ditanamkan tombol kapasitif. Penggantinya, tombol akan muncul di layar saat pengguna menyapukan jari mereka di layar.

Perlu diingat bahwa desain kamera ganda belakangnya menonjol dari bidang permukaan punggungnya sehingga akan mudah tergores, disarankan agar penggunanya menggunakan casing tambahan.

Melihat ukuran ruang yang disisakan, saya merasa ukurannya masih proporsional. Berbeda dengan beberapa smartphone yang menyisakan banyak ruang di bezel atas dan bawah layar sehingga membuat wajah perangkat tersebut sangat polos.

 

Antarmuka dan Software

Beruntung ASUS sangat mendengarkan feedback penggunanya, salah satunya soal bloatware atau aplikasi bawaan ASUS yang sebelumnya sangat banyak sekali. Saya menemukan ZenFone Max Plus M1 tidak membawa banyak aplikasi tambahan.

Kami menemukan ASUS WebStorage, Mobile Manager, Selfie Master dan Power Master. Power Master adalah aplikasi layaknya Mobile Manager, tapi menyediakan fitur analisis dan opsi untuk menghemat baterai yang lengkap.



Aplikasi ini akan kami jelaskan di bagian baterai. Beralih ke antarmuka, ZenUI yang digunakan kini mengadopsi Android 7.0 Nougat sehingga terasa lebih ringan. Sentuhan ZenUI masih terlihat pada desain ikon yang digunakan.

Untuk sistem keamanannya, ZenFone Max Plus M1 dibekali sensor pemindai sidik jari dan face recognition. Berdasarkan pengujian. sensornya bekerja cukup cepat termasuk saat menggunakan face recognition di kondisi gelap, dengan ketentuan melepas kacamata Anda terlebih dahulu.

 

Baterai

Berdasarkan pengujian yang dilakukan menggunakan software PCMark Work 2.0 serta intensitas cahaya layar maksimal selama pengujian, diperoleh hasil bahwa ZenFone Max Plus M1 yang berkapasitas 4.130 mAh mampu bertahan selam 12 jam 42 menit.

Berdasarkan database Medcom.id untuk smartphone yang dirilis sejak awal tahun 2018, ZenFone Max Plus M1 memang bukan yang memiliki daya tahan paling lama, namun kemampuan untuk bertahan selama 12 jam jelas sudah sangat memuaskan.



ASUS juga menyadari bahwa kapasitas baterai yang besar membutuhkan fast charging untuk mengisi dayanya. Berdasarkan catatan kami, ZenFone Max Plus M1 mampu mengisi daya hingga 40 persen dalam waktu 30 menit.

Tentunya hasil ini bisa dicapai hanya dengan menggunakan kabel serta power adapter resmi ASUS yang ada di dalam paket penjualan.

Fitur andalan ala smartphone baterai jumbo juga masih bisa ditemui adalah fitur OTG yang membuat ZenFone Ma Plus M1 bisa mengisi daya smartphone lain. ASUS sendiri telah melengkapi paket penjualannya dengn OTG cable.

Ada anggapan selama ini bahwa kapasitas baterai yang besar dan fitur fast charging berdampak buruk terhadap daya tahan usia baterai. ASUS mengklaim bahwa baterai mereka mendapatkan perlindungan terbaik.

Salah satunya dengan aplikasi bawaan ASUS bernama Power Master yang sempat saya sebutkan. Aplikasi ini menyediakan fitur analisa kondisi baterai dan konsumsi baterasi sesuai penggunaan selain itu juga terdapat panduan serta opsi yang bisa dipilih agar baterai awet.



 

Kamera dan Video

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa ZenFone Max Plus M1 memiliki kamera ganda di belakang. Kameranya perpaduan antara sensor 16MP (f/2.0) dan sensor 8MP yang merupakan kamera wide angle 120 derajat.



Hasilnya harus diakui cukup baik dari sisi warna dan ketajaman. Kami bisa dengan mudah menghasilkan foto bokeh, namun harus diakui kemampuan efek bokeh masih sedikit belum rapi, ada bagian yang blur tidak merata.



Foto hasil kamera belakang wide angle juga memuaskan. Sejauh ini hasil kemampuan kamera belakangnya memang memuaskan namun kualitas ketajamannya akan menurun apabila Anda mengambil foto pada kondisi malam hari atau di dalam ruangan dengan pencahayaan yang minim.





Hal yang sama juga ditemukan pada hasil foto kamera depannya yang rupanya lebih kurang memuaskan dibandingkan kamera depannya meskipun kamera depannya memiliki sensor 16MP.

Hasil foto kamera depannya memang memuaskan pada kondisi siang hari namun hasil tersebut tidak ditemukan dalam kondisi malam hari terutama minim pencahayaan.





Hasil ini sebetulnya lumrah terjadi pada semua smartphone. Kualitas kamera depan tidak akan lebih bagus dari kamera belakangnya terutama dalam kondisi pencahyaan yang minim. Di sisi lain konsumen berharap lebih pada sensor kamera sebesar 16MP.

Untuk kemampuan merekam video, kamera ZenFone Max Plus M1 mampu mereka video resolusi 1080p FHD dengan framerate 30fps. 

 

Performa

Bicara performa dapur pacunya, pembaca Medcom.id juga harus mengetahui terlebih dahulu isi dapur pacu ZenFone Max Plus M1. Smartphone ini dibekali prosesor MediaTek MT6750T octa-core 1,5GHz, GPU Mali-T860MP2 didukung RAM 4GB dan memori 64GB yang bisa ditingkatkan dengan microSD 256GB.

Berdasarkan pengujian menggunakan software benchmark yang Medcom.id biasa gunakan, terlihat hasil pengujian ASUS ZenFone Max Plus M1 tidak buruk. Namun, membandingkan dengan tiga smartphone di database tahun 2017, memang smartphone ini menduduki posisi paling bontot.



Kami membandingkannya dengan Xiaomi Redmi 5 dan Infinix Zero 5 yang sudah kami ulas. Kedua smartphone tersebut memiliki daya tahan baterai yang juga sama awetnya sehingga sejajar untuk diadu dengan smartphone ini.

Berdasarkan pengujian menggunakan game Asphalt 8: Airborne, kami menemukan bahwa smartphone ini mampu memainkan game dengan kualitas grafis ultra paling tinggi tanpa tersendat.

Pengujian menggunakan game tersebut karena Asphalt 8: Airborne merupakan game dengan tampilan grafis yang sangat tajam dan detil, sehingga mampu memaksa smartphone bekerja lebih keras untuk mengetahui kemampuannya.


Kesimpulan
Harga ASUS Zenfone Max Plus M1 yang mencapai Rp2.799.000 memang harga yang sebetulnya terbilang mahal untuk sebuah smartphone yang menjagokan kemampuan baterainya dan menggunakan prosesor MediaTek, bagi pemuja Qualcomm Snapdragon.

Meskipun begitu kemampuan smartphone ini sebetulnya tidak buruk, ditambah dengan janji yang ditepati ASUS, yakni menyediakan baterai yang daya tahannya mampu mencapai belasan jam.

Selain itu Anda juga masih mendapatkan salah satu tren yang sempat populer, fitur kamera ganda yang terbukti mampu membantu smartphone segmen baterai jumbo ini mampu memenuhi pemuja hasil foto bokeh.

 
  ASUS ZenFone Max Plus M1
Prosesor MediaTek MT6750T 
RAM 4GB
OS Android 7.0 + ZenUI
GPU Mali-T860 MP2
Memori Internal 64GB
Kamera 16MP+8MP (belakang), 8MP (depan)
Dimensi 152.6 x 73 x 8.8 mm
Bobot 160 gram
Baterai 4.130 mAh
Layar 5,7 inci 1080 x 2160 pixel
Harga Rp2.799.000

 
 
8.8
ASUS ZenFone Max Plus M1
Plus
  • Desain ramping dan ringan serta layar lega
  • Kapasitas baterai besar dan awet dilengkapi fast charging
  • Kamera ganda belakang bisa diandalkan
  • Performa bisa diajak memainkan game
Minus
  • Kemampuan kamera depan timpang dengan kamera belakang
  • Tidak menggunakan prosesor Snapdragon



(MMI)

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan
Review Smartphone

Oppo F7, Kamera Bagus Berkat Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Oppo menghadirkan pengalaman menggunakan kamera dan hasil foto yang baik dan menyenangkan, berk…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.