Review Keyboard

Logitech G613, Keyboard Mekanik Wireless Semua Device

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 07 Apr 2018 23:19 WIB
logitechreview peripheral
Logitech G613, Keyboard Mekanik Wireless Semua Device
Logitech G613.

Jakarta: Sejak dunia esport di Indonesia mendapat perhatian serius, produsen peripheral harus bisa menawarkan fitur yang sangat lengkap, terutama untuk kalangan gamer.

Logitech bukan pemain baru. Namanya cukup kuat di industri peripheral. Tidak hanya di segmen gaming, tapi juga casual user yang memang membutuhkan keyboard untuk sekadar mengetik.

Penilaian tersebut tampak jelas lewat produk terbaru Logitech G613 yang beberapa waktu lalu mendarat di kantor Medcom.id dan kami jajal. Logitech G613 adalah keyboard mekanik wireless yang menggunakan koneksi Bluetooth.

Pertama, kami ingin menceritakan terlebih dahulu pengalaman kami saat pertama kali diberikan kesempatan Logitech menggunakannya. Desain adalah penilaian pertama yang kami berikan. Logitech G613 tidak hadir layaknya keyboard untuk gamer.

Desainnya sangat biasa, tidak ada permainan warna atau corak di keyboard ini. Kami tidak mau menyebut Logitech G613 sederhana, lebih tepatnya elegan. Apabila melihat dari kacamata seorang gamer, jelas bahwa keyboard ini desainnya terlalu sederhana, tidak ada kustomisasi pada bentuk font yang tertera di setiap tombolnya.

Keyboard ini hadir dengan komponen mekanik switch Romer-G buatan Logitech sendiri. Switch ini cukup nyaman sekaligus tidak bising. Anda tidak perlu menekannya terlalu dalam untuk mendapat respons perintah.



Penggunaan komponen mekanik memang menegaskan bahwa keyboard tersebut mengadopsi pengalaman keyboard yang digunakan gamer atau atlet esport. Selain itu juga terdapat tombol G-Macro yang bisa dikustomisasi lewat aplikasi pendukung Logitech.

Logitech G613 mengusung ukuran full size yang dilengkapi removeable palm rest. Ukurannya memang terbilang besar dan ringan.

Hal ini tidak menjadi masalah, sebab keyboard ini tidak memiliki kabel alias wireless. Kebanyakan gamer atau atlet esport membawa keyboard mereka sendiri saat bertanding, dan kegiatan menggulung kabel konektor adalah hal yang merepotkan.

Pada bagian atas keyboard ini berjajar tombol volume indikator Bluetooth dan koneksi serta indikator lampu baterai.

Ya, wajar sebuah peripheral yang mengandalkan koneksi Bluetooth menggunakan baterai, dan Logitech G613 menggunakan dua buah baterai AA yang diklaim mampu bertahan hingga 18 bulan. Adaya indikator membuat penggunanya tahu kapan dia harus mengganti baterainya.



Selain itu, karena keyboard ini menggunakan baterai, Anda tidak akan menemukan fitur RGB LED backlit. Apabila ada, maka dipastikan baterai AA yang disertakan dalam paket penjualannya tidak akan bertahan lama.

Dari tadi kami sudah menyebutkan fitur wireless dan Bluetooth berulang-ulang. Logitech menggunakan teknologi Lightspeed di perangkatnya, yang menjamin bahwa response rate yang dihantarkan sangat cepat. Logitech mengklaim teknologi tersebut membuat latency sangat rendah.

Pengalaman kami menggunakannya, response rate yang dihasilkan tidak bermasalah, baik untuk mengetik atau bermain game. Meskipun keyboard gaming ini menggunakan teknologi wireless, ketangkasan gaya bermain gamer bisa tetap terjamin.

Penggunaan Bluetooth mungkin juga menjadi alasan tidak tersedianya port USB di keyboard ini, yang biasanya ditemukan pada keyboard gaming untuk mencolokkan flash disk berisi data kombinasi tombol makro pada keyboard untuk game yang berbeda.



Tujuannya absennya port USB agar response rate operasional Logitech G613 tidak tersendat. Benefit lain dari penggunaan Bluetooth adalah keyboard ini bisa digunakan untuk beragam perangkat selain PC dan laptop yang harus menggunakan USB Bluetooth Connector.

Keyboard ini bisa digunakan untuk pendamping tablet bahkan smartphone. Dalam paket penjualannya, Logitech menyediakan sebuah benda yang merupakan penyangga untuk smartphone atau tablet.

Kembali lagi, karena keyboard ini tidak menggunakan kabel sebagai penghubung, Logitech G613 bisa digunakan di berbagai skenario dan untuk device apa saja dengan mudah.

Kesimpulan
Logitech G613 bukan sepenuhnya keyboard gaming dari sisi desainnya, tapi dari spesifikasi dan fungsionalnya, jelas masih bisa diandalkan oleh gamer, dengan catatatan tidak terlalu mempermasalahkan absennya fitur RGB.

Adopsi teknologi wireless Bluetooth menjadi strategi terbaik agar produk ini bisa menyasar segmen lebih luas selain gamer, yakni casual yang membutuhkan keyboard untuk mendampingi smartphone maupun tablet.

Sayangnya, ukuran full size mungkin akan menjadi pertimbangan bagi segmen casual untuk membawa keyboard ini kemana-mana, sebagai pendamping smartphone maupun tablet.

Logitech G613 dibanderol harga Rp1.490.000, dan harus diakui harga tersebut cukup mahal untuk sebuah keyboard wireless bagi pengguna biasa. Namun, ini akan terbilang murah untuk gamer yang mencari keyboard mekanik dengan tombol makro yang bebas kabel.
 
 
9
Logitech G613
Plus
  • Tampilan elegan dan ukuran full size
  • Response rate masih bagus untuk keyboard wireless Bluetooth
  • Keyboard mekanik wireless
  • Penggunaan untuk multi device
Minus
  • Menggunakan baterai AA
  • Ukuran terlalu besar untuk keyboard wireless, tidak mobile



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.