Review Keyboard

GAMDIAS HERMES P3 RGB, Mekanis Rasa Membran

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 11 Dec 2017 22:27 WIB
review peripheralgamdias
GAMDIAS HERMES P3 RGB, Mekanis Rasa Membran
GAMDIAS HERMES P3 RGB

Jakarta: Jika ditanya "apa yang paling penting dari sebuah keyboard gaming?", jawaban saya adalah kenyamanan penggunaan. Sebuah keyboard gaming memang sudah seharusnya bisa menemani penggunanya bermain game dengan nyaman dalam jangka waktu yang lama. 

Kenyamanan penggunaan sebuah keyboard gaming ditentukan oleh banyak hal. Salah satu yang terpenting adalah efek pantulan balik dari tombol pada keyboard atau yang biasa disebut dengan istilah feedback.

Feedback merupakan salah satu alasan mengapa gamer lebih suka menggunakan keyboard mekanis. Selain memiliki rata-rata traveling distance atau jarak tekan yang lebih dalam dari keyboard membran, keyboard mekanis juga memiliki feedback yang lebih terasa. Feedback tersebut sangat berpengaruh pada kenyamanan penggunaan dan secara langsung berpengaruh pada reaksi di dalam game.



Berbeda dengan keyboard mekanis lain, GAMDIAS HERMES P3 RGB memiliki pendekatan yang berbeda soal keyboard mekanis. Keyboard gaming ini diklaim menggunakan tombol mekanis meski bagi saya tombolnya tidak masuk standar kualifikasi mekanis.

Antara Mekanis dan Membran

HERMES P3 RGB diklaim menggunakan tombol mekanis yang dikembangkan sendiri oleh pihak GAMDIAS. Tombol bernama GAMDIAS Low Profile Switch tersebut diklaim memiliki akurasi yang tinggi, respons cepat, dan aktuasi yang baik sehingga mampu menghadirkan performa bermain game yang mumpuni.

Namun, itu merupakan klaim yang ditulis di situs resminya. Nyatanya, saya pribadi merasa kurang nyaman ketika menggunakan keyboard ini. Tombolnya yang diklaim mekanis memiliki feedback yang tidak seperti tombol Cherry MX. Feedback tombol ini terasa lebih lemah dan lebih mirip seperti tombol membran ketimbang mekanis.



Satu-satunya yang membedakan tombol mekanis GAMDIAS kali ini hanyalah sensasi "clicky" yang sangat mirip seperti tombol Cherry MX Blue. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa tombol pada keyboard ini memiliki sensasi yang berada di antara tombol mekanis dan membran. Ditambah dengan traveling distance yang sangat dangkal, sensasi penggunaannya menjadi sangat aneh bagi saya.

Desain Bagus tapi Tidak Unik

Berbicara mengenai desain, tampilan bodi keyboard ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Saya justru suka dengan base-nya yang tipis. Dipadukan dengan tombol yang juga tipis, HERMES P3 RGB menjadi mudah dibawa bepergian.

Kualitas bahan yang digunakan di bodinya juga tidak buruk. Struktur bodinya tergolong cukup kokoh bahkan GAMDIAS memberikan sentuhan khusus berupa tambahan pelat metal di permukaan bodinya.

Bagi Anda yang suka dengan keberadaan lampu RGB, HERMES P3 RGB juga memiliki fitur RGB LED yang bisa diatur melalui software bawaannya yang juga bisa mengatur fungsi tombol di keyboard ini.



Yang disayangkan adalah HERMES P3 RGB tidak tampak seperti keyboard gaming kelas atas. Berbeda dengan keyboard gaming dari merek yang sangat dikenal, HERMES P3 RGB tergolong memiliki desain yang bisa dikatakan standar. Hal tersebut cukup disayangkan mengingat harganya yang juga lumayan tinggi.


Kesimpulan

GAMDIAS HERMES P3 RGB bagi saya merupakan keyboard yang tanggung dan berada di tengah-tengah. Di satu sisi keyboard ini memilii beberapa keunggulan, namun ia juga memiliki cukup banyak kekurangan fatal. 

Salah satu yang membuat saya kecewa juga adalah harganya. GAMDIAS HERMES P3 RGB dibanderol seharga Rp1,5 juta. Dengan harga tersebut, seharusnya Anda bisa membeli keyboard gaming dari produsen yang lebih dikenal dan memiliki kualitas yang lebih baik.
 

GAMDIAS HERMES P3 RGB

  • Kualitas material oke
    + Cukup ringkas
     
  • Tombol kurang nyaman
    - Desain standar
    - Harga mahal
     



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.