Review Smartphone

Infinix Zero 5, Serba Besar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 11 Feb 2018 15:29 WIB
review gadgetinfinix
Infinix Zero 5, Serba Besar
Infinix Zero 5.

Jakarta: Merek Infinix di pasar smartphone Indonesia bukan lagi pemain baru, sebab merek ini cukup rajin merilis smartphone. Pada akhir Januari, Infinix kembali merilis smartphone dari lini flagship mereka yakni Infinix Zero 5.

Kebetulan saya mulai menyukai Infinix lewat Zero 3 dan kini menggengam Zero 5 rasanya smartphone lini flagship tersebut tumbuh besar menjadi sebuah phablet. Beruntung spesifikasinya juga semakin membesar.

Medcom.id berkesempatan menjadi yang pertama menjajal smartphone Infinix Zero 5 di Indonesia, dan kami sengaja memilih perangkat dengan warna merah yang memang belakangan ini sangat populer.

 

Desain

Infinix Zero 5 membawa bodi yang layak disebut phablet karena memiliki layar 5,98 inci dengan resolusi Full HD (1920 x1080). Tentu saja layar tersebut juga mengikuti patokan tren saat ini yaitu 16:9.

Kualitas warnanya juga cukup kuat. Perpaduan ukuran layar dan kualitas layarnya yang baik membuat saya betah menggunakan Infinix Zero 5 untuk menonton video di YouTube maupun bermain game.



Sayangnya ukuran layar tersebut menyisakan cukup banyak ruang di bagian bawah, sebab tombol navigasi terletak di layarnya. Efek sampingnya adalah wajah Infinix Zero 5 terlihat aneh atau biasa saja. 

Pada bagian atas terdapat kamera depan beresolusi 16MP. Terlepas dari tampilan wajahnya, bodi Infinix Zero 5 tidak buruk apalagi untuk edisi warna merah atau Red Bordeaux. Setiap sisi bodinya dibuat membulat seperti kebanyak smartphone saat ini.



Pada sisi kanan dan kiri terdapat sebuah slot kartu. Rupanya slot sisi kiri untuk kartu microSD dan sisi kanan untuk Dual SIM. Jadi saya masih menggunakan dua kartu SIM sekaligus microSD, ini adalah fitur yang paling banyak ditanyakan saat ini ketika membeli smartphone.

Pada bagian belakang Anda akan melihat desain punggung yang pasti mengingatkan Anda pada smartphone flaggship buatan Huawei, yakni P9 dengan bagian warna yang berbeda mengelilingi kamera ganda.



Ya, kamera ganda menjadi salah satu yang ditawarkan Infinix Zero 5, perpaduan 12MP dan 13MP. Selain itu persis di bagian tengah punggungnya terdapat area fingerprint dengan bentuk melingkar.

Pada bagian bawah saya menemukan deretan grill speaker, lubang audio jack 3,5mm, dan tidak ketinggalan USB port jenis Type-C. Ya, Infinix Zero 5 masih menyediakan fitur fast charging dengan USB port Type-C.



 

Antarmuka dan Software

Infinix Zero 5 masih setia dengan antarmuka modifikasi XOS yang kini hadir dengan versi Hummingbird 3.0 berbasis Android 7.0 Nougat. Ikon dari XOS cukup menarik dan tidak banyak bloatware di dalamnya.

Hanya ada beberapa aplikasi bawaah dari Infinix, misalnya XClub yang merupakan forum pengguna smartphone Infinix. Aplikasi tersebut cukup konsisten, mengingat Infinix memang terus memperkuat komunitas penggunanya seperti kompetitornya, Xiaomi.

Untuk membuka app drawer saya cukup menggesar tampilan layar ke atas. Untuk bagian luar atau akses aplikasi XOS sudah cukup simple dan mudah bagi saya menemukan aplikasi-aplikasi yang saya miliki.



Namun, sayangnya antarmuka saat menggunakan kameranya masih tampak kurang simpel, misalnya saat mengangkses pengaturan kamera saya masih harus menekan menu sana sini dan berganti tampilan layar.

 Seandainya proses tersebut diganti dengan sekadar swipe pasti membuat penggunanya sangat gesit saat menggunakan kameranya dalam berbagai mode atau fitur filter.

 

Kamera dan Video

Bicara mengenai kemampuan kameranya untuk foto Infinix Zero 5 sudah menghasilkan foto yang sangat memuaskan untuk sebuah smartphone di harga Rp3,5 juta. dengan catatan jangan mengharapkan hasil foto yang sangat bagus dalam kondisi malam hari dengan pencahayaan yang minim, apalagi mebggunakan kamera depan.





Baik kamera depannya 16MP dan kamera belakang ganda 12MP + 13MP perpaduan wide angle dan tele menghasilkan foto yang baik di luar maupun di dalam ruangan dengan pencahayaan yang cukup, namun sayangnya saya masih bisa melihat noise dalam hasil fotonya.



Hal ini terlihat saat hasil foto diakses dari komputer, terlihat jelas titik warna yang ada di dalam foto. Namun apabila Anda bukan yang sedetil itu menilai foto seperti yang saya lakukan tentu saja tidak ada masalah.

Baik kamera depan maupun belakang tersedia mode bokeh, hasilnya kerap bagus dan kadang kurang bagus karena hasil bokeh yang dihasilkan kurang rapi tapi memang saat ini belum banyak kamera smartphone yang bisa menghasilkan efek bokeh sempurna layaknya kamera DSLR bukan?



Saya sebetulnya cukup puas dengan hasil fotonya meskipun dalam kondisi minim cahaya hsil foto Infinix Zero 5 masih kalah dari merek smartphone lain yang harganya masih lebih murah.

Satu hal yang cukup menggangu adalah waktu jeda setelah saya menekan capture atau mengambil foto dan akan mengambil foto lagi cukup lama. Saya melihat proses penyimpanan foto yang diambil membutuhkan waktu beberapa detik sebelum saya bisa mengambil foto lagi.



Hal ini seharusnya bisa diperbaiki dengan pembaruan software atau sistem operasi Infinix, sebaiknya segera sebelum banyak penggunanya yang dibuat kesal. Untuk kemampuan videonya Infnix Zero 5 mampu menghasilkan video yang cukup smooth dengan resolusi bagus.



 

Performa

Seperti yang sudah disebutkan Infinix Zero 5 hadir dengan spesifikasi serba besar termasuk di dapur pacunya. Prosesornya menggunakan MediaTek Helio P25 Octa-core 2,6GHz dengan dukungan RAM 6GB dan memori internal 64GB yang bisa dipadukan microSD 128GB.

Prosesor yang digunakan memang bukan Qualcomm Snapdragon tapi masih cukup mumpuni untuk menjalankan aplikasi berat dengan dukungan RAM yang sudah sangat besar menurut saya. 

Cocok bagi pengguna smartphone yang kerap memuja-muja kapasitas RAM besar. Namun kekurangannya memang terlihat saat memainkan game berat seperti Asphalt 8: Airborne dengan pengaturan kualitas grafis maksimal.



Saya menemukan beberapa lagging atau grafis yang patah-patah di tengah permainan meskipun tidak sering tapi jelas terlihat. Untuk membuka aplikasi dalam julah banyak bersamaan Infinix Zero 5 masih mampu berjalan lancar.

Saya tidak terlalu kecewa harus beralih dari menggunakan smartphone berprosesor Qualcomm Snapdragon ke MediaTek, lagi pula Infinix Zero menyediakan kapasitas memori internal yang sangat luas berkat dukungan microSD dan Dual SIM yang terpisah.



Bagaimana dengan baterainya? Berbekal baterai 4.350 mAh dalam pengujian benchmark yang dilakukan Infinix Zero 5 bisa bertahan hingga 15 jam. Artinya Anda bisa menggunakannya seharian tanpa mengisi daya.

Tidak ketinggalan Infinix Zero 5 juga memiliki fitur quick charging wajib dari Infinix asalkan menggunakan charger bawaan. Selama tidak banyak digunakan selama pengisian Infinix Zero 5 bisa terisi dalam kurun waktu 2jam untuk terisi penuh memgingat kapasitas baterainya yang tergolong jumbo.

Kesimpulan
Infinix Zero 5 patut dibeli bagi Anda yang tidak memuja-muja merek global dan memilih mencari perangkat dengan harga masih ramah di kantong dan spesifikasi yang lumayan. Smartphone cukup berhasil menyasar beberapa keinginan konsumen selama ini.

Misalnya, layar yang lega, fingerprint, slot microSD non-hybrid, dan kapasitas RAM maupun memori internal serta baterai yang sama besarnya, termasuk ingin ikut dalam tren kamera ganda. 

Hal yang dipermasalahkan bagi sebagian pengguna mungkin prosesornya yang tidak menggunakan Qualcomm Snapdragon. Menurut saya bagi sebagian orang mungkin hal ini bukan masalah apabila mereka sudah mengetahui poin-poin yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya.
 
Infinix Zero 5
Layar 5,98 inci Full HD (1920 x 1080)
Prosesor MediaTek Helio P25 Octa-core 2,6GHz
RAM 6 GB
Memori Internal 64 GB + microSD 128 GB
Sistem Operasi Android 7.0 Nougat
Kamera Depan 16 MP, Belakang 12 + 13 MP
Baterai 4.350 mAh
Harga Rp3.499.000
 
 
8.5
Infinix Zero 5
Plus
  • Desain lumayan
  • Ukuran layar lega
  • Kapasitas RAM dan memori internal besar
  • Slot Dual SIM dan microSD terpisah
  • Kapasitas baterai besar dan awet
Minus
  • Desain bagian wajah biasa saja
  • Jeda capture foto cukup lama
  • Kualitas foto kurabng baik di kondisi minim cahaya
  • Tidak menggunakan prosesor Qualcom Snapdragon



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.