Review Notebook

Lenovo Yoga 500IBD, Laptop yang Serba Guna

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 06 Mar 2016 20:23 WIB
review laptop
Lenovo Yoga 500IBD, Laptop yang Serba Guna
Tampilan Yoga 500. (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada begitu banyak gadget yang ada saat ini, mulai dari smartphone, tablet hingga laptop. Masing-masing gadget tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah Anda perlu membeli setiap gadget tersebut?

Lenovo berusaha untuk menggabungkan fungsi tablet dan laptop menjadi satu dalam Yoga 500. Dengan begitu, Anda tidak perlu membeli banyak gadget.


 

Desain

Konsep desain yang digunakan pada Yoga 500 masih sama seperti pendahulunya. Desain dari Yoga 500 memungkinkan Anda untuk menggunakan laptop ini dalam 4 mode: laptop, tablet, tent dan stand. Masing-masing mode memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

Misalnya, mode laptop cocok untuk digunakan saat Anda sedang bekerja. Jika Anda sekedar ingin melakukan browsing atau membaca buku digital, Anda dapat melipat Yoga 500 dan menjadikannya sebagai tablet. Sementara mode tent dan stand merupakan mode yang nyaman untuk digunakan menonton.

Lenovo Yoga 500

Yoga 500 memiliki yang cukup lengkap, seperti port HDMI, LAN, 3 port USB, port audio dan slot card reader. Di bagian kiri, Anda juga akan menemukan tombol volume dan tombol untuk mengunci rotasi. Kegunaan dari tombol ini akan terasa saat Anda menggunakan mode lain selain laptop. Di dekat port charger, terdapat Kensington Lock, yang dapat Anda gunakan untuk mengunci laptop ini secara fisik.

Jika dibandingkan dengan salah satu pendahulunya, YOGA 3, Yoga 500 memang sedikit lebih tebal dan lebih berat. Jika YOGA 3 hanya memiliki ketebalan 1,83 cm dengan berat 1,6 kg, Yoga 500 memiliki ketebalan 2,15 cm dengan bobot 1,8 kg. 


 

Performa

Yoga 500 memiliki prosesor Intel Core i5-5200U dan RAM 4GB. Dalam situs Lenovo, Yoga 500 tergolong sebagai laptop untuk pekerja. Meskipun begitu, ia sudah dilengkapi dengan chip grafis, yaitu NVIDIA GeForce GT 940M, yang berarti, saya dapat menggunakan Yoga 500 untuk bermain game dengan cukup lancar. 

Game yang saya gunakan untuk menjajal kemampuan Yoga 500 adalah Cities: Skylines. Dengan Yoga 500, saya dapat memainkan game Cities: Skylines dengan cukup lancar pada pengaturan grafis menengah. Saat mencoba bermain dengan pengaturan maksimal, game menjadi lag.

Saat diuji menggunakan 3DMark Cloud Gate, Yoga 500 berhasil mendapatkan skor yang cukup tinggi yaitu 5.627. Sementara saat diuji dengan Sky Diver, ia mendapatkan nilai 5.124. Sementara itu, laptop ini berhasil mendapatkan skor 5.908 untuk CloudGate dan 5.139 untuk Sky Diver.

Lenovo Yoga 500

Lenovo Yoga 500

Dan saat diuji dengan PCMark, Yoga 500 mendapatkan nilai 1.999, masih kalah dengan Yoga 3 yang mendapatkan nilai 2.354. 

Lenovo Yoga 500

Sayangnya, Lenovo Yoga 500 dan Yoga 3 memiliki satu kelemahan yang sama, yaitu masalah baterai. Baterai dari Yoga 500 hanya dapat bertahan kurang dari 4 jam. Saat dicoba menggunakan PCMark, baterai dari Yoga 500 hanya dapat bertahan selama 3 jam 36 menit. Untungnya, proses pengisian baterai dari Yoga 500 juga tidak memakan waktu yang terlalu lama. 

Untuk mengisi baterai dari 15 persen menjadi 100 persen, diperlukan waktu selama kurang lebih 2 jam meski Yoga 500 mengisi baterai sambil digunakan.

Lenovo Yoga 500


 

Fitur

Salah satu fitur yang ditanamkan oleh Lenovo di Yoga 500 adalah fitur VeriFace. Ia merupakan sistem pengenalan wajah. Jadi, selain dengan menggunakan password, Anda juga dapat membuat Yoga 500 mengenali wajah Anda untuk membuka kunci. 



Di VeriFace, Anda dapat memilih level keamanan, mulai dari rendah, menengah hingga tinggi. Semakin rendah tingkat keamanan yang Anda pilih, semakin cepat sistem akan mengenali wajah Anda, pada saat yang sama, semakin rendah pula tingkat akurasi pengenalan wajah.



Sebaliknya, jika Anda memasang pada level tinggi, maka waktu yang diperlukan sistem untuk mengenali wajah Anda akan semakin lama, tapi tingkat akurasi menjadi lebih tinggi.

Selain itu, fitur lain yang Lenovo tanamkan pada Yoga 500 adalah Motion Gesture. Fitur ini memungkinkan Anda untuk menggunakan gerakan tangan untuk melakukan sesuatu pada sebuah software. Misalnya, saat membuka foto, Anda dapat melambaikan tangan untuk menggeser ke foto berikutnya.


 

Kesimpulan

Dengan 4 mode, Lenovo Yoga 500 memiliki fungsi yang beragam. Ia dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan tapi ia juga dapat digunakan saat Anda hendak bersantai, untuk bermain game atau untuk menonton film misalnya. Performa cukup memuaskan, meski baterainya yang tidak awet merupakan sebuah kelemahan. Namun, setidaknya ia dapat mengisi baterai dengan cepat. 

Inilah spesifikasi dari Lenovo Yoga 500IBD.

 
  Lenovo Yoga 500IBD
Ukuran Layar  14 inci (1920 x 1080)
Prosesor Intel Core i5-5200U @2,2GHz
GPU NVIDIA GeForce 940M
RAM 4GB
Penyimpanan  1TB HDD
Dimensi  34 mm x 23,5 mm x 2,15 cm
Bobot 1,8 kg
Baterai 3 Cell, 45WH 
Harga Rp9.999.000


 

Lenovo Yoga 500 14IBD

 

8

  • Multifungsi
  • Ringan
  • Performa cukup memuaskan
  • Baterai yang cepat habis



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.