Review Laptop

ASUS VivoBook X505Z, Ryzen 3 Harga Rp6 Juta

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 03 Jan 2019 13:39 WIB
asushardwarereview laptop
ASUS VivoBook X505Z, Ryzen 3 Harga Rp6 Juta
ASUS VivoBook X505Z.

Jakarta: Di bulan Agustus lalu ASUS memboyong laptop terbarunya dari keluarga VivoBook yaitu ASUS VivoBook X505Z yang dibanderol sangat murah kantong yaitu Rp6.099.000 berbekal prosesor AMD Ryzen 3 2200U.

Medcom.id beruntung berkesempatan untuk menjajal laptop ini yang sebetulnya cukup menarik di pasar. Alasannya karena laptop ini rasanya sangat pas karena hadir dengan ukuran layar cukup besar dengan bobot ringan dan ramping.

Penilaian awal Medcom.id laptop ini sangta pas bagi kebutuhan pelajar dan mahasiswa maupun mereka yang membutuhkan laptop untuk kebutuhan komputasi sehari-hari.

 

Desain


ASUS VivoBook X505Z sebetulnya hadir dengan tampilan dan desain sederhana yang sudah biasa ditemukan pada laptop terjangkau dari ASUS tahun lalu. 

Bagian luar atau punggung layarnya memiliki permukaan yang sedikit glossy bermotif. Ketebalannya hanya 2,04 cm dengan bobot 1,5 kg, sehingga masih nyaman dibawa seharian.



Pada bagian dalam, disajikan layar berukuran 15,6 inci dengan bezel tipis 7,7 inci, beresolusi HD 1366x768 60Hz dengan fitur anti-glare alias tidak akan memantulan cahaya yang datang dan mengenai layar.

Meskipun hadir tanpat tombol khusus numpad, tapi ukuran keyboard ASUS VivoBook X505Z masih sangat lebar dan lega sehingga tergolong nyaman. Touchpad yang disediakan juga lebar dan ringan saat ditekan walaupun tidak tactile.



 

Fitur


Hadir dengan bodi yang ramping tidak membuat ASUS VivoBook X505Z kekurangan I/O Port.

ASUS VivoBook (X505Z) memiliki audio jack, satu port USB 3.0 Type-C, satu port USB 3.0 Type-A, dua port USB 2.0. serta satu port RJ45 LAN dan port HDMI. Konektivitasnya didukung modem WiFi 802.11 AC (2x2) dan Bluetooth 4.2.



Di sisi audio, ASUS masih membenamkan teknologi ASUS SonicMaster pada speaker stereo yang dimiliki laptop ini. Dari pengalaman Medcom.id menggunakan ASUS VivoBook (X505Z) untuk memutar konten video kualitas suaranya tetap jernih dan tidak pecah di volume paling tinggi sekalipun.

ASUS juga masih menanamkan fitur ASUS Battery Health Charging pada jajaran laptop terbarunya. Fitur ini mengelola pengisian baterai laptop ini pada tingkat berapa persen, tujuannya adalah menjaga agar usia baterai laptop tetap panjang dan dalam kondisi baik meskipun sering terhubung sumber lsitrik dalam waktu lama.



ASUS VivoBook X505Z sendiri juga sudah memiliki kemampuan fast charging, yang mampu mengisi kapasitas baterai hingga 60 persen dalam kurun waktu 60 menit.

 

Bagaimana Performanya?


ASUS VivoBook X505Z dibekali dengan prosesor entry level AMD Ryzen 3 seri 2200U dengan kartu grafis AMD Radeon Vega. Kapasitas RAM yang dibekali sebesar 4GB DDR4 dengan memori HDD 1TB.

Melihat spesifikasinya Medcom.id memang tidak menganjurkan game ini untuk memainkan game kelas AAA apalagi di kualitas grafis. Apabila pengguna ingin bermain game dengan laptop ini setidaknya game seperti CS:GO dan DOTA 2 masih bisa berjalan optimal.

Medcom.id menilai ASUS VivoBook X505Z lebih pas sebagai laptop untuk kebutuhan komputasi sehari-hari bagi kalangan pelajar. Hal ini terlihat dari skor pengujian untuk segmen laptop kelas mainstream.
 
Pengujian  PCMark 10 3DMark Sky Diver 3DMark Cloud Gate Cinebench R15 multi core Cinebench R15 single core
Skor 1.950 3.203 5.207 339 133

Sementara dalam pengujian daya tahan baterai, Medcom.id menggunakan simulasi dari PCMark 8 dengan jenis simulasi Work di tingkat kecerahan layar 50 persen. Tercatat daya tahannya hanya sekitar 2 jam 52 menit, tergolong singkat untuk sebuah laptop mainstream. Kemungkinan durasinya masih bisa bertambah signifikan apabila kecerahan layarnya dikurangi.


Kesimpulan
Melihat spesifikasinya ASUS VivoBook X505Z memang tergolong laptop kelas mainstream entry level apalagi dengan banderol Rp6 juta. Namun dari sisi value for price laptop ini akan sangat pas dengan kebutuhan kalangan pelajar dan mahasiswa.

ASUS VivoBook X505Z menyediakan laptop dengan ukuran layar 15 inci yang lega berkat bezel tipis tapi hadir dengan bodi yang ramping dan ringan. Meksipun menggunakan material plastik dan tampilan sederhana tapi tidak terlihat seperti laptop murah.

Mengingat laptop di kelas mainstream umumnya akan bermasalah di bagian baterai maka ASUS VivoBook X505Z sudah hadir dengan fitur yang mampu menjaga usia baterai lebih awet dibandingkan laptop lainnya.

ASUS VivoBook X505Z tergolong laptop yang cukup bagus di kelasnya pada harga Rp6 juta yang memang dari segi tampilan terlihat bahwa laptop ini bukan laptop mahal.
 
SPESIFIKASI ASUS VivoBook X505Z
Prosesor AMD Ryzen 3 2200U
RAM 4GB DDR4
Memori Internal 1TB HDD
Layar 15,6 inci HD (1366x768) 60Hz
GPU AMD Radeon Vega 3
Bobot 1,6kg
Dimensi 36,1 x 24,2 x 2,04 cm
Harga Rp6.099.000
 
 
8
ASUS VivoBook X505Z
Plus
  • Bodi ramping, bobot ringan
  • Layar 15 inci
  • Keyboard lega
  • Kapasitas memori internal dan RAM besar
Minus
  • Tampilan sederhana
  • Tidak memiliki backlit keyboard
  • Baterai



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.