Review Smartphone

Lenovo A6000, Penantang Xiaomi Redmi 2

Insaf Albert Tarigan    •    Jumat, 10 Apr 2015 11:17 WIB
review gadget
Lenovo A6000, Penantang Xiaomi Redmi 2
Lenovo A6000 dibanderol Rp1.499.000

Metrotvnews.com, Jakarta: Pecinta kuliner di Jakarta pasti sudah tak asing dengan martabak Pecenongan atau Gulai Tikungan di daerah Blok M. Dari kedua tempat itu, kita bisa belajar: produk apa saja yang laris pasti akan merangsang orang lain untuk menirunya, menawarkan sesuatu yang sama atau bahkan lebih baik. Akan tetapi sang pemula selalu unggul berkat reputasi dan kepercayaan konsumen. Bukankah itu pula yang kita lihat dalam persaingan Krusty Krab dan Chum Bucket?

Di pasar ponsel kelas bawah di Tanah Air, kita melihat upaya cetho welo-welo Lenovo membendung dominasi Xiaomi Redmi 2 dengan menawarkan produk dengan kualitas, spesifikasi, harga dan metode penjualan yang nyaris identik. Mereka menyebutnya Lenovo A6000.

Jika Anda dihadapkan pada dua produk yang nyaris sama dari segi apa pun, manakah yang Anda beli dan mengapa? Kemungkinan besar Anda akan memilih berdasarkan hal yang sangat subjektif: kepercayaan atau selera.

Tentu saja jika kita telisik lebih dalam, A6000 dan Redmi 2 pasti punya perbedaan kecil. Sebelum membandingkan keduanya, mari kita lihat dulu keistimewaan produk buatan Lenovo itu.
 

Desain

Desain Lenvo A6000 sedikit mirip dengan Vibe X2: layar dan bodinya tampak bertumpuk seperti kue lapis legit. Mereka menempatkan tiga tombol fisik di bagian bawah, tombol power dan volume di bagian kanan, serta microUSB dan jack audio di bagian atas.



Secara keseluruhan, tak ada yang istimewa dari desain A6000, kecuali dua Dolby Speaker di bagian bawah. Tetapi, terus terang, kualitas suaranya biasa saja saat saya mendengarkan musik dari YouTube. Entah mengapa, Lenovo sama sekali tak menyematkan notifikasi LED, sesuatu yang sangat penting bagi konsumen.

Layar Lenovo A6000 menggunakan teknologi IPS beresolusi 1280 x 720. Ia mampu menampilkan warna dan gambar secara lebih natural. Oh ya, ponsel ini juga menyediakan dua lubang kartu SIM. Satu kartu SIM khusus GSM, sedangkan satunya bisa digunakan utuk mengakses 4G LTE. Sayangnya, frekuensi LTE-nya adalah 800 / 1800 / 2100 / 2600. Dengan kata lain, belum bisa digunakan di Indonesia untuk saat ini.


Software & Antarmuka

Seperti Xiaomi, Lenovo mengembangkan sendiri antarmuka untuk produknya, Vibe UI. Desain antarmuka Lenovo dan Xiaomi memiliki persamaan, yakni meniadakan App Drawer. Dengan demikian, semua aplikasi yang terpasang di perangkat bisa Anda akses dengan menggeser layar beranda ke kiri.



Lenovo A6000 dilengkapi sejumlah aplikasi standar yang juga terdapat di produk ponsel Lenovo lainnya, baik dari kelas menengah maupun kelas atas. Aplikasi standar itu antara lain Security, SYNCit dan SHAREit. SYNCit sebenarnya layanan penyimpanan cloud untuk umum dari Lenovo. Ia tak eksklusif untuk pengguna ponsel Lenovo, tetapi juga Android dan iOS. SYNCSit memungkinkan Anda menyimpan data, termasuk daftar panggilan telepon ke penyimpanan cloud Lenovo, dan mengunduhnya kembali ketika Anda mengganti telepon.

Tampilan antarmuka Lenovo cukup bagus dan berjalan lancar di A6000 karena tak mengonsumsi banyak memory. Dibanding tampilan standar Android dari Google, seperti di ponsel Android One, saya lebih menyukai tampilan yang dibuat Lenovo.

Salah satu kelemahan antarmuka Lenovo adalah minim fitur untuk personalisasi. Koleksi wallpaper dan desain menu mereka sangat terbatas dan universal, tak ada rasa lokal. Lenovo perlu mempertimbangkan untuk membuka kesempatan bagi pengembang atau penggunanya setianya untuk membuat desain sendiri, seperti Xiaomi dan LG. Keterlibatan pengguna akan membuat mereka merasa bagian dari Lenovo, bukan sekadar konsumen biasa.
 

Kamera & Video

Di masa ketika selfie dan berfoto sudah jadi bagian hidup, keberadaan kamera di ponsel pintar tak bisa lagi sekadar pelengkap. Kualitasnya harus baik. Lenovo A6000 dilengkapi kamera belakang 8MP dan kamera depan 2MP. Kamera belakang juga sudah dilengkapi LED flash untuk memotret dalam keadaan minim cahaya. Saya sempat menggunakannya untuk memotret acara di dalam mal, dan hasilnya sedikit mengecewakan dan tak layak menjadi pelengkap artikel berita di situs ini.

Namun, jika dibandingkan dengan Xiaomi Redmi 2, kualitas foto Lenovo A6000 lebih bagus, baik dalam keadaan terang, minim cahaya dan selfie. Kami akan membahasnya dalam artikel terpisah. Berikut beberapa contoh foto Lenovo A6000.





Contoh foto dengan kamera depan:



Ketika merekam video, resolusi maksimal A6000 hanya 720, meski demikian ia bisa memutar video Full HD.
 

Performa & Baterai

Agar pengalaman penggunaan benar-benar nyata, saya memasang sebagian besar aplikasi yang biasanya saya gunakan di ponsel pribadi saya di Lenovo A6000. Beberapa aplikasi terpaksa tak dipasang karena ruang penyimpanan A6000 hanya 8GB, dan sebagian sudah terpakai untuk sistem operasi. Sebagai pelengkap, Lenovo menyediakan memori eksternal hingga 32GB.

Hasilnya, kinerja A6000 tergolong baik jika dibandingkan dengan harganya. Penggunaan prosesor Qualcomm Snapdragon 410 MSM8916 empat inti dan cip grafis Adreno 306 membuat performa A6000 setara bahkan lebih baik dibandingkan beberapa ponsel yang lebih mahal.

Agar lebih jelas, “baik” bukan berarti sangat lancar, kadang-kadang kinerjanya akan melambat jika kita membuka beberapa aplikasi sekaligus.

Performanya juga akan terasa tersendat manakala Anda bermain game kelas berat. Seperti biasa, kami menggunakan Asphalt 8: Airbourne untuk menguji performa Lenovo A6000. Kesimpulannya, Lenovo A6000 tak mampu memainkan game ini dengan baik pada pengaturan layar Medium dan High. Asphalt 8: Airbourne baru bisa dimainkan dengan lancar jika grafisnya diatur Low dan Very Low. Berikut performanya ketika memainkan Asphalt 8 dengan grafis Medium dan High.



Jika ditelisik lebih dalam, grafis Medium dan High Asphalt 8: Airbourne rupanya memaksa Adreno 306 hingga bekerja 100 persen, seperti Anda lihat di bawah ini. Saat diukur dengan PCMark, performa A6000 tergolong tinggi di kelasnya, demikian juga dengan hasil dari 3DMark.









Bagaimana dengan daya tahan baterainya? Di atas kertas, daya tahan baterai Lenovo A6000 sebesar 2.300mAh dapat bertahan hingga 8 jam penggunaan normal: membuka web, memutar video dan mengedit tulisan. Baterainya juga mampu bertahan 5 sampai 6 jam ketika digunakan bermain game berat sekelas Asphalt 8: Airbourne.

Sayangnya, kami tak berhasil menguji daya tahan baterai menggunakan PCMark karena aplikasi selalu error di tengah jalan.
 

Kesimpulan

Tak perlu diragukan, Lenovo A6000 adalah salah satu ponsel kelas bawah paling menarik di pasar saat ini. Spesifikasi, harga, performa dan layanan purnajual Lenovo yang sudah sangat mapan adalah keunggulan utamanya. Sayangnya, tak mudah mendapatkannya dengan harga normal karena "Flash Sale" tak berlangsung tiap hari.

 
  Lenovo A6000
Prosesor Qualcomm Snapdragon 410 @1,2 GHz quad-core
RAM 1 GB
OS Android 4.4.4 KitKat
GPU Adreno 306
Memori Internal 8 GB
Kamera 8 MP (belakang), 2 MP (depan)
Dimensi 141 mm x 70 mm x 8.2 mm
Bobot 128 gram
Baterai Removable 2300 mAh battery
Layar 5,0-inchi IPS Panel 1280 x 720 pixel (294ppi)
Konektivitas GSM 900 / 1800 / 1900
HSDPA 2100
LTE 800 / 1800 / 2100 / 2600
Harga Rp1.499.000



(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.