Review Smartphone

Samsung Galaxy S7 Edge, Lebih Baik dari yang Kami Harapkan

Insaf Albert Tarigan    •    Selasa, 24 May 2016 13:59 WIB
review gadget
Samsung Galaxy S7 Edge, Lebih Baik dari yang Kami Harapkan
Samsung Galaxy S7 Edge menawarkan desain unik dan performa menawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hampir setahun sesudah mengulas Samsung Galaxy S6 Edge, kami kembali membedah penerusnya, Galaxy S7 Edge. Apakah perbedaan keduanya?


Desain

Samsung meluncurkan Galaxy S7 Edge berbarengan dengan Galaxy S7. Perbedaan antara Samsung Galaxy S7 dan pendahulunya tak terlalu signifikan, berbeda dengan Galaxy S7 Edge yang mengalami beberapa perubahan menyolok dari Galaxy S6 Edge.

Pertama, ukuran layar Galaxy S7 Edge kini lebih besar menjadi 5,5 inci dari sebelumnya 5,1 inci. Layar tersebut sangat enak dipandang karena jernih, resolusinya mencapai quad HD dan menggunakan layar Super AMOLED yang menampilkan warna lebih tajam. Foto dan video Anda akan tampak lebih indah di perangkat ini dibandingkan dengan ponsel lain.



Walau termasuk besar, kita akan merasa nyaman menggenggam Galaxy S7 Edge karena bodinya termasuk paling tipis dibanding ponsel lain di kelasnya. Selain itu, bodi belakangnya juga dibalut kaca melengkung agar tidak licin saat dipegang. Sayangnya, bodi kaca dan agak berkilau ini gampang sekali kotor karena cap tangan Anda.

Kedua, Galaxy S7 Edge sudah mengantongi sertifikat kedap debu dan air. Artinya, Anda bisa tetap mengoperasikan telepon, sekalipun tangan dalam keadaan basah atau saat diguyur hujan. Dengan demikian, Sony Xperia bukan lagi menjadi pemain tunggal untuk kategori ponsel kelas atas dengan daya tahan terhadap air dan debu.

Ketiga, Samsung kembali menghadirkan dukungan MicroSD untuk Galaxy S7 Edge. Ruang penyimpanan 32GB sebenarnya sudah cukup besar bagi rata-rata pengguna, tetapi mereka yang menginginkan penyimpanan tambahan, kini bisa memanfaatkan memori eksternal.



Keempat, daya baterai Galaxy S7 Edge meningkat cukup signifikan dibanding S6 Edge, dari 2.600mAh menjadi 3.600mAh.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai desain Samsung Galaxy S7 Edge yang otentik, elegan, unik, dan lain dari yang lain. Walau demikian, seperti kesimpulan saya ketika menguji pendahulunya, secara pribadi saya masih lebih menyukai desain S7 Edge. Kebiasaan saya menggunakan telepon genggam dalam kehidupan sehari-hari masih lebih cocok dengan desain konvensional.


Software & Antarmuka

Usaha Samsung untuk membuat antarmuka buatannya, TouchWiz, seminimalis mungkin, patut kita apresiasi. Mereka tak menjejali Galaxy S7 Edge yang menjalankan Android 6.0 Marshmallow dengan banyak aplikasi bawaan pabrik.
 
Pengguna ponsel ini pastilah cukup pintar untuk memilih sendiri aplikasi yang mereka butuhkan. Anda masih bisa mengubah tema beranda dengan beragam pilihan di Theme Store.
 
Fitur baru yang cukup menarik di Galaxy S7 Edge adalah always-on display mode dan Game Launcher. Always-on yang aktif secara default, akan membuat layar ponsel ini tetap menampilkan informasi, walau Anda memencet tombol power untuk membuatnya siaga. Informasi itu, misalnya, waktu, tingkat baterai, kalender dan foto.
 
Sementara itu, di bagian Edge Screen, Samsung memperkaya fitur ini agar bisa menampilkan lebih banyak informasi, seperti nomor kontak, berita, aplikasi, hasil pertandingan olahraga, dan informasi cuaca. Akan tetapi, selama pengujian sekitar satu bulan, saya sangat jarang sekali menggunakan fitur Edge screen. Saya lebih sering mengaktifkannya secara tak sengaja, misalnya tersentuh telapak tangan ketika membaca artikel.


 
Adapun Game Launcher, seperti namanya, berguna ketika Anda bermain game. Ia mengumpulkan semua game Anda ke dalam satu tempat dan Anda bisa menonaktifkan notifikasi, merekam gameplay, dan mengaktifkan power-saving ketika sedang bermain. Menurut saya, fitur ini cukup berguna agar kita tak terganggu ketika sedang ingin fokus bermain game.
 

Kamera & Video

Tak bisa dimungkiri, kamera adalah salah satu fitur terpenting dalam ponsel pintar masa kini. Samsung membekali Galaxy S7 Edge dengan kamera yang sangat baik.
 
Sebagai jurnalis, saya sangat terbantu dengan kamera S7 Edge yang cepat menangkap fokus dan bisa memotret banyak frame sekaligus, tanpa pernah tersendat.
 
Keunggulan kamera S7 Edge sangat terasa ketika kita hendak memotret momen sekilas. Kecepatannya jauh di atas ponsel lain yang pernah saya coba, termasuk yang menggunakan RAM 4GB sekalipun.
 
Hasilnya fotonya juga tergolong terbaik yang pernah saya lihat, baik dalam keadaan minim cahaya maupun saat kondisi cerah. Resolusi kamera belakang Galaxy S7 Edge sebenarnya lebih kecil dari pendahulunya, turun dari 16MP menjadi 12MP, sedangkan kamera depan tetap 5MP.


 
Meski demikian, kualitas foto yang dihasilkan S7 Edge justru lebih bagus dari pendahulunya. Kameranya juga dilengkapi optical image stabilization jika Anda hendak merekam video.

Menurut Samsung, rahasia keunggulan kamera S7 Edge di antaranya terletak pada penggunaan teknologi dual-pixel autofocus, yang terinspirasi dari kamera DSLR. Jadi, ia bisa dengan cepat menangkap dan menyesuaikan fokus ketika objek bergerak. Galaxy S7 Edge juga memungkinkan Anda untuk menyimpan foto dalam format RAW.





Sebagai tambahan, Samsung menambahkan fitur Motion Photo, yang mirip dengan Live Photos pada iPhone. Jika fitur ini diaktifkan, kamera akan merekam video klip singkat sebelum Anda menjepret gambar. Gunanya, Anda bisa mengetahui momen beberapa saat sebelum memotret sesuatu. Hasilnya bisa dibagikan dalam bentuk foto maupun video.





Secara keseluruhan, kamera Samsung Galaxy S7 Edge adalah salah satu yang terbaik yang pernah kami uji. Kita bisa mengaktifkannya dengan memencet tombol Home dua kali, dan ia akan dengan sangat cepat menangkap fokus.



Bagi penggemar selfie, kamera depan Galaxy S7 Edge sangat mumpuni, terutama dalam memperhalus wajah. Kita juga bisa memanfaatkan fitur wide lens untuk memotret diri bersama sekelompok teman.


 

Performa & Baterai

Samsung Galaxy S7 Edge ditenagai prosesor Exynos 8 Octa Core, GPU Mali-T880 MP12, RAM 4GB dan menjalankan sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow. Performanya tak perlu diragukan, baik untuk multitasking maupun menjalankan game kelas atas.

Berdasarkan pengukuran kami, Galaxy S7 Edge merupakan salah satu ponsel Android paling powerful saat ini.
Daya tahan baterai Galaxy S7 Edge naik dibanding pendahulunya, dari 2.600mAh menjadi 3.600mAh. Hasilnya, saat diukur dengan PCMark for Android, ponsel ini mampu bertahan hingga 11 jam 32 menit, naik dari generasi sebelumnya yang 7 jam 6 menit.






 

Kesimpulan

Pengalaman menggunakan Samsung Galaxy S7 Edge adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya alami. Tak banyak pesaing yang bisa menawarkan desain elegan dan khas, fitur canggih serta kamera berkualitas dunia.

 
  Samsung Galaxy S7 Edge
Prosesor Samsung Exynos 8890 @2,6 GHz octa-core
RAM 4GB
OS Android  6.0 Marshmallow + TouchWiz UI
GPU Mali-T880
Memori Internal 32GB
Kamera 12MP (belakang), 5MP (depan)
Dimensi 150,9 x 72,6 x 7,7 mm
Bobot 157 gram
Baterai 3.600 mAh
Layar 5,5 inci Quad HD (2560 x 1440)
Harga Rp10 jutaan
 
 

Samsung Galaxy S7 Edge

 

9+

  • Desain Menawan
  • Kamera mumpuni
  • Baterai tahan lama
  • Performa andal
  • Bodi mudah terlihat kotor



(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.