Review Tablet

Acer Predator 8, Gaya dan Performa Gaming

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 12 Oct 2016 23:04 WIB
review gadget
Acer Predator 8, Gaya dan Performa Gaming
Acer Predator 8

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat ini berbagai perangkat dengan label gaming kian merajalela. Perangkat tersebut tidak terdiri dari mouse, headset, atau keyboard gaming saja. Laptop gaming dan PC khusus untuk gaming juga telah banyak dijual di pasar, termasuk di Indonesia. Namun, apakah Anda pernah mendengar istilah "tablet gaming"?

Acer yang memiliki tablet khusus yang masuk ke dalam jajaran produk gaming Predator. Tablet gaming yang juga bernama Acer Predator 8 ini tampil secara eksklusif dengan desain, dan fitur khusus untuk menunjang kegiatan bermain game.

Tampilan khas gaming

Tablet Acer Predator 8 hadir dengan desain khas gaming. Bodinya memiliki banyak bentuk menyudut dengan kombinasi warna merah, abu-abu, dan hitam yang merupakan ciri khas dari jajaran produk gaming Predator dari Acer. Desain bodi Predator 8 juga sangat nyaman ketika digunakan untuk bermain game.



Predator 8 terasa nyaman digenggam di beberapa skenario penggunaan ketika bermain game seperti mode landscape. Hal tersebut dikarenakan adanya lekukan di antara dua speaker di bagian sisi atas dan bawah tablet ini. Lekukan tersebut sangat pas digunakan sebagai sarana untuk menggenggam tablet pada mode landscape.

Berbicara mengenai speaker, Predator 8 dilengkapi bukan dengan satu atau dua speaker. Tablet gaming ini hadir dengan empat speaker yang bisa mereplikasi efek surround sound dengan sangat baik. Speaker ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa pengguna Predator 8 bisa betah bermain game.



Predator 8 memang masih menggunakan sistem operasi Android Lollipop dan hingga saat ini masih belum mendapatkan update. Namun, ia masih sangat cukup mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi yang ada saat ini. 

Satu lagi yang cukup menarik adalah antarmuka pada Predator 8 yang sedikit berbeda dengan versi asli Android Lollipop. Acer sepertinya telah sedikit merombak antarmuka pada Predator 8 sehingga memiliki tampilan yang lebih bernuansa gaming. Beberapa ikon juga telah berubah terutama ikon untuk folder yang tampilannya lebih futuristik.



Kamera hanya pelengkap

Acer Predator 8 memang dilengkapi dengan kamera seperti tablet Android pada umumnya. Namun, kamera pada tablet ini tidak secanggih kamera ponsel atau kamera tablet yang lain. Karena hanya dilengkapi dengan kamera beresolusi 5MP (belakang) dan 2MP (depan), hasil jepretan menggunakan Predator 8 tergolong tidak memuaskan.



Namun kami tidak protes mengenai hal tersebut, karena pada dasarnya Predator 8 merupakan tablet untuk keperluan gaming, bukan fotografi. Keberadaan kamera tersebut juga sudah sangat mumpuni untuk sekadar memindai QR Code atau melakukan video call.

Performa hebat dengan sedikit masalah

Berbicara mengenai performa, Predator 8 boleh dikatakan sebagai tablet dengan performa yang tinggi. Hal tersebut wajar karena sekali lagi ia memang dirancang untuk digunakan bermain game. Berbagai game yang menuntut performa tinggi yang ada di Android, seperti Asphalt 8 Airborne, FIFA `5, dan Need For Speed No Limits, dapat berjalan dengan sangat baik.

Performa yang kencang juga dapat dilihat dari hasil pengujian sintesis yang kami lakukan pada tablet ini. Saat diuji menggunakan 3DMark Ice Storm, Predator 8 berhasil meraih skor maksimal (Maxed Out) di dua mode pengujian, yaitu Basic dan Extreme. Sedangkan di mode Unlimited ia mampu meraih skor 26.659 poin.



Di pengujian menggunakan PCMark, Predator 8 berhasil meraih skor 4.232 poin. Sebuah skor yang tergolong tinggi karena rata-rata tablet yang kami uji hanya memiliki skor yang berkisar antara 2.000 hingga 3.000 poin, contohnya Xiaomi Mi Pad yang hanya mampu meraih skor 2.911 poin.

Sayangnya, ada beberapa masalah mengenai kompabilitas aplikasi dengan tablet ini. Game XCOM: Enemy Within misalnya. Game tersebut tidak bisa berjalan secara semestinya dan hanya menampilkan layar hitam saja.

Setelah kami cari tahu, rupanya game tersebut tidak mendukung prosesor yang digunakan di Predator 8, yaitu Intel Atom x7-Z8700.



Sejauh ini, kami memang baru menemukan satu game yang tidak bisa berjalan dengan semestinya di Predator 8. Namun, tidak menutup kemungkinan ada game atau aplikasi lain yang bisa mengalami hal serupa.

Baterai juga merupakan isu yang agak mengganggu di Predator 8. Ketika diuji menggunakan PCMark Battery, tablet ini mampu bertahan selama 5 jam 31. Artinya jika aktif dipakai bermain sampai baterai habis, ia mampu menemani Anda selama kurang lebih 5,5 jam. Konsumsi baterai akan lebih boros ketika keempat speaker ini terpakai. Secara keseluruhan, kapasitas baterai berbanding tegak lurus dengan daya tahan yang ditawarkan.



Kesimpulan

Acer Predator 8 merupakan tablet yang bisa dikatakan sangat bertenaga. Bodinya memang tidak seramping iPad Air 2 atau bahkan ASUS Nexus 7 yang biasa kami gunakan untuk menguji game, namun ia masih sangat nyaman untuk digenggam berkat desainnya yang ergonomis.

Satu hal yang paling menarik dari Predator 8 adalah speaker. Predator 8 memiliki empat speaker yang mampu menghadirkan suara tidak hanya kencang, tapi juga sangat jernih. Ini membuat sesi bermain game atau menonton film menjadi lebih menyenangkan. Layarnya juga sangat responsif dan sangat berguna ketika digunakan untuk bermain game, terutama game yang memerlukan refleks seperti game rythm.



Sayangnya, Predator 8 memiliki sedikit masalah di kompabilitas terhadap beberapa aplikasi.
 
  Acer Predator 8
Prosesor Intel Atom x7-Z8700
RAM 2GB
OS Android 5.1
GPU Intel HD Graphic
Memori Internal 32GB
Kamera 5MP (belakang), 2MP (depan)
Dimensi 217,9 x 127 x 8,6 mm
Bobot 353,8 gram
Baterai 4.420 mAh
Layar 8 inci 1920x1200 pixel
Harga Rp5.599.000

Acer Predator 8

 

8

  • Tampilan khas gaming
  • Performa tinggi
  • Speaker jernih dan kencang
  • Ergonomis
  • Beberapa aplikasi tidak kompatibel
 



(MMI)