Review Smartphone

Huawei P20 Pro, Salah Satu Ponsel Terbaik 2018

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 28 Jun 2018 23:00 WIB
huaweireview gadget
Huawei P20 Pro, Salah Satu Ponsel Terbaik 2018
Huawei P20 Pro

Jakarta: Huawei secara resmi mengumumkan ponsel premiumnya untuk pasar Tanah Air, Huawei P20 Pro. Ini adalah kali kedua meluncurkan produk kelas atas di Indonesia, setelah sebelumnya mereka meluncurkan Huawei P9 dua tahun silam.

Perusahaan asal Tiongkok ini kembali menawarkan beberapa inovasi dalam seri ponsel yang selalu menggandeng Leica sebagai merek kamera ternama. Apa yang menarik adalah Huawei hanya membawa varian P20 Pro untuk Indonesia, tanpa versi standarnya yang hanya menggunakan dua kamera.

Seperti yang sudah diberitakan, Huawei P20 Pro adalah ponsel yang mengadopsi tiga kamera belakang. Apa yang ditawarkan Huawei melalui P20 Pro? Apakah tiga kamera benar-benar memberikan kualitas foto yang dijanjikan? Berikut ulasan Medcom.id.

 

Desain

Pada umumnya, ponsel premium memiliki ukuran yang cukup besar dibanding ponsel di kelas lainnya. Hal ini juga berlaku pada Huawei P20 Pro. Dimensi 155 x 73.9 x 7.8 mm membuatnya terlihat memanjang ketimbang melebar. Ini cukup terasa ketika memegangnya dengan satu tangan, tetapi selama penggunaan tidak ada gangguan yang berarti, bahkan ketika sudah menggunakan casing tambahan.

Bobotnya 180 gram masih juga tergolong proporsional. Saya terbiasa menyimpan ponsel di saku celana, dan Huawei P20 Pro tidak memiliki masalah terhadap ruang di saku, seperti saat menggunakan ponsel dengan dimensi yang lebih kecil.

Saya tidak sabar untuk membicarakan desain belakang Huawei P20 Pro. Seperti yang sudah beredar di internet, Huawei P20 Pro menggunakan desain kamera yang revolusioner. Tiga kamera berada di sisi kiri atas, memanjang ke bawah. Memang mirip ponsel lain, tetapi tidak ada yang menyematkan lensa ketiga.



Dua lensa utama terpasang dalam satu bingkai, sementara satu kamera lagi punya bingkai sendiri, ditemani LED flash. Bukan hanya terpasang dalam posisi portrait, Huawei P20 Pro menekankan pengalaman penggunaan pada mode landscape. Hal ini terlihat dari penyematan merek Huawei pada posisi horisontal.

Bodi belakang Huawei P20 Pro dirancang berkilau. Unit pengujian Medcom.id menggunakan warna biru, yang membuatnya selalu mengkilap seperti melihat kaca. Desain seperti ini terbilang bagus karena akan membuat ponsel mudah dikenali. Satu kelemahannya adalah material seperti ini mudah kotor, baik oleh debu maupun sidik jari.

Mungkin ini bukan masalah besar, dan sebagian pengguna tetap akan membelinya. Jangan terlalu khawatir karena Huawei P20 Pro punya casing transparan tambahan dalam paket penjualannya. Kualitas casing ini juga lumayan bagus.



Membicarakan layar, Huawei P20 Pro adalah ponsel yang menyematkan poni dan mengusung konsep layar bezel-less. Layar 6,1 inci dengan rasio layar ke bodi 82 persen masih menyediakan sedikit ruang di sisi bawah. Huawei menanamkan pemindai sidik jadi pada sisi yang tersisa ini.

Sementara tiga tombol utama menyatu dengan layar, yang bisa menghilang secara otomatis saat menjalankan aplikasi. Tampilan visual memang lebih besar dan memanjang, dan ternyata ini tepat saat dipakai menonton film dan bermain game.

Untuk antarmukanya, Huawei P20 Pro hanya menyediakan port USB Type-C, yang diapit dua lubang speaker. Ya, ponsel ini tidak punya port jack audio 3,5mm. Huawei mengantisipasi hal ini dengan menyediakan adapter khusus dalam paket penjualan.

Slot kartu SIM terdiri dari dua buah, tanpa dukung MicroSD. Ini dinilai wajar mengingat kapasitas memori internalnya yang sudah 128GB. Ada juga pemancar infra merah di pinggir atas untuk dukung fungsi pengendali perangkat lain.

 

Software & Antarmuka

Huawei P20 Pro menanamkan sistem operasi Android 8.1 Oreo dengan antarmuka EMUI 8.1. EMUI merupakan salah satu antarmuka yang cukup ringan jika diadu kompetitor. Huawei tidak memberikan banyak perubahan yang membuat operasional lebih lambat. EMUI fokus pada penyediaan fungsi eksklusif melalui Settings.

Tentu saja antarmuka ini punya desain ikon yang khas, tetapi dibuat semirip mungkin dengan gaya bawaan Android, sehingga pengguna tidak perlu beradaptasi ulang ketika mencari aplikasi esensial, seperti kamera atau daftar kontak.

Secara fungsi, EMUI 8.1 pada Huawei P20 Pro menawarkan beberapa gestur khusus. Mengusap layar ke bawah akan menampilkan kolom khusus pencarian. Ada juga pengaturan untuk tampilan animasi pergeresan panel. Sesuai OS, menahan tombol Home akan mengaktifkan fungsi Google Assistant.



Antarmuka ini menyediakan menu drop-down, dan ukuran layar yang memanjang membuat penggunanya bisa menampilkan aplikasi lebih banyak dalam satu layar. Pengguna juga bisa merapikan tampilannya dengan menciptakan folder khusus untuk kategori aplikasi tertentu. Jika merasa diperlukan, EMUI tetap mempunyai pilihan untuk memasang drop-down.

Huawei P20 Pro juga bisa menghilangkan poni dalam pengaturan Display. Ini cocok untuk konsumen yang lebih suka dengan ponsel layar bergaya lama. Satu hal yang cukup menarik adalah kemampuan untuk mengatur elemen warna layar secara spesifik.

Huawei P20 Pro menyediakan pilihan warna natural, yang bisa menampilkan warna putih secara akurat. Mematikan fungsi ini akan membuat layar menampilkan warna putih yang cenderung kuning. Pengaturan lebih spesifik diakomodir lewat menu Color Mode & Temperature.



Untuk status baterai juga cukup rinci. Huawei P20 Pro mampu menampilkan statistik penggunaan daya secara akurat, seperti sudah berapa kali mengakses kamera, berapa lama menggunakan Wi-Fi, atau berapa kali pengguna mengaktifkan layar.

Semuanya dirangkum dalam bentuk grafik yang mudah dipahami. Sebagai ponsel berbaterai besar, EMUI 8.1 juga menyediakan pengaturan optimalisasi baterai dengan menyediakan rekomendasi terbaik untuk memaksimalkan operasional. Ini memang sangat berguna ketika sisa daya baterai 20 persen.

 

Kamera & Video

Huawei P20 Pro tetap menggunakan teknologi Leica untuk kamera belakang. Tiga kamera yang terpasang terdiri dari 40MP RGB aperture f1.8, 20MP monokrom aperture f1.6, dan 8MP RGB aperture f2.4. Ketiganya memang punya fungsi berbeda sehingga warna foto bisa lebih akurat.

Salah satu ciri khas ponsel Huawei seri P yang mengadopsi teknologi Leica adalah kehadiran lensa khusus untuk warna hitam putih, yang selama ini menjadi kemampuan utama Leica. Sementara kehadiran lensa ketiga adalah untuk menopang kemampuan zoom agar foto tetap punya kualitas yang baik saat diperbesar.

Sesuai kualitasnya, Huawei P20 Pro bisa menghasilkan jepretan yang sangat baik. Ini berlaku ketika mengambil foto dalam cahaya mencukupi seperti di pagi atau siang hari (kondisi cuaca cerah), atau pada malam hari yang mengandalkan cahaya lampu.

Huawei P20 Pro mampu menghasilkan foto yang jernih dan akurat, termasuk elemen warna yang digunakan lebih natural ketimbang pesaingnya. Sama sekali tidak muncul noise yang biasanya tetap muncul dalam ISO tinggi, sekalipun cahaya yang diperlukan lebih dari cukup.







Salah satu aspek yang diunggulkan Huawei adalah kehadiran kecerdasan buatan melalui prosesor Kirin pada Huawei P20 Pro. Kecerdasan buatan ini bisa menyempurnakan elemen objek yang tadinya tidak tertangkap sempurna, tanpa memberikan sentuhan yang terkesan palsu. Ini biasanya terlihat ketika merekam foto dari objek yang posisinya cukup jauh.

Kecerdasan buatan ini juga bisa memprediksi beberapa objek yang bisa memberikan fokus lebih akurat, sehingga hasil foto lebih baik. Contohnya, kamera akan mendeteksi kucing sebagai objek ketika tertangkap kamera. Beberapa objek yang bisa dikenali dengan baik adalah kucing, anjing, langit, manusia, panggung, teks atau tulisan, jarak dekat, dan lain-lain.



Begitu juga ketika merekam foto di malam hari, Huawei P20 Pro bisa memanfaatkan pencahayaan dari objek sekitar. Ditambah dengan kecerdasan buatan, beberapa objek buram yang tertangkap bisa direkam lebih baik tanpa ada kesan bahwa sentuhan tersebut palsu.

Saya mencoba mengambil foto di malam hari, yang kondisinya dipenuhi kendaraan yang mengeluarkan cahaya lampu depan. Hasil fotonya tetap tajam dan akurat, seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini.





Beberapa kemampuan lain kamera belakang Huawei P20 Pro dalam merekam foto adalah menciptakan film singkat dengan menangkap objek yang sedang bergerak. Ada juga mode long exposure yang bisa menangkap dan menghimpun semua aspek cahaya dalam keadaan gelap untuk menciptakan perekaman foto dalam kondisi sangat buram.

Menggunakan mode Pro akan memberikan akses perekaman foto dalam format RAW. Pengguna juga bisa merekam dalam mode Portrait jika ingin mendapatkan efek Bokeh.

Kamera depan Huawei P20 Pro menawarkan kualitas 24MP. Beberapa fungsi yang ada di kamera belakang juga bisa dipakai kamera depan, seperti mode Portrait dan video. Kamera depan ini tentunya menyediakan fitur Beautify, dengan parameter 1-10. Kamera depan ini tetap bisa merekam objek yang bergerak untuk menjadi film singkat.



Satu hal yang menjadi pembeda dengan kamera depan produk kompetitor adalah hasil foto yang termasuk bagus, dengan sentuhan detil objek yang akurat untuk sebuah kamera depan. Selain itu, sensor kamera depan akan memberikan pencahayaan lebih secara otomatis ketika ada objek yang ditangkap.

Video adalah satu kemampuan berikutnya yang ingin dipamerkan Huawei P20 Pro. Kamera belakangnya bisa merekam video resolusi 2160p 30fps, 1080p 30fps atau 60fps, dan 720p mencapai 960fps. Ada fungsi stabilizer saat merekam video pada resolusi 1080p, yang membuat perekaman tidak goyang sekalipun bergerak.

Sementara kemampuan merekam 960fps pada resolusi 720p bisa didapatkan pada mode Slow Motion. Ya, Huawei P20 Pro bisa merekam video dalam gerakan lambat pada kecepatan 960fps. Artinya, efek seperti cipratan air atau gerakan rambut dapat direkam lebih pelan dan akurat.

 

Performa & Baterai

Huawei P20 Pro menggunakan prosesor Kirin 970 dengan RAM 6GB dan memori 128GB. Besarnya RAM dan kapasitas penyimpanan tentunya sudah lebih dari cukup untuk mendukung aktivitas penggunanya. Kirin 970 merupakan prosesor mandiri buatan Huawei, yang menekankan kemampuan kecerdasan buatan.

Saya menggunakan aplikasi PC Mark dan 3D Mark. berhubung tidak banyak ponsel di kelas yang sama yang hadir di pasar Indonesia, saya mencoba membandingkan performanya secara angka dengan Samsung Galaxy S9+. Pada grafik di bawah ini terlihat bahwa Huawei P20 Pro dengan Kirin 970 lebih unggul, baik dalam uji kualitas visual maupun kalkulasi.



Untuk penggunaan sehari-hari dengan skenario mengakses aplikasi media sosial atau memutar film pada resolusi 4K, Huawei P20 Pro bisa menjalankannya dengan baik. Operasional ketika pertama kali dinyalakan juga tergolong cepat, sekalipun telah banyak aplikasi yang memerlukan aktivitas di balik layar.

Tidak ada lag atau panas, termasuk saat bermain game PUBG Mobile. Game ini bisa dijalankan pada pengaturan grafis tertinggi, dan Anda tidak akan menemukan penurunan frame rate dari 60fps.

Sementara untuk baterainya, Huawei P20 Pro punya kapasitas 4.000 mAh, yang bisa membuatnya bertahan seharian penuh dalam menjalankan aktivitas berat. Selama tiga minggu, saya menggunakannya dengan skenario secara intensif mengakses Facebook, bermain game kelas berat, menonton Netflix, dan berselancar di internet.



Menemani aktivitas mulai dari berangkat bekerja sampai pulang malam hari, baterainya masih menyisakan daya sekitar 48 persen. Selama penggunaan, tentunya banyak aplikasi yang berjalan di balik layar. Seringkali aplikasi tersebut mengakses internet dalam intensitas yang lumayan banyak.

Satu kelebihan berikutnya yang saya lihat pada Huawei P20 Pro adalah kemampuan speaker yang murni mendukung Dolby Atmos. Kualitas audio yang dihasilkan tergolong sangat baik untuk sebuah smartphone. Volume suara juga lebih besar dan mampu memberikan detail audio yang cukup jernih.

Saat menonton film, speaker bisa menghasilkan sumber suara yang akurat. Ini berkat peran speaker pada sisi atas yang juga aktif. Dengan begitu, asal suara bisa lebih akurat mengikuti film yang diputar. Ini juga berlaku saat bermain game, tetapi perlu diingat bahwa game tersebut juga harus sudah mendukung efek surround.


Kesimpulan
Huawei P20 Pro adalah salah satu smartphone terbaik di kelas premium yang hadir tahun 2018. Kamera berkualitas tinggi yang mampu menghasilkan detail warna dan objek secara akurat, baik ketika siang hari atau malam hari membuatnya bisa menjadi pilihan utama konsumen yang gemar fotografi. Software dukungan untuk kamera juga punya banyak pilihan yang memberikan keleluasaan ketika ingin merekam momen dengan selera yang berbeda.

Antarmuka juga menjadi faktor pendukung utama Huawei P20 Pro. Banyak fitur yang disajikan untuk mempercantik tampilan layar depan. Ada juga beberapa akses yang membuat penggunannya lebih personal ketika menggunakan Huawei P20 Pro, seperti penyematan elemen warna yang ditampilkan, sampai manajemen baterai yang lumayan terperinci. Tidak lupa juga dukungan poni yang membuat tampilan smartphone lebih canggih.

Harga Rp11.999.000, membuat Huawei P20 Pro sebagai ponsel premium yang cukup kompetitif di pasar. Informasi tambahan, harga ini lebih murah dari versi global, sekitar Rp16 juta. Oleh karena itu, Anda yang sedang mencari ponsel premium dengan kemampuan kamera, desain, dan performa yang keren, layak membeli Huawei P20 Pro.
 
  Huawei P20 Pro
Prosesor Kirin 970
RAM 6GB
OS Android 8.1 Oreo + EMUI 8.1
Memori Internal 128GB
Kamera Belakang 40MP + 20MP + 8MP (belakang, 24MP (depan)
Baterai 4.000 mAh
Layar 6,1 inci 2240 x 1080 piksel
Harga Rp11.999.000
 
 
9.5
Huawei P20 Pro
Plus
  • Desain keren
  • Kualitas kamera terbaik di kelasnya
  • Harga kompetitif di segmen premium
  • Pengisian baterai cepat
  • Kapasitas 128GB
Minus
  • Bodi belakang disarankan pakai pelindung tambahan
 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.