Review Headphone

Sennheiser HD 599, Si Besar nan Merdu

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 08 Jun 2017 16:08 WIB
sennheiserreview peripheral
Sennheiser HD 599, Si Besar nan Merdu
Sennheiser HD 599.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mendengarkan musik kian menjadi aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Hal ini turut mendorong tingkat kebutuhan manusia terhadap perangkat pendukung berupa headphone.

Produsen headphone pun mencoba menghadirkan berbagai perangkat guna memenuhi kebutuhan konsumen, tidak terkecuali Sennheiser. Sebagai pemain lama di ranah ini, Sennheiser mencoba menghadirkan perangkat dengan kualitas suguhan audio yang baik, namun tidak keberatan dengan juntaian kabel melalui Sennheiser HD 599.

Secara desain, mungkin perangkat ini lebih ditujukan untuk penggunaan di dalam ruangan atau tidak mengharuskan perangkat turut serta dalam aktivitas konsumen yang mobile. Hal ini terlihat pada desain tanpa dukungan kemampuan dilipat yang diusung oleh perangkat ini.

Meskipun demikian, bobot headphone ini tergolong ringan sehingga memungkinkannya dibawa serta di dalam tas saat bepergian. Sementara itu, Sennheiser HD 599 juga mengusung bodi besar dan tebal, serta dengan desain earcup over-the-ear.



Desain over-the-ear ini mendukung kemampuannya dalam mengurangi gangguan suara dari lingkungan sekitar, meski tidak berbekal teknologi noise cancelling aktif. Bantalan pada kedua earcup tersebut juga cukup nyaman dan empuk, memungkinkan headphone digunakan dalam jangka waktu lama tanpa terganggu rasa sakit pada daun telinga.

Kenyamanan juga dihadirkan oleh bagian headband yang juga dibekali dengan busa bantalan, mencegah puncak kepala terasa sakit akibat terkena bahan headband dalam jangka waktu lama.

Tidak hanya menyuguhkan kenyamanan berkat balutan bahan serupa kulit yang tidak licin saat dikenakan, desain keseluruhan yang diusung Sennheiser HD 599 juga menghadirkan kesan elegan dan trendi. Kesan tersebut turut didukung oleh balutan warna cokelat pada bagian headband dan putih susu pada bagian earcup.

Untuk konektivitas dari heaphone ke perangkat, Sennheiser HD 599 mengandalkan bantuan kabel berbentuk membulat dan tidak mudah kusut, yang turut mendukung kenyamanan saat digunakan, terlebih digunakan dalam perjalanan.



Selain kabel berukuran 3 meter dan 1,2 meter, Sennheiser juga membekali kotak kemasan penjualan headphone ini dengan plug 6,3mm, plug 3,5mm dan adaptor dari 6,3 mm ke 3,5 mm.

Soal kualitas keluaran audio, kemampuan headphone ini tidak mengecewakan. Mengusung nama besar Sennheiser, headphone ini mampu menyuguhkan keluaran audio pemanja telinga pada sejumlah lagu, salah satunya adalah Driver High yang dialunkan L’Arc-en-Ciel.

Pada lagu yang dibawakan band asal Jepang tersebut, headphone mampu menyuguhkan soundstage yang baik. Petikan suara gitar listrik, gebukan drum dan alat musik lain pendukung lainnya seperti simbal dapat disampaikan dengan jelas, dan berpadu harmonis tanpa saling mengganggu satu sama lain.

Pun suara dari vokalis band tersebut, yaitu Hyde, yang disampaikan dengan jernih tanpa terganggu oleh audio alat musik pengiring yang hampir sama kerasnya. Pengalaman mendengarkan musik menyenangkan yang sama juga kami dapati saat mendengarkan lagu Rolling in the Deep yang dilantunkan oleh Adele.



Sennheiser HD 599 mampu menyuguhkan suara gebukan drum dengan mantap. Demikian juga suara piano pengiring, bahkan tepukan tangan dan jentikan jari yang masih terdengar jelas, meski drum menjadi alat musik dominasi dominan pada lagu ini.

Sementara itu, mengusung karakter audio lebih bass, headphone ini mampu menyuguhkan suara Nat King Cole yang berat dalam lagu When I Fall in Love dengan baik dan cukup memanjakan telinga.

Sennheiser HD 599 sesuai untuk Anda yang gemar mendengarkan musik dengan keluaran suara memanjakan telinga, namun tidak berkeberatan menggunakan kabel sebagai satu-satunya opsi penghubung headphone dengan perangkat, serta ukuran besar yang tidak dapat dilipat.  

Sennheiser HD 599

 

8

  • Kualitas suara yang baik
  • Bodi besar
  • Tidak mengusung desain dapat dilipat



(MMI)