Review Router

DIR-880L, Cocok di Ekosistem Perangkat D-Link

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 29 Aug 2017 23:45 WIB
d-linkreview peripheral
DIR-880L, Cocok di Ekosistem Perangkat D-Link
D-Link DIR-880L

Metrotvnews.com, Jakarta: Produsen perangkat jaringan D-Link memang memiliki jajaran router WiFi yang cukup lengkap, mulai dari kelas pemula, menangah, hingga atas. Salah satu router yang berada di kelas menengah adalah DIR-880L yang juga merupakan router berjenis AC1900. Melalui router ini, D-Link tampaknya menyasar pengguna rumahan karena mengandalkan kemudahan dalam pengoperasian.

Dilihat sekilas, DIR-880L memang memiliki tampilan router "tradisional". Bodinya kotak dengan desain yang hanya bisa diposisikan mendatar kecuali ditempel di objek vertikal seperti tembok. Ia juga hadir dengan warna bodi hitam dengan bodi bagian atasnya menggunakan lapisan glossy. Dengan demikian, DIR-880L bisa lebih terlihat "stylish". Meski demikian, tidak bisa disangkal bahwa tampilan router ini memang terlalu standar. 



Untuk fitur, DIR-880L juga masih tergolong standar di kelasnya. Di panel belakangnya, router ini dilengkapi dengan satu port USB 2.0 serta empat port ethernet tambahan. Anda juga bisa menemukan satu port USB 3.0 di sisi samping router ini. Agar bisa berfungsi optimal, tiga antena juga harus dipasangkan pada sisi belakang router ini.

Tampilannya yang standar dan tidak memiliki banyak mode penempatan memang bukan masalah besar. Namun, ukuran DIR-880L tergolong cukup besar, sehingga seharusnya ia bisa lebih tampil fleksibel dan ditempatkan di berbagai posisi.



Dari segi performa, DIR-880L juga tidak bisa tampil dengan performa istimewa. Meski demikian, router ini masih mampu memenuhi kebutuhan rumahan seperti streaming video dan mengakses konten internet lainnya. Untungnya, DIR-880L sudah menggunakan teknologi beamforming sehingga sinyalnya lebih stabil.

Jika dilihat dari spesifikasinya, DIR-880L juga masih tampil standar namun sudah cukup mumpuni. Ia ditenagai oleh prosesor dual core 800MHz dan sudah dilengkapi dengan fitur dual band sehingga perangkat yang mendukung koneksi WiFi 5GHz bisa memperoleh kecepatan transfer data lebih baik menggunakan router ini.



Yang disayangkan lagi, DIR-880L juga belum mendukung teknologi MU-MIMO. Selain itu, fitur tambahannya tergolong kurang lengkap. Router ini sama sekai tidak menawarkan fitur seperti ftp server dan fitur "advanced" lainnya.

Sisi baiknya, DIR-880L menawarkan penggunaan yang sangat baik. Router WiFi ini sangat mudah dipasang dan Anda bisa menggunakan aplikasi mobile untuk melakukan pengaturan awal. Router ini juga sangat tepat jika Anda sudah memiliki perangkat D-Link lain di rumah karena Anda bisa memantau seluruh perangkat tersebut melalui satu aplikasi terpadu.

Kesimpulan

Hadir dengan beberapa poin keunggulan, D-Link DIR-880L bagi saya hanya bisa dilirik jika Anda juga ingin atau telah menggunakan ekosistem perangkat D-Link. Selain kemudahan dalam penggunaan dan pengaturannya, router WiFi ini tergolong sangat standar, apalagi harganya dibanderol Rp2,1 juta.


D-Link DIR-880L

  • Penggunaan dan pengaturan mudah
  • Cocok digunakan dengan perangkat D-Link lainnya
  • Desain standar
  • Fitur kurang berlimpah



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.