Review VGA

Begini Pengalaman Menjajal NVIDIA GeForce RTX 2080

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 02 Nov 2018 08:34 WIB
nvidiahardwarereview kartu grafisgeforce rtxvga
Begini Pengalaman Menjajal NVIDIA GeForce RTX 2080
NVIDIA GeForce RTX 2080.

Jakarta: Meskipun NVIDIA akhirnya bulan lalu mengumumkan daftar keluarga generasi terbaru GeForce RTX, ada sedikit kecemasan lantaran produk ini diakui banyak pihak di luar negeri harganya kurang bersahabat.

Tidak sampai sebeluan setelah peluncurannya, Medcom.id mendapatkan kesempatan menjajal langsung NVIDIA GeForce RTX 2080 versi reference.

Mengacu kepada informasi yang dirilis NVIDIA saat peluncuran, GeForce RTX 2080 ini hadir dengan Boost Clock hingga 1710 MHz dan Base CLlck 1515MHz. NVIDIA GeForce RTX 2080 hadir dengan memori 8GB GDDR6 yang memiliki memory speed hingga 14Gbps. Harganya saat peluncuran dibanderol USD699 atau sekitar Rp10,5 juta.



Dari segi estetika tampilan, keluarga NVIDIA GeForce RTX hadir dengan desain diamond cut yang memadukan warna abu-abu dan hitam serta sentuhan chrome di bagian tengah baling kipas. Pada pelat bagian belakangnya juga ada ornamen garis serta tulisan RTX 2080.

Meskipun tidak menyajikan tampilan LED RGB seperti kartu grafis versi OEM, NVIDIA masih menyuguhkan LED yang menyala hijau pada tulisan GeForce RTX di bagian atasnya saat digunakan.



Sistem pendinginnya dijelaskan NVIDIA mengandalkan dua baling kipas yang dengan desain dual-axial 13-blade fans yang dilengkapi ruang vapor chamber yang memberikan sistem pendingin baik. NVIDIA menyebutkan bahwa suhu maksimum GPU yang diterima mencapai 88 derajat celcius.

Untuk konektivitas, NVIDIA GeForce RTX 2080 menyediakan dua port DisplayPort 1.4 dan dua port HDMI 2.0 serta satu port USB Type-C. Tidak ketinggalan sudah mendukung NVIDIA NVLink SLI seandainya ada konsumen yang mampu memiliki dua kartu grafis ini dan menggunakan keduanya sekaligus.



Bagaimana Performanya?
Medcom.id sudah menyebutkan beberapa poin mengenai spesifikasi dari NVIDIA GeForce RTX 2080. Tidak lengkap apabila tidak mengenal GPU Turing yang hadir di kartu grafis ini. GPU Turing merupakan arsitektur penerus Pascal.

GPU Turing dengan kode TU102, memiliki enam Graphics Processing Clusters (GPC), 36 Texture Processing Clusters, dan 72 Streaming Multiprocessors (SM). Setiap GPC sudah punya satu raster engine dan enam TPC, dengan masing-masing TPC punya dua SM.

Setiap SM menyediakan 64 CUDA core, delapan Tensor Core, satu file register 256KB, empat unit pengelola tekstur, dan memori L1/shared 96KB yang bisa berubah tergantung kebutuhan pekerjaan. Pada GPU Turing kini ada komponen RT Core untuk menyajikan teknologi Ray Tracing.

Ray Tracing adalah teknologi yang memanfaatkan pencahayaan untuk memberikan kesan realistis pada objek dalam grafis. Pada dasarnya, Ray Tracing akan memberikan dampak terhadap tiga aspek: bayangan, refleksi, dan refraksi.

Akurasi keitga aspek ini akan membuat lingkuan visual yang disajikan menjadi sangat hidup dan ini yang dihadirkan pada game. Tak lupa ada dukungan teknologi AI atau kecerdasan buatan di dalamnya.
 
  Testbed Medcom.id
Prosesor  Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
Motherboard  ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
RAM  Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
VGA  Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
Pendingin  Noctua NH-U21S
Storage Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
PSU  Corsair RM 850X
Monitor  ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
Mouse Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
Mousepad Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
Keyboard Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
Headset Corsair HS60, Corsair HS70

Pada pengujian 3DMark Fire Strike, NVIDIA GeForce RTX 2080 mampu mengantongi skor 2.863 poin dan menjadi yang tertinggi di database pengujian kartu garfis milik Medcom.id. 

Medcom.id kemudian menguji NVIDIA GeForce RTX 2080 untuk memainkan tiga game kelas AAA. Semuanya dimainkan dengan resolusi 1920x1080 dan konfigurasi grafis di tingkat Ultra termasuk di opsi postprocessing sepeti di game The Witcher 3.



Tercatat NVIDIA GeForce RTX 2080 mampu memainkan ketiga game dengan skor frame rate sangat tinggi bahkan ketiganya menghasilkan angka frame rate minimal menembus 60fps. Tidak puas, Medcom.id kemudian mengujian untuk memainkan game Assassin's Creed Odyssey yang merupakan game AAA terbaru.


Frame rate yang terpantau rata-rara berjalan di 73fps. Meskipun sempat turun ke 33fps, angka tersebut masih sangat memuaskan. Dalam artikel sebelumnya kami juga memamerkan hasil gambarnya.

Kesimpulan
Medcom.id mengakui bahwa NVIDIA GeForce RTX 2080 merupakan pencapaian teknologi kartu grafis terbaik dari NVIDIA.

NVIDIA GeForce RTX 2080 memiliki tampilan yang menarik, meskipun tidak semenarik kartu grafis versi OEM yang dilengkapi dengan desain mencolok serta ornamen LED RGB. Namun performanya produk ini sama sekali tidak berbohong.

Hal yang menjadi permasalahannya mungkin sejauh ini adalah harga NVIDIA GeForce RTX 2080 yang tergolong kurang bersahabat. 
 
 
NVIDIA GeForce RTX 2080
Plus
  • Tampilan menarik
  • Performa sangat memuaskan
Minus
  • Harga



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.