Review Peripheral

D-Link DCS-8100LH: Mungil dan Mumpuni

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 29 Aug 2018 08:38 WIB
review peripheral
D-Link DCS-8100LH: Mungil dan Mumpuni
D-Link DCS-8100LH.

Jakarta: Merek D-Link sudah dikenal tidak hanya menawarkan produk berupa router sebagai jagoannya tapi juga kamera keamanan dengan beragam segmen pengguna salah satunya adalah segmen rumahan.

Medcom.id beberapa waktu lalu kamera pengawas untuk rumahan D-Link DCS-8100LH WiFi Camera. Membaca namanya, sudah jelas kamera ini mengandalkan koneksi WiFi untuk beroperasi.

D-Link DCS-8100LH hadir dengan ukuran yang sangat mungil dengan ukuran setiap bagiannya tidak sampai empat inci. Berhubung D-Link DCS-8100LH tidak mendukung kendali sudut pandang kamera dari jarak jauh atau aplikasi seperti produk sebelumnya yang kami ulas, DCS-5030L, pengguna harus mengatur sudut pandang kamera ini secara manual.



D-Link DCS-8100LH memiliki engsel pengatur posisi sudut kameranya dengan rentang sudut hingga 90 derajat. Sementara lingkaran yang dibagian bawahnya bisa berputar 360 derajat membantu penggunanya menyediakan arah sudut pandang yang lebih luas.

Untuk proses pairing atau pemasangan ke aplikasi kendalinya yakni Mydlink atau Mydlink Lite tergolong sangat mudah pengguna hanya diminta untuk meangktifkan Bluetooth dan WiFi di smartphone lalu melakukan konfigurasi D-Link DCS-8100LH, misalnya memberikan nama berdasarkan ruangan tempat kamera terpasang.



Fitur built-in WiFi di frekuensi 2,5GHz pada D-Link DCS-8100LH menurut Medcom.id adalah sebuah kelebihan karena mempermudah proses pemasangan serta mendukung tren teknologi rumah pintar saat ini yang mengandalkan koneksi internet nirkabel.

D-Link DCS-8100LH hadir dengan kamera dengan sensor CMOS yang mampu menghasilkan resolusi video maksimal hingga 720p kualitas HD di kecepatan frame rate hingga 30 fps.

Lensa memiliki aperture f/2.2 dan panjang 2,5mm, penggunanya bisa melakukan pembesaran lewat aplikasi yang disebutkan di atas. Lensa kameranya bisa menyediakan sudut pandang wide angle hingga 120 derajat.



Jadi meskipun tidak bisa dikendalikan secara remote lewat aplikasi, D-Link DCS-8100LH masih memiliki sudut pandang yang lebar sehingga memberikan jangkauan kamera pengawas yang cukup baik.

Soal resolusinya videonya menurut kami ukuran megapiksel yang diberikan masih berhasil menyajikan kualitas gambar atau video yang tajam dan halus pergerakannya. Dalam kondisi gelap, sensor Infrared akan otomatis menyala termasuk lensanya langsung beralih ke kamera malam, hasil gambar dan videonya juga masih sangat tajam.



Kemampuan kameranya juga didukung dengan sensor gerak sehingga akan memberikan notifikasi ke aplikasi Mydlink di smartphone penggunanya. Sensor ini bisa dikonfigurasi, misalnya titik fokus sensor yang akan ditangkap kamera.

Dari sini, sensor tersebut juga bisa digabungkan dengan fitur otomatis untuk merekam suara serta video yang terjadi saat kamera mendeteksi gerakan, caranya lewat fitur di aplikasi Mydlink tadi.

Fitur ini bisa dihadirkan karena D-Link DCS-8100LH menyediakan mikrofon yang juga memiliki fitur sensor suara serta bisa digabungkan dengan perintah untuk mereka video secara otomatis.



Bagaimana dengan memori penyimpanannya? D-Link DCS-8100LH menyediakan opsi penyimpanan berupa slot kartu MicroSD, serta penyimpanan di cloud dengan cara berlangganan layanan yang disediakan D-Link.

Kesimpulan
D-Link DCS-8010LH menurut Medcom.id masih mampu menyajikan sebuah kamera pengawas keamanan yang baik meskipun hadir dengan ukuran mungil dan tidak bisa dikendalikan sudut pandangnya secara fleksibel lewat remote.

Hal tersebut mungkin sangat disayangkan bagi penggunanya yang ingin sistem pengawas super ketat sekaligus bisa dikendalikan sepenuhnya tapi hadirnya fitur seperti pendeteksi sumber suara dan gerakan jadi nilai lebih yang bisa menggantikan kekurangannya.

D-Link DCS-8100LH dibanderol USD60 atau sekitar Rp800 ribu. Melihat fiturnya, produk ini cukup baik meskipun ada beberapa kekurangan yang mungkin dibutuhkan oleh konsumen yang menginginkan kendali keamanan sepenuhnya.
 
 
D-Link DCS-8100LH
Plus
  • Proses pemasangan mudah
  • Kemampuan kamera dan kualitas video tajam
  • Menyediakan sensor pendeteksi gerakan dan suara
Minus
  • Sudut pandang kamera diatur manual



(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

6 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.