Review Motherboard

ASRock Z370 Killer SLI, untuk Coffee Lake dan SLI

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 20 Feb 2018 18:43 WIB
asrockreview motherboard
ASRock Z370 Killer SLI, untuk Coffee Lake dan SLI
ASRock Z370 Killer SLI.

Jakarta: Kehadiran prosesor Intel generasi ke-8 Coffee Lake membuat para produsen komponen bersemangat menciptakan produk yang tepat untuk mendampinginya. ASRock juga demikian. Mereka merilis ASRock Z370 Killer SLI dirilis sebagai motherborard untuk gamer.

Namun, motherboard ini juga masih dibenamkan dengan fitur kustomisasi overclocking yang bisa dengan mudah diakses lewat BIOS dengan fitur bernama OC Tweaker.


Desain Tidak Heboh Tapi Elegan
Meskipun untuk gaming dan overclocking, ASRock Z370 Killer SLI memiliki desayng tidak terlalu heboh seperti motherboard gaming pada umumnya tapi terlihat cukup solid.

Motherboard ini dibalut dengan papan berwarna hitam, termasuk bagian armor yang menutupi I/O port. Warna hitam ini juga melapisi heatsink, dengan tampak glossy alias mengkilap dengan sentuhan tulisan "ASRock".



Berbeda dengan seri sebeumnya ASRock Z270 Killer yang seluruh papan dan komponen di atas motherboard diberikan warna putih yang menampilkan huruf K dari kata Killer yang membentang di atasnya.

Pada bagian heatsink tersebut juga terdapat RGB LED yang bisa diaktifkan menggunakan software ASRock Aura RGB LED. Bagi pengguna yang gemar memberikan RGB tambahan pada komponen motherboard, pengguna cukup membeli LED strip tambahan dan menghubungkannya dengan RGB LED header.



ASRock Aura Z370 Killer SLI hadir memiliki slot yang cukup banyak. Mengingat motherboard gaming ini menyediakan fitur overclocking maka disayangkan tidak terdapat tombol power yang biasa digunakan saat motherboard tidak dibungkus casing.

Fitur dan Port Banyak
ASRock Z370 Killer SLI memiliki slot yang sebetulnya sangat lengkap dan fitur yang cukup banyak dijejali di dalamnya. Motherboard ini memiliki dua slot PCI EXpress 3.0 x16, empat slot PCI Express 3.0 x1.

PCI Express 3.0 x16 yang tersedia mendukung penggunaan kartu grafis AMD dan NVIDIA dengan tambahan fitur NVIDIA SLI dan Quad SLI serta AMD CrossFireX dan Quad CrossFireX. Walaupun mendukung CrossFireX untuk kartu grafis AMD, piak ASRock tampaknya ingin menekankan performa yang lebih baik untuk penggunaan dua kartu grafis NVIDIA sekaligus.



Beralih ke slot untuk memori penyimpanannya, ASRock Z370 Killer SLI menyediakan enam port SATA3 6.0 GB/s Connector yang mendukung konfigurasi fitur RAID serta Intel Rapid Storage Technology.

Tidak ketinggalan motherboard ini juga menyediakan dua buah socket Ultra M.2 yang sudah langsung bisa digunakan untuk memasang Intel Optane Memory. Untuk slot RAM ASRock Z370 Killer disajikan empat buah slot DDDR Dual Channel dengan maksimum memori RAM mencapai 64GB.



Kelengkapan slot di atas juga masih ditemukan pada panel I/O. Di antaranya 1 buah port HDMI dan DVI-D, 1 port PS/2 untuk mouse dan keyboard, 5 port USB 3.1 Gen1 Type-A, 1 USB 3.1 Gen1 Type-C, dan 1 RJ-45 yang didukung Intel Gigabit LAN.

Bahkan audio jack yang disediakan pun juga tidak kalah lengkap, dengan dukungan software 7.1Ch HD Audio milik Realtek ALC892 Audio Codec.

Performa
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ASRock Z370 Killer SLI hadir sebagai motherboard untuk gamer dan penggemar overclocking.  Ekspektasi saya terhadap motherboard ini adalah performa yang memuaskan.

Lewat pengujian yang dilakukan tanpa menonaktifkan mode performa overclocking, ASRock Z370 Killer SLI rupanya berhasil mencatatkan performa yang cukup baik.



Hal yang sama juga kami jumpai pada benchmark menggunakan game. Rata-rata framerate yang diperoleh lebih dari 60 FPS. Sayangnya hasil ini tidak dijumpai pada pengujian menggunakan game Ghost Recon: Wildlands dengan konfigurasi grafis kualitas Ultra. 



Kami juga melakukan pengujian menggunakan software Final Fantasy XV. Seperti yang diketahui bahwa game ini membawa kualitas grafis yang juga sangat dipuji.

Pada benchmark yang kami lakukan dengan mode kualitas High dengan resolusi layar 1920x1080, diperoleh skor 8036 yang berdasarkan indiaktor benchmark tersebut ASRock Z370 Killer SLI mampu menjalankan game Final Fantasy XV di kualitas grafis High.

Kesimpulan
ASRock Z370 Killer SLI yang dibanderol seharga Rp2,9 juta ini memang tidak memiliki tampilan yang cukup keren dibandingkan motherboard lain yang menyuguhkan performa dan fitur untuk gamer dan overclocking.

Fitur dan port atau slot yang disediakan terbilang cukup banyak dan lengkap sehingga pas bagi pengguna yang ingin membuat motherboard ini benar-benar bertenaga. Kekurangan ditemukan pada absennya tombol power yang biasa digunakan saat motherboard dioperasikan tanpa casing untuk kebutuhan overclocking.

 
 
 
ASRock Z370 Killer SLI
Plus
  • Desain tidak rumit
  • Port dan slot lengkap
  • Fitur overclocking yang mudah diaktifkan
Minus
  • Hiasan LED RGB yang sedikit
  • Tidak tersedia tombol power mandiri

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.