Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

Mohammad Mamduh    •    Sabtu, 10 Nov 2018 20:09 WIB
review gadgetadvan
Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Advan G3

Jakarta: Advan adalah produsen smartphone lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.

Sementara para pemain lokal lainnya menyerah dalam bersaing di pasar smartphone kelas menengah dan terjangkau, Advan menjadi perusahaan Tanah Air satu-satunya yang terus menghadirkan produk baru dengan teknologi sekaligus fitur yang tidak kalah menarik dengan pemain dari luar negeri.

Belum lama ini, mereka meluncurkan Advan G3, yang bisa dibilang terobosan berikutnya untuk pembuktian produk lokal juga tidak kalah keren dengan para pemain internasional yang sudah punya nama. Medcom.id mendapatkan kesempatan menjajal Advan G3 dengan balutan warna hitam.

Secara keseluruhan, ponsel ini sebenarnya punya karakteristik yang menarik. Seberapa menarik? Berikut ulasan Medcom.id.

 

Desain

Begitu memegangnya, Advan G3 langsung membuktikan bahwa ia bukanlah smartphone murahan. Bodi belakang hitam mengkilap terkesan menyatu dengan sisi depan yang juga didominasi warna hitam. Advan G3 mengusung konsep bezel-less, dengan menyisakan sedikit ruang pada sisi atas dan bawah layar.

Sisi bawah dipakai untuk menyematkan logo advan dan lubang speaker, sementara sisi atas untuk pemasangan lubang speaker, indikator, dan kamera depan. Harus diakui, ukuran lubang speaker sisi atas dan bawah cukup panjang. Sedangkan indikator nofitikasi dan kamera depan berada agak pojok, tidak biasa untuk smartphone saat ini.



Kesan premium Advan G3 terlihat pada bodi belakang, walaupun tidak banyak ornamen yang dipasang. Nuansa elegan terlihat dari desain bodi yang menggunakan tekstur mengkilap, yang mungkin sebagian orang merasa terganggu karena model ini gampang kotor karena sidik jari. Di sisi lain, kebanyakan smartphone saat ini juga punya desain yang sama. Desain mengkilap ini juga bisa memancarkan refleksi wajah pengguna saat melihat.

Advan G3 memasang satu kamera di tengah bodi belakang dengan bingkai yang agak besar. Di bawah kamera ini ada LED flash, kemudian pemindai sidik jari membulat dengan tekstur yang sama. Agak jauh ke bawah ada logo Harman Kardon, yang menunjukkan bahwa Advan G3 punya speaker berkualitas.



Pinggiran bodi Advan G3 dibuat agak menonjol, yang memberikan kesan grip lebih baik. Memang, terlepas dari layarnya yang berukuran 5,99 inci, ponsel ini masih enak dipegang satu tangan, meskipun tekstur mengkilap pada pinggiran ini tetap memberikan sensasi agak licin.

Bodi pinggir adalah tempat terpasangnya antarmuka fisik, seperti tombol power dan volume untuk pinggir kanan, slot kartu SIM untuk pinggir kiri, audio jack pada pinggir atas, dan port USB pada pinggir bawah.

Satu hal yang menarik adalah posisi tombol volume dan power yang cenderung tengah, dan port USB yang berada di ujung. Secara fungsi, tombol power dan volume pada posisi ini memang cocok untuk tangan orang Indonesia yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sementara posisi port USB yang tidak biasa juga tidak mengganggu pengguna saat mengisi baterai dan bermain game bersamaan.

 

Antarmuka

Advan G3 memasang antarmuka IDOS, dengan basis Android 7.0, memang masih tertinggal dari produk kompetitor. Seperti jajaran smartphone Advan sebelumnya, antarmuka karya anak bangsa ini menanamkan tampilan yang berbeda.

Tujuannya adalah memberikan kesan yang unik dan eksklusif. Tidak hanya tampilan, antarmuka pada Advan G3 ini dilengkapi dengan beberapa aplikasi internal yang cukup menarik. Selain membawa beberapa aplikasi pihak ketiga, ia juga menghadirkan aplikasi yang menampilkan berbgai sensor yang terpasang pada Advan G3.



Apa yang menarik adalah antarmuka IDOS tidak menyediakan fungsi Android standar. Anda tidak akan menemukan tombol Back, Home, dan Menu. Ini mungkin akan memerlukan waktu tambahan untuk membiasakan diri.

Untuk kembali ke halaman sebelumnya, Anda harus menggeser panel dari ujung layar kiri ke kanan, begitu juga sebaliknya untuk maju kela halaman lain. Sementara untuk kembali ke halaman depan, Anda harus menggeser panel dari ujung bawah layar ke atas.

Biasanya, beberapa sensor seperti giroskop hanya bisa dideteksi secara akurat lewat CPU-Z. Aplikasi sensor ini memberikan gambaran lebih akurat mengenai apa fungsinya, dan parameter seperti apa yang menjadi referensi penghitungan. Secara keseluruhan, tampilan IDOS cukup eksklusif.

Hanya saja, kekurangan yang masih terlihat adalah performa yang agak lambat, termasuk saat awal ponsel menyala. Selain itu, beberapa tampilan ikon mirip dengan yang hadir pada iOS, seperti Galeri dan Settings. Sebenarnya, target konsumen Advan G3 juga belum tentu mengenai nuansa iOS.

 

Kamera

Advan G3 menanamkan satu kamera belakang 16MP. Secara kualitas, foto yang dihasilkan tidak terlalu bagus, juga tidak terlalu jelek. Anda bisa melihat beberapa pilihan mode memotret seperti ponsel Android pada umumnya.

Software kameranya dirasa perlu dimaksimalkan lagi, mengingat Advan G3 tidak mampu menangkap foto dengan detil yang memadai. Ini terlihat pada saat memotret dalam kondisi cahaya cukup, dan foto tersebut diperbesar. Terlihat sekali hasil foto agak buram. Terlepas dari hal iu, elemen warna yang dihasilkan sudah cukup akurat.






Pindah ke kamera depan, Advan G3 punya kualitas 8MP, yang memadai untuk kebutuhan selfie. Hasil fotonya memang masih kalah dengan ponsel pesaing di kelas yang sama, tetapi Adan G3 bisa mendeteksi umur Anda secara akurat.

Ini cukup mengejutkan, mengingat ponsel kompetitor seperti Xiaomi, kerap kali menanamkan fitur yang sama, tapi prediksi kecerdasan buatannya meleset cukup jauh. Contohnya, wajah berumur 28 terdeteksi 30, sementara Advan G3 bisa memprediksi lebih akurat.



 

Performa dan Baterai

Sebagai ponsel kelas menengah ke bawah, Advan G3 prosesor MediaTek MT6750T. Prosesor ini punya delapan core ARM Cortex-A53 yang terbagi dalam dua cluster. Satu cluster berkecepatan 1,5GHz dan cluster kedua punya kecepatan 1,0GHz.

Prosesor ini mungkin tidak memberikan performa rendah di kelasnya, namun dalam pengoperasian, Advan G3 butuh waktu lebih lama saat pertama kali menyala, walaupun tidak sampai 10 detik. Prosesor ini juga memastikan performa yang memadai, terlepas dari beberapa aplikasi di belakang layar yang berjalan secara otomatis.

Jika melihat grafik di bawah ini, Advan G3 memang kalah dengan beberapa ponsel di harga yang sama. Ini mungkin karena prosesor tersebut mestinya tidak berada pada ponsel dengan haga yang dipatok. Advan G3 masih menang dari Oppo A83, yang secara harga masih sama saat pertama kali diumumkan.



Untuk pengukuran performa grafis, smartphone ini masih unggul dari Honor 9i, tetapi secara performa untuk produktivitas, ia tak bisa mengalahkan ponsel lain.

Untuk pengalaman gaming, Advan G3 masih bisa mejalankan beberapa game populer saat ini. PUBG Mobile masih bisa berjalan pada pengaturan paling rendah, dan tidak ada akses untuk meningkatkan kualitas visual via menu Options.

Dengan pengaturan grafis paling rendah, Anda masih akan menemukan lag dalam permainan. Selain itu, panas yang ditimbulkan juga cukup terasa, dan munculnya panas ini juga cukup cepat.

Advan G3 punya daya tahan baterai yang biasa saja. Sementara kapasitas baterainya 3.500 mAh, seharusnya mampu menopang operasional harian penggunanya hingga 9 atau 10 jam. Masalah utamanya bukan pada RAM 4GB atau memori internal 64GB, tetapi lebih kepada terlalu banyak aplikasi belakang layar yang berjalan.



Saat pertama kali menyalakan, Advan G3 hanya punya sisa ruang RAM sekitar 1,7GB. Ditambah lagi, teknologi yang terpasang pada prosesor belum secanggih merek kompetitor, sehingga belum terlalu efisien.

Secara keseluruhan, performanya memang dirasa kurang. Namun, Advan G3 punya satu keunggulan berupa speaker Harman Kardon dan earphone JBL pada paket penjualannya. Bukan hanya tempel nama pada bodinya, speaker Harman Kardon pada Advan G3 mampu menghasilkan kualitas audio yang lebih baik.

Beberapa kali saya mencoba mendengarkan lagu atau menonton film. Speaker dengan model yang unik seperti pada penjelasan bagian desain ini bisa memberikan volume yang cukup besar dan efek suara yang lebih baik dari ponsel lainnya. Bisa dibilang, kualitasnya lebih baik dari ponsel yang mengaku memasang teknologi Dolby Atmos. Kualitas speaker ini juga terasa ketika bermain game.


Kesimpulan

Advan G3 menawarkan desain yang tidak kalah menarik dengan ponsel di kelas menengah ke atas. Balutan warna dan desain material pelapis membuatnya elegan dan nyaman dipegang.

Selain itu, kualitas speaker yang terpasang juga tidak bisa dipandang remeh, terutama untuk konsumen yang sudah sering menggunakan produk Advan. Apa yang mereka coba lakukan adalah menciptakan sebuah ponsel yang kualitasnya tidak kalah dengan pemain dari luar negeri.


Di sisi lain, Advan G3 menawarkan performa yang tidak begitu baik. Ini tidak bisa disalahkan sepenuhnya pada prosesor yang terpasang. Kelas MediaTek boleh saja rendah, tetapi RAM dan memori internalnya termasuk besar.

Anda tidak akan menemukan smartphone lokal lain yang menawarkan RAM 4GB dan memori 64GB. Masalah utama ada di IDOS yang cukup memakan ruang dan mengkonsumsi baterai. Advan perlu menyempurkan antarmuka karya anak bangsa ini.

 
  Advan G3
Prosesor MediaTek MT6750T
RAM 4GB
OS Android 7.0 + IDOS
GPU Mali-T860
Memori Internal 64GB
Kamera 16MP (belakang) + 8MP (depan)
Baterai 3.500 mAh
Layar 5,99 inci (1440x720)
Harga Rp2.999.000 
 
 
7
Advan G3
Plus
  • Bodi keren
  • Kualitas speaker mumpuni
  • Sensor cukup banyak
Minus
  • IDOS perlu dioptimalkan



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.