Review Game

Tales of Vesperia: Definitive Edition, JRPG Terbaik di Awal 2019

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 04 Feb 2019 14:31 WIB
gamesreview game indonesiabandai namco
Tales of Vesperia: Definitive Edition, JRPG Terbaik di Awal 2019
Anda bisa menggunakan empat karakter dalam pertarungan.

Jakarta: Absen kurang lebih selama dua setengah tahun, seri JRPG Tales Of kembali hadir di awal tahun 2019. Meski demikian game buatan Bandai Namco ini bukan merupakan seri terbaru, melainkan versi remaster dari salah satu seri Tales Of yang paling digemari fans yaitu Tales of Vesperia.

Kembali hadir dengan nama , game ini tetap hadir dengan cerita dan sistem gameplay yang sama seperti versi orisinilnya. Meski demikian, Bandai Namco telah memberikan beberapa perubahan salah satunya dari sisi grafis. Versi PC dari game ini yang dijual melalui Steam sudah mendukung resolusi 4K UHD dan framerate 60fps. Selain itu, ada juga beberapa konten tambahan seperti skill Mystic Artes baru untuk setiap karakter.

Tapi sebagai JRPG, Tales Of Vesperia: Definitive Edition memang memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya tampil berbeda dari semua game RPG di Steam. Bahkan berbeda dari saudaranya seperti Tales Of Zestiria, Tales Of Berseria, dan Tales Of Symphonia.

 

Terca Lumireis, Aer, dan Blastia


Alkisah terdapat sebuah dunia bernama Terca Lumireis. Berbeda dengan Bumi tempat kita tinggal, Terca Lumireis didominasi oleh monster yang siap membantai manusia kapan saja. Untuk itulah manusia melindungi diri mereka menggunakan Blastia, sebuah alat yang memungkinkan penggunanya untuk melepaskan energi dan melawan monster.

Seiring berjalannya waktu, manusia menciptakan berbagai macam Blastia untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tidak hanya digunakan sebagai senjata, Blastia juga digunakan untuk melindungi kota-kota besar seperti Zaphias yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan di Terca Lumireis.



Blastia tidak bisa bekerja begitu saja. Alat tersebut memerlukan Core yang berfungsi sebagai sumber energi. Core merupakan Aer yang terkristalisasi.

Sementara Aer merupakan energi alam yang ada di seluruh penjuru Terca Lumireis dan Aer merupakan penyebab utama pada konflik yang ada di Tales Of Vesperia: Definitive Edition.

Karena merupakan sebuah energi murni, Aer yang membawa elemen api, air, tanah, udara, dan cahaya dapat berbahaya bagi makhluk hidup, khususnya ketika jumlah Aer di suatu tempat melebihi normal. Sifat Aer tersebutlah yang dimanfaatkan oleh tokoh antargonis di Tales Of Vesperia: Definitive Edition untuk menimbulkan konflik.

Skenario cerita seperti ini memang bukan hal baru. Sejak game pertamanya, yaitu Tales of Phantasia, seri game ini terus mengusung tema "energi", seperti Fon di Tales Of The Abyss atau Craymel di Tales Of Eternia. Tales Of Zestiria dan Tales Of Berseria juga mengangkat tema yang sama meski dengan pendekatan yang berbeda.

Terca Lumireis juga bukan merupakan dunia yang sempit. Ada segudang rahasia yang terdapat di dunia ini, siap untuk dijelajahi oleh Anda. Inilah salah satu "value" dari JRPG yang saya suka, yaitu dunia penjelajahan yang sangat luas, bahkan dalam kasus Tales Of Vesperia: Definitive Edition bisa dikatakan Terca Lumireis adalah sebuah planet.

Hal tersebut bertolak belakang dengan RPG barat yang kebanyakan hanya berfokus di satu wilayah saja. Meski sangat luas untuk dijelajahi, seperti Skyrim atau Fallout 4, namun suasananya terlalu membosankan untuk saya.

Di Terca Lumireis, Anda bisa menjelajahin gurun pasir, gunung tinggi, reruntuhan tua, kota yang sudah ditinggalkan selama ratusan tahun, hingga lautan es dan gua yang dipenuhi dengan kristal. Variasi ini yang membuat saya tidak mudah bosan, apalagi setiap wilayah memiliki jenis musuh sendiri yang sangat menantang.

 

Hal kecil yang menjadi (sangat) besar


Cerita Tales Of Vesperia: Definitive Edition juga bukan hanya melibatkan energi seperti seri game sebelumnya. Game ini juga menggunakan formula yang sama yaitu bermula dari hal kecil yang kemudian menjadi hal yang sangat besar.

Cerita Tales Of Vesperia: Definitive Edition sebenarnya bermula dari masalah kecil yaitu ketika Yuri Lowell diminta untuk membantu warga distrik Lower Quater di Zaphias untuk mencari pelaku pencurian blastia. Ketika melakukan investigasi, Yuri secara tidak sengaja ditangkap oleh pasukan kerajaan dan dipenjara.

Di penjara, ia berhasil kabur dengan lewat bantuan Raven yang saat itu masih merupakan sosok misterius. Saat kabur, Yuri kemudian bertemu dengan Estelle (nama lengkapnya adalah Estellise Sidos Heurassein) yang juga ingin keluar dari kompleks istana kerajaan.

Estelle ingin Yuri membantunya bertemu dengan Flynn, salah satu kapten pasukan kerajaan yang kebetulan merupakan teman Yuri sejak kecil.



Menyanggupi permintaan tersebut, Yuri dan Estelle pun pergi ke salah satu kota terdekat dengan Zaphias yaitu Halure. Menurut informasi, Flynn berada di kota tersebut namun ia sudah pergi ke kota selanjutnya ketika Yuri dan Estelle datang. 

Dari sini, Yuri mulai menyadari bahwa Estelle adalah sosok spesial dan bukan "orang sembarangan".

Dari sini juga berbagai konspirasi yang melibatkan Aer, Blastia, dan para pejabat kerajaan terungkap. Pada akhirnya, Yuri dan Estelle harus menghentikan rencana jahat seseorang yang ingin menguasai Terca Lumireis.



Namun Yuri dan Estele tidak sendirian. Tales Of Vesperia: Definitive Edition memiliki total 9 karakter yang bisa dimainkan dengan limitasi 4 karakter yang bisa maju ke pertarungan. Masing-masing memiliki karakter dan gaya bertempur berbeda, seperti Rita Mordio yang fokus ke magic, atau Judith yang hanya fokus ke serangan jarak dekat.

 

Sistem battle real-time yang khas


Bukan game Tales Of namanya kalau tidak menggunakan sistem battle real-time. Sejak game pertamanya, yaitu Tales Of Phantasia, seri game ini sudah menggunakan sistem battle real-time. Tentu saja pada saat itu sistem battle-nya masih berbasis 2D. Tales Of Vesperia: Definitive Edition kini sudah menggunakan sistem battle 3D sehingga wilayah pertempurannya semakin luas dan kompleks.

Sistem kontrol yang digunakan juga masih menggunakan formula yang sama, yaitu terdiri dari tiga jenis kontrol (auto, semi-auto, dan manual) dengan 8 opsi skill trigger. Sistem kontrol yang digunakan di game ini sama persis dengan yang ada di Tales Of The Abyss, karakter bisa bebas bergerak ke mana saja (free run).



Sistem kontrol yang bsia dikatakan sangat fleksibel tersebut membuat saya sangat betah bermain Tales Of Vesperia: Definitive Edition, tidak seperti Tales Of Symphonia yang sangat kaku bahkan tidak memiliki opsi free run. Padahal game tersebut sudah mengadopsi sistem battle 3D.

Sayangnya, saya kurang puas dengan sistem command dan strategy layer yang ada di dalam game ini. Tales Of Vesperia: Definitive Edition memungkinkan pemainnya untuk menggunakan beberapa jenis strategi (mengingat 3 dari 4 karakter akan dikontrol oleh AI saat bertempur) seperti "Defend", "Moderate", atau "Full Force".

Sayangnya opsi tersebut sangat terbatas dan semuanya sudah terdapat preset sehingga pada akhirnya keputusan tergantung AI.



Dalam game ini pemain juga bisa mengatur formasi ketika menghadapi lawan. Formasi sangat berguna agar karakter melee bisa ditempatkan di depan untuk menghalau musuh lebih dulu, sementara karakter support dan magic bisa ditempatkan di belakang. Meski pada akhirnya semuanya berbaur, namun sistem formasi ini sangat berguna ketika melawan boss yang biasanya hanya sendirian.

 

Nostalgia


Sama seperti JRPG lainnya seperti seri Final Fantasy atau Star Ocean, Tales Of Vesperia: Definitive Edition juga masih membawa banyak konten dan DNA dari seri game sebelumnya. Sebut saja penamaan item yang khas, hingga skill yang sama. Bahkan beberapa nama karakter dari seri sebelumnya juga kembali muncul di dalam game ini.

Salah satu momen nostalgia yang sangat kuat menurut saya ada pada karakter Patty Fleur, seorang gadis kecil yang ternyata adalah bajak laut paling terkenal di Terca Lumireis yaitu Airfread.

Nama Airfread pertama kali digunakan di Tales Of Eternia yang juga disebut sebagai bajak laut paling dikenal. Tidak sampai di situ, Airfread juga digunakan kembali sebagai sosok bajak laut paling ditakuti di Tales Of Berseria.



Di Tales Of Vesperia: Definitive Edition, Anda juga bisa memasak dan mengumpulkan resep dari berbagai penjuru dunia. Resep tersebut didapatkan dari sosok misterius bernama Wonder Chef yang juga muncul di seri Tales Of sebelumnya.

Wonder Chef bagi saya merupakan sosok yang membuat Tales Of Vesperia: Definitive Edition nyaman dimainkan, karena pemain tidak harus selalu fokus ke cerita utama.

Kalau Anda sering menonton anime atau dekat dengan budaya Jepang, Tales Of Vesperia: Definitive Edition akan menjadi game yang sangat menarik sebab para karakter di dalam game ini sering melontarkan guyonan khas Jepang.

Guyonan tersebut ditampilkan dalam bentuk Skit atau mini event, serta dialog singkat ketika pertempuran selesai. Para karakter pun terasa lebih hidup dan tidak kaku.

Salah satu yang paling saya suka dari game ini adalah animasinya. Setiap skill yang dihadirkan di Tales Of Vesperia: Definitive Edition memiliki animasi yang sangat memukau, khususnya magic. Semakin tinggi level skill, semakin dahsyat pula animasinya, dan hal tersebut sesuai dengan efek mematikan yang ditimbulkan.



Mystic Artes merupakan varian skill tertinggi yang ada di Tales Of Vesperia: Definitive Edition. Skill ini hanya bisa diaktifkan di kondisi tertentu dan mampu menghasilkan damage yang sangat besar. Tidak jarang musuh langsung habis ketika skill ini diaktifkan. Mystic Artes dimiliki oleh setiap karakter dan diadopsi seri game ini sejak Tales Of The Abyss, menggantikan sistem summon yang terbatas pada karakter tertentu saja.

 

Pada akhirnya...


Pada akhirnya saya sangat puas dengan Tales Of Vesperia: Definitive Edition. Hasil menunggu dua setengah tahun pun sangat terbayarkan karena saya memang belum pernah memainkan game ini sebelumnya. Sekarang saya juga sangat paham kenapa game ini sangat digemari oleh para fans-nya.

Jika Anda berniat memainkan game ini, sebaiknya Anda juga menonton film animasinya terlebih dulu. Film berjudul Tales Of Vesperia: The First Strike akan membuat Anda lebih mengerti konflik yang terjadi dalam dunia Terca Lumireis, khususnya konflik dua karakter utama dalam game ini yaitu Yuri dan Flynn.

Akhir kata, saya sangat merekomendasikan game ini apalagi jika Anda sangat suka dengan JRPG. Saya juga bisa memastikan Anda akan suka dengan DLC gratis yang disediakan oleh Bandai Namco untuk game ini.
 
 
9.5
Tales Of Vesperia: Definitive Edition
Plus
  • Dukungan resolusi 4K 60fps
  • Konten baru
  • Masih pertahankan ciri khas Tales
Minus
  • Sistem strategy layer terlalu sederhana
  • Story log kurang lengkap



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.