Review Motherboard

Seperti Apa Kemampuan Duet MSI B350 Tomahawk + Ryzen 5 2400G?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 15 Mar 2018 22:25 WIB
amdasusreview motherboard
Seperti Apa Kemampuan Duet MSI B350 Tomahawk + Ryzen 5 2400G?
Motherboard MSI B350 Tomahawk.

Jakarta: Tren uang kripto diketahui membuat komponen kartu grafis menjadi sangat langka sekaligus memiliki harga yang mahal. Kondisi ini tentu menyulitkan mereka yang ingin merakit PC gaming mengingat komponen kartu grafis memiliki peran yang vital.

Beruntung AMD sendiri beberapa waktu lalu merilis prosesor yang menanamkan GPU Vega, salah satunya AMD Ryzen 5 2400G. Konsumen tidak perlu lagi membeli harga kartu grafis yang harganya selangit, yakni  yang pernah kami uji.

Mengapa AMD Ryzen 5 2400G? Prosesor ini diciptakan oleh AMD dengan harga yang terjangkau namun mampu menyajikan performa yang tidak jelek di kelasnya. Dalam pengujian Medcom.id kali ini, kami mencoba menduetkan proesor ini dengan motherboard MSI B350 Tomahawk. 


Meski tampil sebagai motherboard gaming kelas menengah, MSI B350 Tomahawk masih dibekali dengan fitur yang cukup lengkap. Beberapa fitur gaming seperti DDR4 Boost, Audio Boost, Gaming LAN, hingga dukungan penggunaan kartu grafis ganda serta serta sistem RGB LED terintegrasi.



Motherboard ini bahkan telah mengantongi sertifikasi VR Ready yang artinya ia telah bisa digunakan bersama perangkat dan komponen VR Ready lainnya.

Motherboard ini memiliki 4 port SATA III, MSI B350 Tomahawk juga telah dilengkapi dengan satu slot M.2 yang memiliki kecepatan transfer data lebih kencang dan mendukung sistem RAID 0, 1, dan 10 jika Anda menginginkan performa yang lebih baik lagi dalam hal penyimpanan.



Selain itu terdapat dukungan penggunaan RAM DDR4 yang bisa berjalan di 3200MHz. Anda juga masih bisa meningkatkan frekuensinya hingga lebih dari 3200MHz melalui BIOS. Sementara overclocking CPU bisa dilakukan melalui BIOS atau aplikasi Ryzen Master.

MSI B350 Tomahawk juga dilengkapi dua slot PCIe x16 sehingga memungkinkan Anda memasang dua kartu grafis AMD Radeon ke dalamnya. Kali ini, Medcom.id tidak menggunakan kartu grafis terpisah karena prosesor Ryzen 5 2400G yang memiliki GPU yang terintegrasi menggunakan Radeon Vega 11.



Bagaimana Performanya?

Pada pengujian menggunakan software, kami sempat mengalami kendala saat akan menguji menggunakan 3DMark Firestrike. Software tersebut menyebutkan bahwa pengujian tidak bisa dilakukan karena VRAM yang tersedia pada AMD Ryzen 5 2400G tidak mencukupi.

Mau tidak mau kami harus mengakali dengan cara yang mudah. Bermodal kartu memori 2 x 8GB Corsair Vengeance LPX 3200MHz, kami mengalihkan porsi memori RAM sebesar 2GB untuk dikonsumsi sebagai VRAM.

Cara ini berhasil membuat AMD Ryzen 5 2400G yang terpasang di MSI B350 Tomahawk melakukan tes benchmark 3DMark Firestrike dan dilanjutkan software pengujian lainnya. Berdasarkan hasil pengujian memang skor yang dihasilkan tidak sebesar prosesor lainnya yang pernah kami uji.

Misalnya, kami pernah menguji motherboard ini dengan menggunakan AMD Ryzen 7 1800X. Jelas berbeda, karena prosesor tadi merupakan kelas tertinggi dari jajaran prosesor Ryzen yang dirilis AMD.



Kini kami beralih ke pengujian dengan menjalakan game kategori AAA, yakni Battlefield 1 dan GTA V. Kedua game ini juga kami gunakan untuk pengujian AMD Ryzen 5 2400G saat pertama kali dirilis. Hasil pengujian kami mendapatkan prosesor dan motherboard ini mampu menjalankan kedua game ini dengan sangat baik lewat sedikit konfigurasi pada kualitas grafisnya.



Pada game Battlefield 1 dengan konfigurasi kualitas grafis rendah (low) pengujian AMD Ryzen 5 2400G mampu menghasilkan framerate tertinggi 52fps. Tentu saja angka ini masih di bawah 60fps tapi di atas 30fps yang artinya setidaknya hal ini sudah lumayan karena kami sama sekali tidak merasakan lag atau stuttering.

Untuk bermain game GTA V di kualitas grafis normal (low) kami juga tidak mendapatkan framerate mencapai 60fps, melainkan mendekati dan dengan rata-rata framerate di 31fps. Hanya ada sedikit stuttering tapi kami cukup puas karena game ini masih enak dilihat dan dimainkan dalam mode density karakter di dalam yang kami maksimalkan.

Density dalam GTA V merupakan opsi untuk memperbanyak atau mempersedikit jumlah manusia atau NPC di dalam game tersebut yang Anda jumpai. Umumnya semakin banyak atau tinggi tingkat density maka semakin berat pula game ini, tapi ternyata tidak berdasarkan pengalaman tadi.


Kesimpulan

Berdasarkan performanya, hasil pengujian memang prosesor Ryzen 5 2400G tidak akan menyajikan kemampuan sangar ala prosesor tertinggi. Meskipun begitu mengingat harga kartu grafis yang sangat mahal maka prosesor jenis APU ini adalah solusi terbaik.

Harga prosesor ini saja Rp2,3 juta, sehingga jelas sangat terjangkau dibandingkan harus membeli prosesor dan kartu grafis secara terpisah. Selain itu, motherboard MSI B350 Tomahawk juga tergolong sangat bisa diandalkan walaupun posisinya adalah motherbord gaming kelas memengah.

Motherboard ini dibanderol dengan harga Rp2,1 jutaan. Berbekal kedua perangkat tersebut dengan modal budget Rp6 juta saja Anda sangan mungkin bisa memiliki PC gaming yang cukup mampu menjalankan game sekelas Battlefield 1 dan GTA V.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.