Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 12 Dec 2018 15:43 WIB
samsungreview gadget
Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Samsung Galaxy A9 (2018).

Jakarta: Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan meluncurkan dua ponsel anyar. Bisa dibilang cukup inovatif, Samsung Galaxy A7 dan Galaxy A9 menghadirkan desain dan kemampuan yang belum pernah diadopsi oleh para kompetitornya.

Seperti yang sudah diketahui, Samsung Galaxy A7 dan Galaxy A9 dilirik karena kemampuan kameranya yang dinilai menarik. Samsung Galaxy A9 sendiri menjadi satu ponsel terbaru yang mengadopsi empat kamera.

Dengan desain dan kemampuan yang tampil beda, smartphone ini mendapatkan reaksi positif saat diumumkan untuk pasar Indonesia. Medcom.id juga berkesempatan menjajal smartphone tersebut. Berikut ulasannya.

 

Desain


Jika diadu dengan produk lain, saya tidak begitu banyak menjajal smartphone buatan Samsung. Bukan berarti jelek, Samsung selalu membuktikan bahwa ponsel kelas menengah ke atas dan premiumnya selalu menawarkan berbagai hal yang menarik.

Selain desain yang tentunya khas, membuat orang langsung sadar bahwa itu adalah ponsel Samsung, ada berbagai fitur dan kemampuan yang membuat konsumen lama yakin bahwa ponsel berikutnya yang akan mereka miliki berasal dari merek yang sama. Impresi ini tetap terlihat pada Samsung Galaxy A9. 

Dari sisi depan, Samsung Galaxy A9 mengusung layar 6.3 inci, dengan rasio bodi ke layar mencapai 80,5 persen. Ini membuatnya masih menyisakan bingkai pada sisi atas dan bawah. Tidak mengusung poni, Anda akan melihat beberapa komponen esensial yang terpasang pada sisi atas layar, seperti kamera depan dan speaker.



Anda tidak akan menemukan apapun pada sisa bingkai layar bagian bawah. Panel Super AMOLED membuat tampilan depan Samsung Galaxy A9 lebih mengkilap dan elegan. Samsung Galaxy A9 terlihat makin keren di bodi belakang. Mengusung warna gradasi, unit pengujian yang saya jajal menyematkan warna Lemonade Blue.

Samsung mencoba perpaduan dua warna yang masih dalam satu rumpun warna biru, sehingga saat terkena pantulan cahaya, pengguna akan melihat elemen warna biru yang lebih cerah, dan warna yang biru yang lebih gelap.

Sejujurnya, model gradasi ini sangat keren, dan efek ini pasti terlihat setiap kali bodi belakang terkena cahaya. Ini akan menarik perhatian orang lain ketika menggunakan Samsung Galaxy A9 di ruang publik.



Pada bodi belakang ini juga terlihat empat kamera yang terpasang dalam satu bingkai. Menariknya, bingkai ini dirancang agak kaku, tidak seperti produsen Tiongkok yang membingkai kameranya dengan rancangan sangat melengkung di sudut.

Empat kamera terpasang secara vertikal, yang secara estetika masih tepat pada penggunaan ponsel pada umumnya. Komponen LED flash terpisah dari bingkai ini. Selain kamera, Anda akan menemukan pemindai sidik jari dan tulisan Samsung yang letaknya tidak jauh. 

Samsung Galaxy A9 punya antarmuka fisik slot triple SIM di pinggir atas, yang memang tidak biasa. Tombol power dan volume berada di sisi kanan, sementara sisi yang berlawanan adalah tempat terpasangnya tombol Bixby.



Bagi Anda yang belum mengetahui, tombol Bixby khusus untuk mengaktifkan asisten digital Samsung secara cepat. Sementara pinggir bawah tempat port USB-C, jack audio, dan lubang speaker. Samsung Galaxy A9 menyematkan alur antena di pinggiran ini, sehingga tidak akan mengganggu penampilan secara keseluruhan.

 

Antarmuka


Samsung Galaxy A9 2018 hadir dengan antarmuka Samsung Experience UI, menggantikan TouchWiz UI yang telah digunakan Samsung pada sejumlah perangkat generasi sebelumnya. Antarmuka pengguna ini menyuguhkan sejumlah kustomisasi, termasuk peringatan untuk spam.

Selain itu, Samsung Experience UI ini tergolong sederhana, sebab tidak diikuti oleh banyak aplikasi bawaan. Bahkan aplikasi bawaan karya Samsung pada perangkat ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan perangkat sebelumnya, sebagai contoh Samsung Galaxy J6 Plus (2018).

Pada Galaxy A9 (2018), Anda dapat mengubah urutan tombol navigasi pada layar khas Android, serta berbekal opsi untuk menyembunyikan tombol tersebut, atau menghilangkannya sama sekali dan menggantikannya dengan gestur usap.



Selain itu, Samsung juga membekali ponsel cerdas ini dengan dukungan mode game serta mode untuk penggunaan satu tangan. Anda juga dapat membuka aplikasi dalam bentuk jendela yang terpasang di bagian atas layar, dan halaman aplikasi dapat digulirkan layaknya mengakses seperti biasa.

Sedangkan di bagian bawah jendela tersebut, Anda akan dapat melakukan navigasi pada umumnya di layar. Kemampuan tersebut mendukung fitur multitasking atau mengakses dan menampilkan dua aplikasi yang didukung secara bersamaan pada layar. Kemampuan ini akan bermanfaat bagi Anda yang kerap menggunakan smartphone untuk melakukan aktivitas multitasking.
 

Kamera

Samsung menjadikan kamera pada Galaxy A9 (2018) sebagai salah daya tarik utama. Masuk akal, karena perangkat ini menjadi yang pertama dengan usungan kamera belakang lebih dari tiga, yaitu sebanyak empat buah.

Salah satu poin yang diunggulkan Samsung dari empat kamera belakang ini adalah kemampuan menghadirkan foto dengan sudut pandang yang diklaim lebih luas dari kamera ponsel pada umumnya.

Namun, tidak hanya menampilkan foto dengan sudut pandang luas, hasil foto kamera Samsung ini masih tergolong tajam, detil dan cerah. Namun, pada hasil foto bersudut pandang luas tersebut, Anda akan menemukan efek cembung serupa lensa Fish Eye.







Selain itu, hasil foto pada kondisi pencahayaan terang di mode auto juga ditampilkan dengan ketajaman, kecerahan warna dan detil yang sama baik. Demikian juga dengan hasil foto pada mode Live Focus, mampu menghadirkan tingkat keburaman yang apik.

Anda juga dapat mengubah tingkat keburaman obyek non-fokus sebelum menekan tombol shutter. Hanya saja pada mode ini, Anda harus menjaga ponsel tetap stabil, sebab beberapa kali kamera sedikit kesulitan dalam mengunci titik fokus, sehingga titik fokus berubah saat ponsel bergerak.

Sedangkan pada kondisi pencahayaan redup, Samsung Galaxy A9 (2019) masih mampu menghadirkan hasil foto tergolong baik, meski noise masih dapat terlihat. Meskipun demikian, sebaiknya Anda tidak melakukan zoom pada kondisi pencahayaan redup, guna menghindari hasil foto penuh noise.







Hal serupa juga ditemukan pada kamera depan. Menariknya, bekal fitur Beautify yang diklaim Samsung lebih canggih ini akan membantu tampilan kulit wajah Anda lebih mulus, sesuai bagi penyuka Selfie. Fitur ini juga membantu wajah tampil cerah, namun tidak menjadi pucat.
 


Performa


Samsung Galaxy A9 menggunakan prosesor Snapdragon 660. Sebagian orang mungkin berasumsi Samsung tidak konsisten dalam menggunakan prosesor Exynos. Samsung sejak awal mengatakan bahwa mereka tetap membuka ruang untuk Qualcomm.

Sebagai pengguna prosesor generasi terbaru, Samsung Galaxy A9 melengkapinya dengan RAM 6GB atau 8GB, dan memori internal 128GB. Kapasitas sudah besar, dan masih bisa ditambah via microSD hingga 512GB. Dalam pengujian performa lewat aplikasi, Samsung Galaxy A9 cukup bersaing dengan kompetitornya. 



Pada grafik di atas, Anda bisa melihat bahwa Samsung Galaxy A9 masih kalah dengan ASUS ZenFone 5Z. Ini karena ada perbedaan kelas dari prosesor yang terpasang. ZenFone 5Z menggunakan Snapdragon 845, yang masuk dalam kelas premium.

Saya tidak memberikan lebih banyak pilihan perbandingan secara performa, karena hanya ada dua smartphone yang bermain di harga yang sama. Saya tambahkan Samsung Galaxy Note 9 sebagai referensi tambahan, dari kelas pasar lebih dari Rp10 juta. 

Prosesor Snapdragon 660 pastinya sudah memadai untuk main game PUBG Mobile. Saat dijajal, Samsung Galaxy A9 bisa memainkannya pada pengaturan medium, dengan opsi peningkatan detil lebih baik.



Anda tidak akan merasakan panas walaupun telah bermain selama 30 menit. Apa yang menarik adalah daya tahan baterai mencapai 12 jam, sangat baik untuk kategori smartphone dengan daya baterai kurang dari 4.000 mAh. Ini membuktikan bahwa Snapdragon 660 mampu memberikan efisiensi yang lebih baik. 


Kesimpulan
Tidak hanya tampil menawan dengan desainnya yang elegan, Samsung Galaxy A9 2018 cukup mampu menyuguhkan performa yang baik. Pengalaman penggunaan menyenangkan juga didukung oleh tampilan antarmuka yang sederhana dan daya tahan baterai yang lama.

Performa baik juga dihadirkan di divisi kamera, mendukung klaim Samsung untuk pembekalan empat kamera belakangnya. Namun, sama halnya dengan sejumlah kamera ponsel cerdas lain, melakukan zoom pada pencahayaan redup akan menampilkan hasil foto kurang memuaskan. Padahal, kameranya sudah empat. 
 
Spesifikasi  Samsung Galaxy A9 2018
Prosesor  Snapdragon 660 Octa-Core
OS  Android 8.0 Oreo
RAM  6GB
Memori  128GB
Kamera Belakang  24MP + 8MP + 10MP + 5MP
Kamera Depan  24MP
Baterai  3.800 mAh
Layar  6,3 inci 1080 x 2220 piksel
Harga  Rp7.999.000
 
 
7.9
Samsung Galaxy A9 (2018)
Plus
  • Desain elegan
  • Baterai tahan lama
  • Performa cukup baik
Minus
  • Hasil foto zoom kamera pada pencahayaan redup kurang memuaskan



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.