Ingin Beli WD My Passport Wireless? Baca Dulu Hasil Uji Ini

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 20 Jan 2015 11:23 WIB
review gadget
Ingin Beli WD My Passport Wireless? Baca Dulu Hasil Uji Ini
WD My Passport Wireless

Metrotvnews.com: Kebutuhan penyimpanan besar dan portabel semakin tinggi, apalagi kita kian mengandalkan perangkat mobile untuk bekerja dan sarana hiburan. Rata-rata smartphone atau tablet kelas atas sebenarnya telah memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup besar, namun masih terlalu kecil jika Anda gemar mengoleksi film.

Selain microSD, HDD eksternal adalah pilihan banyak orang untuk menyimpan berkas. Masalahnya, bagaimana menghubungkan HDD ekstrenal dengan perangkat mobile?

Itulah inovasi Western Digital (WD) melalui produk My Passport Wireless.
 

Desain

WD My Passport Wireless memiliki desain bodi yang sederhana. Ia tidak memiliki banyak corak serta hiasan. Ia hanya memiliki tulisan "WD My Passport Wireless" pada bodinya serta dengan tambahan dua lampu indikator, yaitu indikator power dan wireless.

Uniknya, HDD ini memiliki indikator power yang dapat berganti warna, yaitu biru ketika baterai terisi penuh, hijau ketika baterai menacapai 75%, kuning ketika baterai mencapai 50% dan merah ketika baterai mencapai 15%.



WD My Passport Wireless dibalut dengan bodi plastik yang cukup tebal. Selain koneksi WiFi, HDD ini juga dilengkapi dengan sebuah slot untuk SD Card. Fitur tersebut sangat membantu para pelancong yang gemar mengambil foto dan video. Saat kartu memorinya penuh, ia dapat langsung memindahkan data ke HDD ini.

Di bagian sisi atas terdapat sebuah konektor USB 3.0 dan dua buah tombol, yaitu tombol power dan tombol wireless. WD My Passport Wireless memang dapat bekerja dengan dua mode, yaitu terkoneksi ke PC dengan menggunakan USB 3.0, atau terkoneksi dengan berbagai perangkat dengan menggunakan koneksi nirkabel.
 

Fitur


Fitur WD My Passport Wireless cukup banyak. Selain tentunya dapat terkoneksi dengan berbagai perangkat serta memiliki sebuah slot SD Card, ia dilengkapi fitur manajemen berkas, admin serta pengaturan akses. HDD wireless ini juga memiliki fitur auto backup untuk setiap SD Card yang terhubung dengannya.

Pengaturan serta manajemen tersebut dapat dilakukan melalui PC,  atau langsung dari perangkat mobile melalui aplikasi WD My Cloud. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store, Apple App Store, serta Amazon App Store.

Untuk menggunakannya, cukup unduh aplikasi tersebut, lalu pasang. Setelah itu, nyalakan WD My Passport Wireless Anda dan hubungkan dengan perangkat mobile Anda dengan menggunakan koneksi WiFi. Setelah terkoneksi jalankan aplikasi WD My Cloud dan Anda telah dapat mengakses seluruh isi HDD.

Meskipun terlihat sangat canggih, fitur wireless pada WD My Passport Wireless memiliki beberapa kekurangan. Pertama, ketika saya menghubungkan HDD ini dengan laptop melalui koneksi wireless, koneksi internet saya yang menggunakan kabel sempat terputus.

Koneksi internet kembali menyala ketika saya memutuskan koneksi wireless. Kedua, sistem manajemen berkas yang cukup membingungkan. WD memang menyediakan berbagai video tutorial yang sangat lengkap di dalam paket penjualan WD My Passport Wireless, dan sebaiknya Anda mempelajari video tutorial tersebut terlebih dulu.

Performa

WD My Passport Wireless memiliki kecepatan transfer data yang cukup cepat. Saya sempat mengujinya dengan menyalin kompilasi data yang terdiri-dari foto, video, dan lain-lain dengan total data 1GB melalui USB 3.0. Hasilnya cukup cepat, yaitu hanya sekitar 2 menit 32 detik.

Sementara untuk transfer data sebaliknya (dari WD My Passport Wireless ke HDD lokal) seluruh data tersebut dapat tersalin hanya dalam waktu 1 menit 22 detik. Kemampuan transfer data melalui nirkabel pun tak terlalu mengecewakan. Seluruh data tersebut dapat tersalin dalam waktu 13 menit 14 detik.



Hasil pengujian menggunakan Crystal Disk Mark juga cukup baik. Uniknya, performa HDD ini lebih baik ketika pengujian baca tulis data pada mode 4KB data dan queue depth 32, ketimbang pada mode 4K data tanpa queue depth.

WD My Passport Wireless dilengkapi dengan baterai internal yang mampu bertahan cukup lama, yaitu sekitar 5 hingga 6 jam. Pengisian baterai dapat melalui adaptor yang disertakan dalam paket penjualannya, atau melalui USB 3.0. Sayangnya, keberadaan baterai membuat WD My Passport Wireless cepat panas walau masih dalam batas toleransi.
 

Kesimpulan

WD My Passport Wireless merupakan HDD eksternal yang sangat portabel. Ia dapat dihubungkan dengan PC dan perangkat mobile. Fitur manajemen serta pengaturannya pun sangat lengkap, meskipun sedikit membingungkan. HDD wireless ini sangat cocok bagi Anda yang gemar melancong ataupun yang membutuhkan sebuah media penyimpanan berkapasitas besar dengan tingkat portabilitas yang sangat tinggi.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.