Review Tablet

Samsung Galaxy Tab A 8.0 (2017), Punya Gaya Tanpa Mahal

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 20 Feb 2018 18:56 WIB
samsungpenjualan tablet
Samsung Galaxy Tab A 8.0 (2017), Punya Gaya Tanpa Mahal
Samsung Galaxy Tab A (2017)

Jakarta: Mengalami penurunan popularitas tidak berarti pangsa pasar tablet musnah begitu saja. Masih terdapat konsumen yang memilih untuk membeli perangkat tersebut karena dinilai mampu menawarkan pengalaman menikmati konten video pada layar lebih besar dalam perjalanan.

Sejumlah produsen mencoba menawarkan konsumen perangkat yang mampu memenuhi keinginan mereka, salah satunya adalah perangkat tergolong mumpuni dengan penawaran harga terjangkau. Hal ini juga yang coba dihadirkan Samsung melalui lini Galaxt Tab A miliknya.

Selain layar lebar, Samsung Galaxy Tab A (2017) hadir dengan dukungan spesifikasi dan desain yang cukup memikat khas raksasa teknologi asal Korea Selatan ini. Lantas apa lagi yang ditawarkan Samsung Galaxy Tab A (2017) Simak penjabarannya berikut ini.

 

Desain

Gelar perangkat kelas menengah diwakili Samsung dengan desain elegan berbahan metal yang sedikit berlekuk di bagian belakang. Bahan tersebut mampu menghadirkan kesan lebih kokoh jika dibandingkan dengan pendahulunya yang menggunakan bahan plastik.

Hanya saja, keindahan yang dihadirkan bahan metal ini sedikit terganggu akibat noda sidik jari yang rentan menempel di bagian belakang tablet ini. Sementara itu untuk layar, tampaknya tren bezel tipis yang tengah digandrungi produsen perangkat teknologi ini tidak mempengaruhi keputusan Samsung untuk membekali perangkat dengan bingkai layar yang tergolong tebal.

Selain itu, saat produsen lain berlomba menghadirkan perangkat dengan desain tipis di berbagai kelas perangkatnya, Samsung tetap teguh pada pendiriannya untuk Galaxy Tab A (2017) ini, dengan menghadirkan perangkat yang tergolong tebal, meski tidak mengganggu pengalaman penggunaan kala menggenggam perangkat.



Untuk pengguna bertangan besar, memegang perangkat berbentang layar 8 inci ini dengan dua tangan mungkin tidak akan mengalami kesulitan. Hal sedikit berbeda didapati oleh pengguna bertangan lebih kecil, sehingga membutuhkan pembiasaan untuk dapat mengetahui cara genggam yang nyaman.

Selain penggunaan bahan metal, garis desain yang diusung Samsung Galaxy Tab A (2017) tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan pendahulunya, dengan sematan kamera belakang di bagian tengah belakang perangkat, didampingi lampu flash di bawahnya serta logo Samsung tidak jauh di bawah lampu.



Sementara itu, Anda dapat tombol daya dan volume di sisi kanan atas perangkat, dan jack headphone 3,5mm di bagian atas. Samsung juga menghadirkan dukungan konektivitas jaringan seluler melalui kehadiran slot di sisi kiri atas, bergabung dengan slot untuk microSD. Di sisi bahwa, Anda dapat menemukan port USB Type-C dan lubang speaker di sebelah kiri port.

Di sisi depan, selain layar berukuran 8 inci, Anda juga dapat menemukan kamera depan di bagian bezel atas, dan tombol Home berbentuk oval khas Samsung di bezel bawah, didampingi oleh tombol Recent Apps dan Back.

Sayangnya, ukuran tombol Home sedikit terlalu kecil, sedikit kurang nyaman saat ditekan, terutama bagi pengguna bertangan besar.



Hal lain yang juga disayangkan dari Samsung Galaxy A (2017) adalah fakta bahwa kedua tombol tersebut tidak dibekali dengan kemampuan menyala dalam gelap. Absennya kemampuan tersebut menimbulkan kesulitan saat mengakses tombol dalam kondsi pencahayaan redup.

 

Software & Antarmuka

Dengan dukungan sistem operasi Android 7.1 Nougat dan sentuhan Touch-Wiz terbaru, tampilan antarmuka tablet ini juga serupa smartphone high-end Samsung yaitu Galaxy S8 dan Note 8. Sentuhan tersebut menjadikan tampilan antarmuka tablet ini lebih rapi dan mudah untuk dinavigasikan.

Masih dibekali dengan laci aplikasi, pada tablet ini, laci aplikasi tersebut tidak lagi hadir diwakili ikon enam kotak kecil tersusun rapi di sudut kanan, atau di bagian tengah bawah layar. Bahkan pada tablet ini, Samsung tidak lagi membubuhkan ikon tertentu untuk mewakili keberadaan laci aplikasi tersebut.

Untuk dapat mengakses laci aplikasi pada tablet ini, Anda hanya perlu mengusap layar dari bagian bawah ke atas, atau sebaliknya. Cara serupa juga dapat Anda lakukan untuk menutup laci aplikasi tersebut.



Samsung juga tidak membekali tablet ini dengan banyak dukungan aplikasi bawaan, dan hanya sejumlah aplikasi unggulannya termasuk Secure Folder, S Lime, dan Samsung Flow. Mengingat tablet lebih populer di kalangan anak-anak, Samsung juga membekali Galaxy Tab A (2017) dengan Kids Mode.

Mode ini dihadirkan Samsung sebagai upayanya menawarkan kendali lebih baik kepada orang tuan terkait konten yang dapat diakses anak-anak. Menariknya, meski awalnya dikenali sebagai fitur khusus perangkat unggulan, Samsung juga membekali Galaxy Tab A (2017) dengan asisten pribadi virtual Bixby.

Asisten virtual ini dapat diakses dengan mengusap layar Home dari kanan ke arah kiri. Namun untuk dapat memanfaatkan asisten pribadi virtual ini, Anda harus memiliki dan masuk ke fitur dengan menggunakan akun Samsung. Perlu diperhatikan bahwa Bixby hanya dapat berfungsi saat perangkat terhubung dengan jaringan internet.

Bukan fitur baru, Samsung juga membekali Galaxy Tab A (2017) dengan fitur Bluelight Filter. Fitur ini cukup bermanfaat bagi Anda yang gemar membaca artikel atau buku elektronik melalui tablet sebelum tidur. Fitur ini dapat membantu mencegah mata tetap terjaga akibat pancaran sinar biru.

 

Kamera & Video

Mengingat bukan perangkat unggulan, Samsung tidak berupaya keras untuk membekali Galaxy Tab A (2017) dengan dukungan kamera berkualitas tinggi. Meskipun demikian, kamera tablet ini cukup mampu menghadirkan hasil foto yang terbilang baik pada kondisi pencahayaan cukup.

Lain lagi pada hasil foto pada kondisi pencahayaan redup, dengan gangguan noise yang cukup terlihat pada hasil foto kamera depan dan belakang. Meskipun demikian, Samsung turut menghadirkan mode yang tengah menjadi tren pada kamera depan, yaitu Wide-Selfie.

Mode ini memungkinkan Anda untuk memotret diri dengan sekelompok teman dengan ruang potret lebih luas. Selain itu, tablet ini juga berbekal mode Sound & Shot, memungkinkan Anda memotret dan didampingi rekaman audio selama sembilan detik.

Mode Sound & Shot juga dapat Anda manfaatkan pada kamera depan, yang didampingi oleh sejumlah mode kamera belakang umumnya, termasu panorama. Tidak ketinggalan, Samsung juga membekali tablet ini dengan mode potret Animated GIF, memudahkan Anda untuk mengambil video pendek dengan ekstensi .GIF.

Selain itu, tersedia juga mode potret Sport, menawarkan kemampuan autofocus lebih cepat dari mode lainnya, sehingga memungkinkan Anda saat memotret aktivitas dengan pergerakan cepat dengan lebih mudah.

Berikut hasil foto Samsung Galaxy Tab A (2017)













 

Performa & Baterai

Dengan dukungan prosesor Qualcomm Snapdragon 425 quad-core 1,4GHz dan RAM 2GB, tablet ini mampu menyuguhkan performa yang memadai saat digunakan untuk memutar video, melakukan penelusuran di peramban, dan mengetik.

Namun, pada tugas lebih rumit, tablet ini sedikit kesulitan dalam menyuguhkan tampilan konten secara mulus, terutama saat memainkan game dengan kapasitas besar serupa Ashpalt 8: Airborne, dan saat delapan dari 10 aplikasi berjalan di latar belakang.

Menyoal ruang penyimpanan, Samsung membekali tablet ini dengan ruang penyimpanan berkapasitas 16GB dan tambahan via microSD yang mendukung hingga kapasitas 128GB.

Sementara itu, bekal layar luas beresolusi 1280 x 800 piksel pada tablet ini juga mampu menyuguhkan tampilan gambar dengan ketajaman dan detil.

Sementara itu saat diuji dengan aplikasi benchmark PCMark, baterai tablet yang berkapasitas 5.000 mAh ini mampu bertahan selama sembilan jam 38 menit. Sedangkan saat digunakan untuk menonton video secara terus-menerus, baterai tablet ini mampu bertahan sekitar 7 jam.

Kesimpulan
Samsung Galaxy Tab A (2017) mampu menyuguhkan kemampuan yang baik, mengingat kehadirannya sebagai perangkat kelas menengah. Perfoma baik mampu disuguhkannya saat digunakan untuk aktivitas ringan, meski tidak demikian pada aktivitas lebih rumit.

Kehadiran dukungan asisten pribadi virtual Bixby juga menawarkan pengalaman serupa yang sebelumnya hanya dirasakan oleh perangkat kelas atas, meski tablet ini ditawarkan dengan harga di kisaran Rp3 juta.

Selain itu, dukungan baterai yang tergolong tahan lama juga menjadikan tablet ini rekan yang cukup ideal untuk menemani perjalanan Anda.
 
 
8.0
Samsung Galaxy Tab A (2017)
Plus
  • Daya baterai tahan lama
  • Tampilan antarmuka serupa perangkat kelas unggulan Samsung
  • ayar mampu menampilkan gambar dengan tajam dan detil
Minus
  • Kurang mampu menangani aktivitas rumit dan berat
 
  Samsung Galaxy Tab A (2017)
Prosesor Snapdragon 425 quad-core
RAM 2GB
OS Android 7.1. Nougat dengan Touch-Wiz 
Memori Internal 16GB
Kamera Depan 8MP, Belakang 5MP
Baterai 5.000 mAh
Layar 8 inci 1280 x 800 piksel
Harga Kisaran Rp3 juta
  


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.