Review Headset

Sennheiser PX550, Kemudahan via Gestur Sentuh

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 22 Oct 2017 13:06 WIB
sennheiserreview peripheral
Sennheiser PX550, Kemudahan via Gestur Sentuh
Sennheiser menawarkan kemudahan navigasi melalui fitur gestur sentuh dan kesenangan menikmati lagu berkat adaptive noise cancellation.

Metrotvnews.com, Jakarta: Musik sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, terutama sejak kemajuan teknologi yang menyediakan banyak pilihan dan memungkinkan masyarakat untuk menikmati musik di perjalanan, mulai dari radio FM, pumitar musik, Youtube, maupun layanan streaming.

Hal ini juga menyebabkan headphone menjadi bagian tidak terpisahkan dalam aktivitas harian masyarakat. Kini, kemajuan teknologi yang turut berpengaruh pada perkembangan teknologi headphone, memungkinkan pengguna untuk menikmati alunan musik melalui headphone tanpa gangguan juntaian kabel.

Kenyamanan tersebut kembali dihadirkan Sennheiser pada salah satu headphone terbarunya, PX550, yang didukung oleh teknologi nirkabel sebagai penghubung headphone dengan perangkat. Mengusung teknologi Bluetooth sebagai medium penghubung, Sennheiser PX550 mampu menyuguhkan kenyamanan akibat kemudahan dalam menghubungkan headphone dengan perangkat.

Untuk mengaktifkan headphone, Anda hanya perlu memutar kedua earcup ke posisi siap digunakan, dan memastikan tombol Bluetooth di earcup sisi kanan dalam poisisi aktif. Kemudian mengaktifkan Bluetooth di ponsel sebagai pemutar musik dan melakukan pemindaian.



Setelah ditemukan, pilih nama Bluetooth Sennheiser PX550 dan Anda akan diminta untuk melakukan pairing pada ponsel, kemudian suara instruksi di ponsel yang memberitahukan perangkat telah terhubung akan terdengar melalui headphone.

Saat kami mencoba, perangkat sempat mengalami kesulitan untuk dapat terhubung pada ponsel lain, setelah terhubung dengan satu ponsel. Jika mengalami kesulitan menghubungkan perangkat via Bluetooth, headphone ini juga dibekali dengan teknologi NFC pada earcup sisi kiri yang dapat Anda manfaatkan untuk menghubungkan perangkat.

Uniknya, headphone Sennheiser PX550 ini tergolong sebagai headphone minim tombol. Selain tombol Bluetooth yang tersebat di antara engsel penghubung earcup sisi kanan dan headband, Anda hanya akan menemukan tombol geser untuk mengaktifkan dan menonaktifkan teknologi adaptive noise cancellation, port USB dan jack audio 2,5 mm di bagian bawah earcup sisi kanan.

Berbekal port audio 2,5 mm di earcup kanan, Sennheiser memberikan sejumlah opsi kabel penghubung untuk perangkat yang tidak dapat terhubung dengan headphone via Bluetooth, salah satunya adalah kabel dengan ujung jack 2,5mm dan jack 3,5mm di ujung lainnya.



Sekilas melihat desain yang diusungnya, Anda mungkin mengira Sennheiser tidak membekali headphone ini dengan tombol volume ataupun tombol untuk beralih ke ke lagu selanjutnya atau kembali ke lagu sebelumnya. Sennheiser menghadirkan kemampuan mengatur volume serta mengakses lagu selanjutnya atau sebelumnya via fitur gestur sentuh di earcup sisi kanan.

Mengetuk sisi kanan earcup akan memungkinkan Anda untuk menghentikan lagu atau audio sementara waktu, dan mengetuknya sekali lagi memungkinkan Anda melanjutkan lagu atau audio tersebut. Sementara itu, mengusap earcup sisi kanan dari bawah ke atas akan memperkeras volume sedangkan mengusap earcup ke arah sebaliknya akan menurunkan volume.

Selain itu, mengusap earcup ke arah kanan atau kiri akan memungkin Anda untuk mengakses lagu selanjutnya atau kembali ke lagu sebelumnya. Sementara itu, Sennheiser mengklaim baterai yang mendukung headphone ini dapat bertahan selama 30 jam penggunaan dalam sekali pengisian daya. Sayangnya, Sennheiser tidak membekali headphone ini dengan lampu indikator daya baterai.

Soal suguhan audio, Sennheiser PX550 mampu menyuguhkan kesenangan menikmati audio serupa perangkat bermerek Sennheiser lain, berkat keluaran audio yang jernih. Selain itu, soundstage yang disuguhkan headphone ini juga baik, memungkinkan kami mengetahui asal arah suara instrumen musik dari lagu dengan baik.

Pada lagu Adele berjudul Rolling in the Deep, suara instrumen bass dan drum berpadu secara harmonis dan dapat terdengar dengan jelas tanpa tumpang tindih satu sama lain. Demikian juga dengan suara alat musik pengiring lainnya, mengalun dengan harmonis tanpa mengganggu atau menutupi vokal Adele dan vokal penyanyi latar.



Suguhan audio yang sama menyenangkan juga dihadirkan Sennheiser PX550 pada lagu In The End milik Linkin Park. Gebukan drum, gitar, bas serta instrumen elektronik pada lagu mengalun dengan harmonis, mendukung vokal khas Chester dan rap Mike, yang setiap baik lirik dapat terdengar jelas.

Sementara itu, kemampuannya dalam menyuguhkan audio dengan karakteristik bass dengan baik kami dapati pada alunan lagu When I Fall in Love yang dinyanyikan oleh Nat King Cole. Suara penyanyi legendaris Nat King Cole yang terbilang dalam mampu disampaikan dengan baik oleh headphone ini.

Didukung teknologi adaptive noise cancellation, Anda dapat menikmati alunan lagu tanpa gangguan suara dari lingkungan sekitar. Dalam kondisi nonaktif, ukuran earcup yang mampu mencakup daun telinga memungkinkan Anda menikmati audio dengan gangguan suara sekitar yang baik.

Namun, pada kondisi lingkungan lebih berisik seperti di stasiun kereta, mengaktifkan teknologi tersebut akan memungkinkan Anda dapat menikmati lagu atau audio dengan gangguan suara sekitar lebih sedikit jika dibandingkan saat kondisi teknologi nonaktif.

Tidak hanya kemudahan yang hadirkan dalam menavigasikan headphone berkat fitur gestur pengaturan sentuh, Sennheiser PX550 juga menghadirkan kesenangan saat menggunakan perangkat berkat suguhan audio yang memanjakan telinga.
 

Sennheiser PX550

 

8,5

  • Suara bagus
  • Noise cancelling bagus
  • Fitur gestur memudahkan navigasi dan desain jadi minim tombol
  • Dimensi masih sedikit terlalu besar untuk dibawa bepergian



(MMI)

Video /