Review Headset

Bowers & Wilkins PX: Audio Berkelas dengan Sensor Cerdas

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 08 Dec 2017 21:33 WIB
bowers & wilkinsreview peripheral
Bowers & Wilkins PX: Audio Berkelas dengan Sensor Cerdas
Bowers & Wilkins PX merupakan headphone yang memenuhi 3 kriteria dasar paling dicari dari sebuah hedaphone.

Jakarta: Saat memilih headphone, apa kriteria yang Anda cari? Bobot ringan, wireless, dan audio bagus. Jika iya, headphone Bowers & Wilkins PX boleh dibilang salah satu yang mampu menyuguhkan 3 poin ini.

Diracik oleh merek audio ternama asal Inggris, headphone ini tentu bukan yang asal keren saja dari sisi desain. Secara pribadi dan berdasarkan pengalaman menggunakannya, Bowers & Wilkins PX sangat baik.

Bowers & Wilkins PX memiliki konsep desain headphone over ear. Oleh karena itu ukurannya terbilang bongsor. Saya sendiri bukan penggemar headphone dengan ukuran yang bongsor, sebab terlalu menarik perhatian orang di sekitar. Hal ini mungkin juga dirasakan oleh sebagian orang.

Dibalik ukurannya yang bongsor, desainnya tidak norak. Bowers & Wilkins PX punya tampilan yang sangat solid menggunakan material yang kokoh dengan bantalan busa berlapis kulitas di bagian lengkungannya dan earcup

Rasanya memang berbeda dengan lapisan bantalan yang berlapis karet. Apabila dipergunakan dalam waktu cukup lama maka akan terasa lengket. Pengguna material kulit jelas membedakan kelas dari Bowers & Wilkins PX.



Berbicara tentang jangka waktu pemakaian yang cukup lama, saya tidak merasakan rasa panas atau pegal ketika menggunakannya. Headphone ini diklaim bisa bertahan hingga 22 jam, meskipun saya tidak mengeceknya secara akurat. Harus diakui headphone ini berhasil menemani saya hingga hampir seharian penuh. 

Bobotnya yang ringan tidak membuat headphone ini menumpu pada bagian telinga Anda termasuk saat dikalungkan pada leher. Bantalan busa di bagian lengkungannya membuat leher tidak terasa pegal.

Untuk konektivitasnya, Bowers & Wilkins PX membekali kabel audio jack 3,5mm dan Bluetooth. Entah mengapa, proses pairing Bluetooth di perangkat ini memakan waktu yang terbilang lebih lama ketimbang headphone wireless lainnya. Oleh sebab itu, kehadiran kabel audio jack patut disyukuri.

Pada bagian luar earcup sebelah kanan terdapat susunan tombol untuk mengaktifkan serta memutar audio dan mengatur volume headphone. Ada fitur tersembunyi yang menjadi keunggulan Bowers & Wilkins PX yakni sensor cerdas, standby mode yang bisa bekerja secara otomatis.

Audio yang diputar akan berhenti sementara secara otomatis ketika Anda mengangkat salah satu atau kedua earcup, misalnya Anda harus berbicara dengan orang di sebelah. Audio akan kembali berputar dengan secara otomatis ketika earcup sudah menutup kembali daun telinga Anda.

Apabila Anda lupa untuk menonaktifkan, headphone ini otomatis akan masuk dalam mode sleep untuk menghemat dayanya. Jadi, dari daya tahan baterainya fitur sensor cerdas tadi sangat membantu perangkat ini bisa bertahan hingga hampir seharian.

Jujur saja, fitur ini menjadi salah satu alasan saya memuji Bowers & Wilkins PX. Fitur tersebut akan sangat berfungsi untuk sebuah headphone wireless yang umumnya akan sering dipergunakan dalam perjalanan atau tempat umum ketimbang sekadar duduk berdiam diri di dalam ruangan.

Alasan lain saya memuji-muji Bowers & Wilkins PX adalah kualitas audionya yang tidak bisa diremehkan melihat ukurannya yang bongsor. Ada anggapan bahwa headphone biasanya hanya menyajikan audio bass dengan kualitas yang tebal.



Bowers & Wilkins PX menyuguhkan audio yang mencitrakan kualitas dari mereknya. Headphone ini menyajikan suara bass yang tebal sekaligus vokal dan ambience yang sangat jernih dan tajam. Tidak hanya menyajikan suara stereo yang terdengar dari sisi kanan dan kiri, saya bisa merasakan arah asal audio tersebut.

Pengalaman ini bisa didapatkan saat dipergunakan menyaksikan video dan game. Jika digunakan untuk mendengarkan musik bergaya akustik atau menggunakan banyak instrumen, audio yang disajikan sangat terasa detil.

Sayangnya, noise cancelling yang dibawa Bowers & Wilkins PX masih terasa kurang. Saya masih bisa mendengar suara di sekitar dengan jelas, tampaknya kemampuan noise cancelling yang dibenamkan terbantu karena earcup yang tebal dan rapat.



Nilai plus Bowers & Wilkins PX ini dari sisi fitur adalah tersedianya aplikasi untuk konfigurasi terhadap fitur dan audio yang dimiliki headphone ini lewat smartphone secara wireless.

Tentu saja melihat desain, fitur, serta nama dari Bowers & Wilkins headphone ini tidak dibanderol dengan harga yang terjangkau. Harga sesuai dengan kualitasnya Bowers & Wilkins PX dijual dengan harga Rp5,7 juta 
 

Bowers & Wilkins PX

 

9,5

  • +Desain berkelas
    +Bobot ringan
    +Earcup nyaman
    +Audio tebal dan detil
    +Sensor cerdas dan sleep mode
    +Daya tahan baterai yang sangat awet
  • -Noise cancelling kurang optimal
    -Proses pairing Bluetooth yang agak lama
    -Desain bongsor
     



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.