Review Notebook

Gigabyte Aero 14-K7: Ultrabook Profesional Sekaligus Game

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 19 Mar 2018 21:26 WIB
gigabytereview laptopaorus
Gigabyte Aero 14-K7: Ultrabook Profesional Sekaligus Game
Gigabyte Aero 14-K7.

Jakarta: Gigabyte konsisten menciptakan ultrabook di segmen gaming. Merek asal Taiwan ini sadar bahwa laptop gaming sebisa mungkin sanggup dibawa kemanapun dan digunakan untuk kebutuhan profesional.

Hal tersebut tampak dari salah satu laptop terbarunya, Aero 14-K7. Bagi Medcom.id, selalu menarik untuk mengulik laptop gaming Gigabyte demi mengetahui performa yang ada dibalik desain rampingnya. 

 

Desain

Sebetulnya tidak banyak yang bisa dibahas soal desain dari Aero 14-K7. Mengapa? Karena desain laptop ini masih serupa dengan varian Aero 14 yang sudah kami ulas sebelumnya. Perbedaannya, Aero 14 saat itu memiliki spek lebih tinggi dari yang ini.

Aero 14-7K masih memiliki desain yang sama di bagian luarnya. Untuk sebuah laptop gaming desainnya memang lebih terlihat seperti laptop profesional, sangat sederhana tapi elegan.



Desain di bagian dalamnya juga masih serupa dengan Aero 14. Grill speaker tersembunyi di dekat engsel layar. Layarnya mengusung ukuran 14 inci dengan resolusi QHD 2560x1440 Anti-Glare LCD.

Resolusinya memang tidak umum dijumpai pada laptop gaming. Alasannya, laptop ini juga ditujukan untuk kebutuhan profesional seperti menyunting foto dan video. Oleh sebab itu, Gigabyte juga memberikan teknologi X-Rite Pantone yang memberikan akurasi warna lebih baik.



Teknologi tersebut pertama kali hadir di Aero 15 yang merupakan seri tertinggi laptop Aero. Kami juga pernah mengulas Aero 15X. Sayangnya, engsel layar laptop ini tidak cukup kukuh. hal ini terlihat dari layar yang mudah tergoyang saat laptop diayunkan atau memindahkan posisi laptop tersebut.

Kembali ke desainnya, laptop ini memiliki ukuran keyboard tenkeyless yang terasa agak sempit. Di awal menggunakannya saya harus beradaptasi dulu sehingga sering kali typo. Pada sisi kiri terdapat deretan tombol makro yang bisa digunakan dengan tombol fungsi berlambang G. 



Terlebih dahulu pengguna harus melakukan kustomisasi RGB yang terletak di tombol G, diartikan sebagai jenis fungsi makro yang sedang aktif.

Sebetulnya, saya sempat berharap keyboard ini didukung RGB backlit. Sayangnya, hal ini hanya ada di tombol makro. Saya hanya disajikan backlit putih yang memiliki opsi tingkat kecerahannya.

Mengingat laptop Aero disebut sebagai ultrabook gaming, maka sangat penting untuk mengetahui ukuran perangkatnya. Laptop ini hadir dengan ukuran 13,19 x 9,84 x 0,79 inci yang cukup tips dan ideal, tidak terlalu besar maupun kecil. Bobotnya sendiri hanya 1,88 kg. 

 

Fitur

Beralih ke fitur di Aero 14-K7, laptop ini memiliki I/O port yang lengkap meskipun optical disk drive dan port RJ45 absen tapi hal tersebut tidak menjadi masalah. Laptop ini tiga port USB 3.0 Type-A, satu port Thunderbolt 3, satu port HDMI 2.0, satu port Mini DP 1.2, satu auido jack, dan tidak ketinggalan satu SD Card Reader.

Port yang tersedia bisa dimanfaatkan pengguna untuk menampilkan gambar ke tiga monitor tambahan sekaligus dengan resolusi 4K.



Untuk konektivitasnya, selain SD Card, Aero 14-K7 menyediakan Wireless LAN 802.11ac dan Bluetooth v4.2.

Untuk webcam, laptop ini menyediakan webcam dengan resolusi HD yang terletak di bagian atasnya. Kualitas audio laptop ini juga sangat nyaring dan tidak pecah dengan dukungan Dolby Digital Plus Home Theater.

Aero 14-K7 hadir dengan beberapa software bawaan, di antaranya adalah Macro Hub untuk mengatur fungsi tombol makro yang tidak hanya untuk gaming, tapi juga shortcut key untuk mengakses program atau fitur lain di laptop.

Smart Dashboard, software ini menyajikan informasi real-time lengkap terkait performa CPU dan GPU, termasuk suhunya dan kapasitas baterai. Lewat software ini juga tersedia opsi kecepatan kipas pendingin laptop tergantung beban kerja yang dilakukan.



Software menarik satu lagi adalah TriDef SmartCam, yang ditujukan bagi pengguna yang ingin melakukan live streaming memainkan game ala vlogger. Software ini secara otomatis akan mengubah latar belakang ruangan pengguna laptop menjadi tampilan game yang sedang dimainkan.

 

Performa

Aero 14-K7 hadir dengan dapur pacu menggunakan prosesor Intel Generasi Core i7-7700HQ (2,8GHz-3,8GHz) dan memori penyimpanan M.2 SSD yang mendukung NVMe PCI X4 dan SATA, namun untuk default terpasang 256GB.

Aero 14-K7 masih lebih unggul dari dua varian Aero 14 sebelumnya, yang hanya menyediakan satu slot M.2 SSD. Kapasitas RAM laptop ini hadir dengan varian RAM 8GB dan 16GB DDR4 2400 yang bisa ditingkatkan hingga 32GB.

Beralih ke kartu grafisnya, Aero 14-K7 dibekali GPU bawan Intel HD Graphics 630 plus NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti GDDR5 dengan VRAM 4GB. Lewat pengujian menggunakan software benchmark, laptop ini berhasil mencatatkan skor performa yang lebih unggul ketimbang laptop merek lain yang juga hadir dengan kartu grafis dan prosesor yang tidak berbeda.

Kami membandingkannya dengan laptop Acer Aspire VX dan HP Omen 15 (2017) yang pernah kami ulas juga. Meskipun perbedaannya hanya di selisih 100 hingga 500 poin, tapi sebetulnya perbedaan ini sudah cukup signifikan.

Dapur pacu yang tidak berbeda membuktikan bahwa performa Aero 14-K7 masih yang paling unggul, sehingga kami tidak heran apabila harga laptop ini juga lebih mahal ketimbang kedua merek lainnya. Aero 14-K7 dibanderol Rp25 juta.



Bagaimana dengan performanya untuk bermain game? Kami melakukan pengujian menggunakan tiga game kelas AAA yang tampilan grafisnya sangat mendukung konfigurasi rata kanan di resolusi 1920 x 1080.



Hasilnya, laptop yang berbekal GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti ini memang tidak bisa menembus 60fps. Hal yang mengecewakan bagi gamer yang memuja framerate 60fps, tapi game ini masih mampu menjalankan ketiga game tadi secara lancar dengan opsi tidak memasang konfigurasi grafis ke level rata kanan atau ultra.

Misalnya pada pengujian game Ghost Recon: Wildlands. GPU beserta VRAM yang tertanam tidak akan cukup untuk menjalankan game ini di kualitas grafis ultra, sesuai peringatan yang muncul di fitur benchmark game ini.

Alhasil, kami memainkannya di opsi kualitas grafis Very High, hanya terdapat sedikit stuttering namun di kualitas grafis Medium sama sekali tidak ditemukan stuttering. Setidaknya laptop ini masih bisa memainkan game kelas AAA saat ini.

GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti juga tergolong kartu grafis yang tidak rakus konsumsi daya, alhasil laptop ini juga mampu bertahan selama 3 jam 51 menit lewat pengujian PCMark 8. Lebih awet ketimbang dua laptop lain yang kami sebutkan tadi.


Kesimpulan
Aero 14-K7 memang mengalami penurunan dari jenis GPU yang digunakan pada varian sebelumnya, tapi punya peningkatan di sisi kapasitas memori dengan penambahan slot M.2 SSD. 

Perlu diingat bahwa laptop gaming tipis dengan kapasitas memori yang kecil adalah sebuah kekecewaan yang suatu hari akan Anda alami saat ukuran file game AAA semakin besar dan semakin banyak DLC yang harus diunduh.

Soal harga, harus diakui bahwa laptop ini jauh lebih mahal dengan kombinasi dapur pacu yang tidak jauh berbeda. Di sisi lain, dengan memadukan desain yang tipis serta bobot dan ringan, Aero 14-K7 pas bagi Anda yang ingin laptop tips dan ringan untuk bekerja sekaligus bermain game.
 
 
9.3
Gigabyte Aero 14-K7
Plus
  • Desain tipis dan ringan di kelasnya
  • Bisa upgrade RAM dan M.2 SSD
  • Mampu memainkan game AAA
  • Mendukung kebutuhan profesional
Minus
  • Keyboard tidak memiliki fitur LED RGB
  • Keyboard sempit
  • Harga lebih mahal



 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 day Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.