Review Smartphone

ASUS ZenFone Selfie, Membawa Selfie pada Level Baru

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 09 Jan 2016 22:15 WIB
review gadget
ASUS ZenFone Selfie, Membawa Selfie pada Level Baru
ASUS ZenFone Selfie fokus pada fitur kamera. (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Semakin banyak orang yang memilih untuk menggunakan smartphone sebagai pengganti kamera. Karena itulah, sekarang, semakin banyak vendor smartphone yang fokus pada kemampuan kamera. Salah satunya adalah ASUS. 

ASUS ZenFone Selfie adalah smartphone ASUS yang fokus pada kemampuan kamera, terutama kamera bagian depan. Ia diluncurkan di Indonesia pada acara Zenfestival Jakarta yang diadakan bulan November tahun lalu.
 

Desain

Hal pertama yang menarik perhatian saya saat melihat ZenFone Selfie adalah kamera depannya. Sesuai namanya, salah satu keistimewaan smartphone ini adalah kamera depannya, yang memiliki resolusi sama dengan kamera belakang yang ia miliki, yaitu 13MP. Tidak heran jika ia memiliki kamera depan yang juga besar.



Sama seperti jajaran ZenFone lainnya, Selfie memiliki tombol power di bagian atas smartphone. Tombol volume berada di bagian belakang, di bawah lensa kamera utama. Saat pertama kali menggunakan Selfie, harus diakui saya sedikit kikuk karena tidak terbiasa dengan tombol power yang ada di bagian atas.

Tampaknya, saat membuat desain ZenFone, ASUS ingin pengguna fokus pada penggunaan jari telunjuk. Tombol volume yang ada di belakang memang membuatnya jadi lebih mudah ditekan dengan jari telunjuk. Meskipun begitu, ASUS bukanlah perusahaan pertama yang meletakkan tombol volume di bagian belakang.


Satu hal lain yang cukup unik dari Selfie adalah karena ia memiliki bodi bagian belakang yang agak melengkung, tidak datar seperti kebanyakan smartphone yang ada. Hal ini memudahkan saya untuk menggenggam Selfie. Kelemahan dari desain ini adalah membuat Selfie menjadi agak tebal.

Anda dapat melihat perbandingan ketebalan Selfie dengan Xiaomi Mi 4i, salah satu pesaingnya, pada gambar di bawah ini.



Peletakan port charger, jack earphone dan speaker terbilang standar. Port charger terletak di bagian bawah tengah, jack earphone di kanan atas dan speaker di bagian belakang.


Software & Antarmuka

Untuk masalah software, ASUS menanamkan Android 5.0 Lollipop pada Selfie. Selain itu, mereka juga menambahkan Zen UI yang memang menjadi ciri khas smartphone buatan ASUS. Zen UI masih memiliki drawer aplikasi.

Saat Anda membuka drawer aplikasi, semua aplikasi yang ada sudah dimasukkan ke kelompok yang dirasa sesuai secara otomatis. Saat Anda mengunduh aplikasi baru, maka ia juga akan secara otomatis dimasukkan ke dalam folder yang sesuai. Pengecualian terjadi jika aplikasi yang diunduh dirasa tidak memiliki folder yang cocok.



Selfie memiliki layar 5,5 inci, cocok untuk mengkonsumsi konten multimedia. Menggunakan Selfie memang cukup nyaman saat digunakan dengan dua tangan. Namun, ia mungkin agak sulit untuk digunakan oleh perempuan, terutama mereka yang memiliki tangan kecil, dengan satu tangan. Karena itulah ASUS menambahkan mode satu tangan.

Saat mode ini aktif, maka layar menjadi mengecil, memudahkan Anda untuk menggunakannya dengan satu tangan. Menariknya, Anda dapat menyesuaikan sebesar apa layar yang aktif dalam mode ini.

Satu fitur lain yang ASUS tanamkan pada Selfie adalah Touch Gesture. Dengan fitur ini, Anda dapat mengaktifkan layar dengan mengetuk layar yang berada dalam keadaan non-aktif dua kali. Anda juga dapat melakukan beberapa hal lainnya seperti menggambar huruf "C" untuk meluncurkan kamera atau huruf-huruf lain untuk mengaktifkan aplikasi lainnya.

Totalnya, ada 6 huruf yang ASUS sediakan. Anda juga dapat mengatur aplikasi apa yang hendak Anda buka dengan menggambarkan huruf tertentu saat layar berada dalam keadaan non-aktif.



Misalnya, secara default, menggambar huruf "e" akan membuka aplikasi email. Saya bisa mengubahnya agar aplikasi yang dibuka bukanlah email, tetapi Gmail. Jika Anda merasa tidak perlu menggunakan fitur ini, Anda juga dapat mematikannya melalui menu Settings > Zen Motion.

Kesuksesan Xiaomi dengan MIUI miliknya yang mudah dimodifikasi tampaknya menginspirasi ASUS untuk mengadopsi kemudahan kustomisasi tersebut ke Zen UI. Di Selfie, Anda dapat mengubah tema ponsel ini. Meskipun tema yang disediakan oleh ASUS belum sebanyak Xiaomi, tetapi setidaknya mereka sudah mulai memperbanyaknya. Saat ini, tersedia 25 tema, termasuk tema yang menjadi pengaturan default

Jika ada satu hal yang saya kurang sukai dari ZenFone Selfie, hal itu adalah karena ia memiliki bloatware yang banyak. Contoh sederhananya adalah aplikasi-aplikasi yang ada pada folder Apps4U. Diantara 6 aplikasi yang ada, tidak ada satupun yang saya gunakan.
 

Kamera & Video

Seperti namanya, fokus ASUS pada Selfie adalah kamera depan. Kamera depan Selfie memiliki kualitas resolusi yang sama dengan resolusi kamera utama, yaitu 13MP. Selain itu, baik kamera depan maupun kamera belakang Selfie memiliki 17 fitur yang dapat Anda pilih, seperti Auto, Low Light, HDR, Night dan berbagai fitur lainnya. 

Salah satu fitur pada Selfie yang jarang ditemui adalah fitur Panorama Selfie. Seperti namanya, dengan fitur ini, Anda dapat mengambil wefie dengan lebih leluasa. Dengan begitu, saat hendak mengambil foto selfie bersama-sama, tidak ada lagi orang yang tertinggal. 

Selfie juga dilengkapi dengan fitur Beautification. Fungsi utama dari fitur ini adalah menghaluskan kulit wajah. Lewat Beautification, Anda juga dapat memperbesar bola mata dan meniruskan pipi. Anda juga dapat membuat efek blush, meski ia tidak tampil secara real-time. Anda hanya dapat melihat efek blush setelah foto diambil. 

Saya mencoba untuk menggunakan efek blush saat berfoto berdua. Hasilnya, blush hanya muncul pada wajah kami berdua saat wajah kami berdampingan secara sejajar. Jika salah satu dari kami memiringkan muka, maka efek hanya akan muncul pada wajah yang dikenali oleh Selfie.

Satu fitur menarik lainnya yang ada pada Selfie adalah fitur Manual, yang ada baik pada kamera belakang maupun kamera depan. Berbeda dengan fitur Manual yang ada pada kebanyakan smartphone lain, saat Anda mengubah pengaturan kamera - seperti ISO atau White Balance - gambar yang terlihat pada layar akan secara otomatis berubah. Jadi,

Anda dapat mencari pengaturan terbaik saat hendak mengambil gambar. Inilah beberapa hasil foto menggunakan ZenFone Selfie.

Foto dengan kamera belakang di luar ruangan dengan pencahayaan yang cukup



Foto dengan kamera belakang di luar ruangan di malam hari.



Foto dengan kamera belakang di dalam ruangan.



Foto dengan kamera depan di dalam ruangan dengan pencahayaan redup.



Foto dengan kamera depan di dalam ruangan dengan cahaya terang.

Performa & Baterai

Dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 615 dan RAM 3GB, Selfie dapat dengan lancar melakukan kegiatan sehari-hari, seperti membuka email, membuka peramban internet, dan memutar video. Saat saya mencoba untuk mengganti satu aplikasi ke aplikasi lain pun, semua berjalan dengan baik.

Kemampuan Selfie untuk menjelajah internet diukur dengan benchmark Google Octane, ia berhasil mendapatkan nilai 3050. Sementara saat diukur dengan Mozilla Kraken, ia mendapatkan nilai 13,877 detik.

Layar Selfie - 5,5 inci - cukup besar untuk digunakan untuk menonton. Dengan resolusi 1920 x 1080, Anda juga dapat meningkatkan resolusi video yang Anda tonton. Selfie menggunakan Adreno 405 sebagai GPU. Hasilnya, saat digunakan untuk bermain Asphalt 8: Airborne, Selfie dapat memainkannya dengan lancar.



Seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di atas, saat di benchmark, Selfie memiliki performa yang kurang lebih sama dengan para pesaingnya. Jika dilihat dari spesifikasi, smartphone yang paling mirip dengan Selfie adalah Lenovo VIBE Shot, yang juga merupakan smartphone yang fokus pada kemampuan kamera.

Keduanya sama-sama menggunakan Snapdragon 615 dengan RAM 3GB. Satu kelebihan Selfie adalah karena ia memiliki harga yang lebih terjangkau.

Kelebihan lain dari Seflie jika dibandingkan dengan pesaingnya adalah daya tahan baterai. Anda dapat melihat tabel perbandingan daya tahan baterai Selfie dengan pesaingnya di bawah ini. Jika dibandingkan dengan para pesaingnya, Selfie dapat bertahan lebih lama.



Selfie memang dapat digunakan untuk bermain dan mengambil gambar dengan lancar. Namun, berdasarkan pengalaman penggunaan, saya sadar bahwa saat saya menggunakan Selfie untuk bermain terlalu lama, maka bagian atas dari Selfie akan terasa panas.

Meskipun panas ini tidak begitu tinggi sehingga membuat aplikasi terhenti sendiri, tetapi panas ini cukup mengganggu, terutama jika Anda adalah tipe orang yang senang untuk bermain dalam waktu lama.

Saat saya mencoba untuk mengutak-atik kamera dari Selfie, smartphone ini juga sempat menjadi agak hangat, tetapi tidak sampai sepanas saat ia digunakan untuk bermain dalam waktu yang lama.

Kesimpulan

ZenFone Selfie cocok untuk Anda yang senang mengambil foto, baik selfie ataupun foto dengan kamera belakang. Desainnya membuatnya untuk nyaman untuk digunakan. Ia juga sudah dilengkapi dengan akses ke jaringan 4G. Jika dibandingkan dengan Lenovo VIBE Shot yang juga fokus pada kamera, Selfie memiliki harga yang lebih terjangkau.

 
  ASUS ZenFone Selfie
Prosesor Qualcomm Snapdragon 615 @1,5 GHz octa-core
GPU Adreno 450
RAM 3 GB
Memori 16/32 GB
Kamera 13 MP (belakang), 13 MP (depan)
Dimensi 156,5 x 77,2 x 3,9 mm
OS Android 5.0 Lollipop + Zen UI
Layar 5,5 inci, Full HD (1920 x 1080)
Baterai 3.000 mAh
Harga Rp2.999.000
 

ASUS ZenFone Selfie

 

8

  • Desain yang nyaman digunakan
  • Fitur kamera yang cukup lengkap
  • Harga yang terjangkau
  • Banyak bloatware
  • Terkadang panas saat digunakan untuk bermain



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.