Review HDD

WD My Passport SSD, Ringkas Layaknya Flash Drive

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 04 May 2018 17:48 WIB
western digitalreview peripheral
WD My Passport SSD, Ringkas Layaknya Flash Drive
WD My Passport SSD.

Jakarta: Kami sepakat bahwa Western Digital (WD) merupakan perusahaan komponen storage yang bisa diandalkan, termasuk untuk produk media penyimpanan dengan ukuran yang ringkas. Misalnya dengan salah satu produk terbaru mereka My Passport SSD.

Seperti yang sudah diketahui My Passport merupakan seri produk penyimpanan atau storage eksternal. Perbedaannya, kali ini yang Medcom.id uji bukan dari jenis HDD, melainkan SSD eksternal. WD My Passport yang kami uji memiliki kapasitas 256GB.

Ukurannya tergolong sangat mini dan ringan untuk sebuah SSD 256GB. Dimensi dari WD My Passport SSD memiliki ukuran 9 x 4,5cm dengan ketebalan 1 cm dan lebih ringan dari smartphone tipis yang ada di pasar. Desainnya hadir dengan dua warna yang berbeda di bagian atas dan bawahnya.



Untuk konektivitasnya, produk ini mengandalkan port USB 3.1 Gen2 jenis USB Type-C, mengingat sebagian besar produk di Indonesia masih sangat mengandalkan port USB Type-A maka di dalam paket penjualannya WD My Passport SSD sudah tersedia USB Type-A adapter.



Saat menggunakannya kami menemukan bahwa di dalam perangkat ini terpasang installer aplikasi WD Discovery yang di dalamnya tersedia dua fitur aplikasi pendukung WD Backup dan WD Security. WD Backup menyediakan layanan backup dengan mengandalkan cloud di layanan Dropbox yang bisa diatur secara berkala untuk fitur backup otomatis.

Kemudian aplikasi WD Security digunakan untuk menyediakan enkripsi serta kunci akses untuk menggunakan perangkat ini sehingga tidak sembarang orang bisa mengakses data di dalamnya saat digunakan. Meksipun begitu perlu diketahui bahwa WD tidak menyediakan fitur restore password atau lupa password.



Performa menjadi salah satu yang membuat Medcom.id penasaran dengan SSD eksternal ini. Dalam uji coba kompresi dan ekstraksi folder berukuran 1GB dengan beragam jenis file di dalamnya. Tercatat bahwa WD My Passport SSD mampu melakukan kompresi tersebut dalam waktu 57 detik sedangkan proses ektrasi diselesaikan hanya dalam 44 detik.

Hasil catatan tersebut sudah tergolong cepat untuk sebuah SSD eksternal. Kami pun melakukan pengujian lebih dalam menggunakan aplikasi benchmark CrystalDiskMark lewat skenario menggunakan file berukuran 1GB yang dibagi dalam lima segmen untuk mengetahui kecepatan baca dan tulisnya.



Dari aplikasi CrystalDiskMark terpantau bahwa WD My Passport SSD memiliki kecepatan baca hingga 70MB per detik dan kecepatan tulis hingga 334MB. 

Kesimpulan
WD My Passport SSD menjadi pilhan menjanjikan bagi pengguna yang selama ini sudah dimanjakan oleh kecepatan yang dihadirkan oleh SSD dan enggan merasa lamban kembali.

Tidak sampai disitu, kehadiran fitur seperti WD Security merupakan nilai tambah yang membuat penggunanya tidak cemas apabila SSD eksternal ini digunakan orang lain tanpa izin. WD My Passport SSD juga hadir dengan pilihan yang tidak kalah besar dari HDD eksternal yakni tersedia kapasitas 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB.

Sayangnya, hukum bahwa SSD masih lebih mahal dari HDD masih berlaku diproduk ini. WD My Passport SSD kapasitas 256GB dibanderol dengan harga sekitar Rp1,3 juta berdasarkan situs resminya.
 
 
 
WD My Passport SSD 256GB
Plus
  • Bobot ringan
  • Hadir dengan fitur keamanan berupa kunci akses
  • Tersedia adapter kabel USB Type-A
Minus
  • Harga tergolong mahal


 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.