Review Headset

Sennheiser GSP 300, Minimalis dan Fokus ke Fungsi

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 05 Aug 2017 19:35 WIB
sennheiserreview peripheral
Sennheiser GSP 300, Minimalis dan Fokus ke Fungsi
Sennheiser GSP 300 (foto: istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Siapa yang tidak kenal Sennheiser. Perusahaan asal Jerman tersebut memang sangat dikenal sebagai produsen perangkat audio yang sangat handal.

Sennheiser juga memiliki jajaran headset berkualitas, bahkan salah satunya merupakan headset terbaik (sekaligus termahal) di dunia. Lalu bagaimana jika Sennheiser membuat headset gaming, apakah kualitasnya akan sebaik yang lainnya?

Kali ini lab uji kami kedatangan Sennheiser GSP 300, sebuah headset gaming multiplatform yang bisa digunakan di PC, Mac, dan PlayStation 4. Berbeda dengan kebanyakan headset gaming di pasar, GSP 300 hadir dengan tampilan yang sederhana. Ia tidak memiliki warna yang sangat mencolok, tidak dilengkapi dengan RGB LED meski sedang sangat populer di kalangan gamer, bahkan bentuknya terlihat sangat sederhana.



Fungsinya juga minimalis. Headset ini memang hanya dirancang untuk mendengarkan suara dan berkomunikasi melalui mikrofon yang bisa ditekuk. Mikrofon tersebut menempel di earcup bagian kanan dan tidak fleksibel, namun diposisikan sempurna sehingga suara akan terdengar jernih tanpa mengganggu mulut dan pipi ketika berkomunikasi.

Di bagian kanan earcup-nya terdapat kontrol volume yang sangat nyaman digunakan. Headset gaming yang memiliki kontrol volume di earphone memang sangat jarang, dan secara pribadi saya sangat suka dengan desain tersebut. Kontrol volume pada earphone memungkinkan saya bisa mengontrol lebih mudah tanpa harus menjangkau kontrol khusus yang biasanya dikaitkan di kabel.



Earcup GSP 300 tergolong sangat nyaman. Bentuknya memang tidak besar seperti headset ASUS ROG Centurion, namun ia seperti didesain secara khusus sehingga akan terasa sangat nyaman ketika digunakan. Desain bridge-nya yang fleksibel juga membuat headset ini mudah digunakan dan dilepas.

Sayangnya, Sennheiser GSP 300 tidak datang dengan software atau driver khusus. Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, headset gaming ini memang hanya untuk mendengarkan suara dan berkomunikasi. Tidak ada fungsi selain itu.



Soal suara, headset ini tergolong memiliki suara yang sangat bagus. Detail suara bisa disajikan dengan sangat baik sehingga memberikan sensasi bermain game yang berbeda dari biasanya. Suara surround-nya juga bisa terdengar meski kualitasnya tidak sebaik beberapa headset gaming yang pernah saya jajal.

Selain itu, suara bass juga sedikit lemah di headset ini. Hal tersebut membuat efek ledakan dalam game terdengar kurang berdentum. Namun, jika digunakan untuk menonton film dan mendengarkan musik, headset ini justru lebih bisa menyajikan pengalaman mendengar yang lebih baik. 

Kesimpulan

GSP 300 memang sangat membawa DNA headset Sennheiser lainnya. Tampil dengan desain minimalis dan elegan, nyaman, serta memiliki fungsi minimalis namun tepat sasaran membuat headset ini menarik untuk dimiliki. Sebelum membawanya pulang, perlu diperhatikan bahwa suara bass-nya tergolong lemah untuk sebuah headset gaming. Selain itu, headset ini juga tidak memiliki fitur "gaming" yang seharusnya ada.
 

Sennheiser GSP 300

 

8

  • Desain minimalis dan elegan
  • Fokus ke fungsi
  • Multiplatform
  • Detail suara sangat bagus
  • Minim fitur gaming
  • Suara bass kurang kencang



(MMI)

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar
CES 2018

Gandeng Google, Lenovo Ciptakan Smart Display untuk Rumah Pintar

1 day Ago

Lenovo Smart Display menghadirkan layanan asisten digital Google Assistant dalam bentuk layar s…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.