Review Smartphone

Honor 9i, Bodi Cantik, Performanya?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 11 Oct 2018 19:01 WIB
review gadgethonor
Honor 9i, Bodi Cantik, Performanya?
Honor 9i. (medcom.id)

Jakarta: Di Indonesia, Honor belum lama beroperasi. Meskipun begitu, sudah cukup banyak smartphone yang perusahaan asal Tiongkok itu bawa ke Tanah Air. Salah satu yang terbaru adalah Honor 9i. 

Honor menyasar generasi muda dengan smartphone buatannya. Tidak terkecuali Honor 9i. Salah satu fitur yang diunggulkan Honor pada Honor 9i, lagi-lagi, adalah desain. Para pembuat smartphone seolah-olah sudah kehabisan akal tentang inovasi baru yang harus mereka bawa. 

Lalu, apakah Honor 9i hanya menjagokan desain? Ini ulasan lengkap Medcom.id

 

Desain

Percayakah Anda Honor 9i memiliki layar sebesar 5,84 inci? Pertama kali melihat smartphone buatan Honor ini, saya berpikir bahwa layarnya tidak lebih dari 5,5 inci. Honor cukup sukses untuk merampingkan bezel pada ponsel barunya ini, sehingga ia terasa cukup nyaman digenggam bahkan dengan satu tangan. 

Padahal, selama ini, saya paling anti dengan smartphone yang memiliki layar lebih dari 5,5 inci.

Alasannya simpel, smartphone dengan ukuran layar terlalu besar sering membuat tangan saya kram ketika saya menggenggamnya dalam waktu lama dengan satu tangan. Untungnya, saya tidak menemui masalah ini selama menggunakan Honor 9i. 



Blue is the new black. Tampaknya, tahun ini, warna biru menjadi warna favorit para pembuat smartphone. Ada cukup banyak vendor yang kini menyediakan ponselnya dalam balutan warna biru. Tidak terkecuali Honor. 

Untuk Honor 9i, perusahaan asal Tiongkok itu menyediakan tiga opsi warna yaitu Midnight Black, Sapphire Blue dan Robin Egg Blue. Medcom.id menjajal unit berwarna biru. Meskipun tidak menggunakan desain gradasi warna pada bagian belakang seperti Honor 10, Honor 9i hadir dengan warna yang cukup unik. 



Sama seperti ponsel Honor lainnya, Honor 9i memiliki tombol power dan volume pada sebelah kanan. Pada bagian bawah ponsel, Anda akan menemukan port charger yang diapit oleh port audio dan lubang speaker.

Mengingat Honor 9i memiliki bezel tipis, tidak heran jika ia dilengkapi dengan poni pada bagian atasnya. Untungnya, jika Anda tidak suka, ANda bisa "menghilangkan" poni pada halaman Settings. 



Pada bagian belakang ponsel, Anda akan menemukan sensor sidik jari berbentuk lingakaran pada bagian tengah. Sementara pada kiri atas, terpasang dua kamera dengan LED flash

 

Software & Antarmuka

Honor 9i hadir dengan Android 8.1 Oreo yang dilapisi oleh EMUI 8.0. Jika Anda merasa familier dengan nama antarmuka EMUI, itu adalah antarmuka yang digunakan oleh Huawei. Memang, Honor sebenarnya adalah sub-merek Huawei. Namun, di Indonesia, Honor mengaku bahwa mereka beroperasi secara terpisah dari Huawei. 

Mengingat Huawei juga menyediakan perangkat untuk perusahaan operator telekomunikasi, mereka adalah ahli jaringan.

Karena itu, tidak heran jika mereka bisa melengkapi ponsel buatannya dengan fitur WiFi+, yang memungkinkan ANda untuk secara otomatis berpindah ke paket data internet ketika sinyal WiFi memburuk. Fitur ini juga tersedia dalam Honor 9i. 



Sayangnya, Honor 9i tidak dilengkapi dengan fitur Game Suite. Fitur ini memungkinkan Anda memilih salah satu dari tiga mode yang tersedia ketika sedang bermain game.

Ketiga mode itu adalah power saving mode, smart mode dan gaming mode. Gaming mode memungkinkan ponsel untuk meningkatkan performa meski ini akan membuat daya baterai lebih cepat habis. 

 

Kamera

Meskipun hanya dibanderol dengan harga Rp3,1 juta, Honor 9i sudah dilengkapi dua kamera belakang. Honor menggabungkan kamera 13MP dan 2MP. Ini berarti, Anda bisa mengambil foto dengan efek Bokeh atau latar belakang yang mengabur. 


Foto Bokeh dengan Honor 9i. 

Hasil foto dari Honor 9i sangat baik ketika Anda menggunakannya untuk mengambil foto di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan pencahayaan yang baik. Foto yang dihasilkan terlihat tajam dan warna yang dihasilkan pun cukup akurat. 


Foto di luar ruangan. 


Foto di dalam ruangan. 

Foto Bokeh yang dihasilkan oleh Honor 9i juga cukup baik. Sayangnya, jika Anda berusaha untuk mengambil foto Bokeh dari benda yang bergerak -- seperti bunga yang tertiup angin misalnya -- maka biasanya, objek juga akan ikut mengabur. 


Foto Bokeh dengan objek yang bergerak pelan. 

Menariknya, ketika saya mencoba untuk mengambil foto dalam kendaraan yang bergerak, foto yang dihasilkan oleh Honor 9i pada siang hari cukup baik. 


Foto dari kendaraan yang sedang bergerak. 


Sama seperti kebanyakan smartphone di kelas menengah, performa kamera Honor 9i menurun ketika saya menggunakannya untuk mengambil foto di malam hari.

Pada hasil foto, akan muncul noise. Sementara ketika saya mencoba untuk mengambil foto dari objek yang bergerak, objek akan menjadi terlihat kabur. 





Selain itu, saya tidak lagi bisa mengambil foto dengan efek Bokeh. Untuk masalah yang terakhir, ini ada pada semua smartphone dengan dua  kamera. Biasanya, smartphone hanya bisa mengambil efek Bokeh ketika ada cukup cahaya. 



Untuk kamera depan, Honor memasang kamera dengan resolusi 16MP. Hasil foto yang dihasilkan cukup baik. Fitur Beautification pada ponsel ini juga tidak terlalu berlebihan, membuat foto Anda tidak bisa dikenali. 


Foto selfie dengan backlight. 

Walau hanya menggunakan satu kamera depan, Honor 9i menawarkan Portrait Mode, yang seharusnya memungkinkan Anda mengambil foto selfie dengan efek Bokeh.

Ini bisa dilakukan dengan software. Namun, ketika saya mencoba untuk menggunakannnya, latar belakang dari foto yang saya ambil tidak terlihat mengabur. 


Foto Selfie dengan Portrait Mode. 

Honor 9i juga memiliki fitur AR Lens. Dengan begitu, Anda bisa memasang filter AR ketika sedang mengambil foto. Fitur ini bisa digunakan baik ketika Anda sedang menggunakan kamera depan atau kamera belakang. Ia akan secara otomatis aktif ketika ponsel mendeteksi adanya wajah. 



Performa
Soal spesifikasi, Honor 9i memadankan HiSilicon Kirin 659 dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB. Prosesor Kirin 659 adalah prosesor buatan Huawei yang diluncurkan tahun lalu.

Sayangnya, soal performa, prosesor ini cukup tertinggal jika dibandingkan dengan prosesor yang lebih baru di kelasnya. 

Di bawah adalah hasil benchmark dari Honor 9i dengan para pesaingnya. 



Seperti yang bisa Anda lihat, performa Honor 9i masih kalah dengan pesaingnya seperti ASUS ZenFone Max Pro M1 dan juga Xiaomi Redmi Note 5. Kedua ponsel itu menggunakan prosesor Snapdragon 636 dari Qualcomm. 

Memang, hasil benchmark bukanlah segalanya. Namun, ketika saya mencoba untuk menggunakan Honor 9i untuk bermain game PUBG, saya hanya bisa memainkannya dengan pengaturan grafik paling rendah. Sebagai perbandingan, ZenFone Max Pro M1 bisa menjalankan PUBG pada pengaturan grafik medium. 



Dari segi baterai, Honor 9i juga masih kalah dari pesaingnya. Baterai ponsel ini tidak bisa bertahan selama lebih dari 10 jam, sementara semua pesaingnya menembus angka 10 jam. Jadi, jika Anda sangat menggantungkan diri pada ponsel dan ingin ponsel yang dapat bertahan lama, Honor 9i mungkin bukan ponsel yang cocok untuk Anda. 



Kesimpulan
Jika Anda mencari ponsel dengan layar besar yang masih nyaman untuk digenggam dengan satu tangan, Honor 9i cocok untuk Anda. Performa dari ponsel ini cukup baik, meski masih ada ponsel lain dengan rentang harga sama yang menawarkan performa yang lebih baik. 

Hasil foto dari Honor 9i tajam jika Anda mengambil foto di luar ruangan atau di dalam ruangan dengan cahaya yang cukup. Foto Bokeh yang dihasilkan oleh Honor 9i juga cukup rapi. Kamera depan dari ponsel ini menghasilkan foto yang cukup baik. Sayangnya, ketika Honor 9i digunakan untuk mengambil foto di tempat remang-remang, hasil fotonya menjadi memiliki banyak derau. 

Daya tahan baterainya pun kurang baik. Karena itu, jika Anda seorang gamer yang sering bermain game mobile, Anda mungkin harus mencari ponsel lain. 
 
  Honor 9i
Prosesor HiSilicon Kirin 659
RAM 4GB
OS Android 8.1 Oreo + EMUI 8.0
GPU Mali-T830
Memori Internal 64GB
Kamera 13MP + 2MP (belakang) + 16MP (depan)
Baterai 3.000 mAh
Layar 5,84 inci 2280 x 1080 pixel
Harga Rp3.099.000 (4GB/64GB)
 

 
 
7.7
Honor 9i
Plus
  • Warna yang unik
  • Desain ergonomis
  • Layar besar
Minus
  • Baterai tak kompetitif
  • Performa masih kalah dari pesaingnya



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.