Review Proyektor

View Sonic M1, Proyektor Minimalis dan Praktis

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 18 Dec 2018 15:31 WIB
viewsonic
View Sonic M1, Proyektor Minimalis dan Praktis
ViewSonic M1.

Jakarta: Ada pergeseran dalam fungsi proyektor beberapa tahun belakangan. Proyektor bukan hanya untuk kebutuhan presentasi di kantor, tapi juga untuk menikmati konten hiburan, misalnya di acara nonton bareng. Bermain game juga bisa memanfaatkan proyektor.

ViewSonic sebagai pemain di produk pencitraan atau visual juga mengambil langkah serupa dengan merilis produk ViewSonic M1 yang diperkenalkan sebagai portable cinema.

Medcom.id yang berkesempatan menjajalnya mengaku kagum. Proyektor ini bisa digenggam dengan satu tangan dan masih terasa ringan. Dimensi bodinya berukuran 148 x 40,5 x 126mm dengan bobot hanya 1,8kg. Desainnya sangat futuristik.



ViewSonic M1 dibungkus satu tas kecil. Berbeda dengan proyektor lainnya yang dijinjing menggunakan slingbag. Di dalam paket penjualannya juga dilengkapi dengan remote ditenagai dua buah baterai AAA untuk mengendalikannya dari jarak jauh.

di atas bodi ViewSonic M1 masih ada sedikit tombol fungsi yang disediakan, misalnya scroller untuk mengatur fokus, dan tombol untuk mengakses menu serta Power.

ViewSonic M1 memiliki kaki yang ternyata juga berfungsi sekaligus sebagai penutup lensa. Kaki ini dapat membuat proyektor berputar 360 derajat. Saat diputar untuk membuka bagian lensanya, proyektor langsung otomatis menyala.



Perlu diketahui, ViewSonic M1 memiliki baterai yang tertanam langsung di dalamnya dan diklaim mampu bertahan selama enam jam. Jadi ViewSonic M1 memang mengusung desain proyektor portabel sepenuhnya yang pernah kami ditemui.

Penggunanya tetap bisa menggunakannnya dalam mode tercolok ke sumber listrik menggunakan kabel dan adapter bawaan di dalam paket penjualan.

ViewSonic M1 hadir dengan kemampuan menghasilkan gambar beresolusi 854x480 WVGA dengan tingkat kecerahan 250 lumens dan kemampuan untuk memproyeksikan gambar dengan jarak satu meter.

Sayangnya, lensa yang digunakan adalah lensa fixed zoom sehingga pengguna tidak bisa mengatur ukuran gambar yang diproyeksikan.



Proyektor ini memiliki fitur Auto Keystone, sehingga secara otomatis bisa mengatur posisi gambar yang ditembakkan terhadap bidang datar yang menjadi layar. Proyeksi yang tampil akan seideal mungkin bagi penggunanya.

Auto Keystone bekerja tidak terlalu cepat. Kemudian tingkat kecerahan dari proyektor saat baru dinyalakan hingga muncul logo dan masuk ke halaman menu atau home terasa sedikit lama.

Ada beberapa mode kualitas gambar yang bisa dipilih termasuk audionya. ViewSonic M1 menggunakan audio speaker buatan Harman Kardon. Kualitas audionya tergolong bagus, termasuk digunakan dalam volume maksimal. Suaranya masih tajam dan tidak pecah.

Meskipun hanya bisa menghasilkan resolusi 854x840, kualitasnya sudah cukup memuaskan untuk sebuah proyektor dengan ukuran mini.



Desainnya yang sangat rapi karena ViewSonic M1 cukup pandai menyembunyikan I/O Port yang tersedia persis di bagian lengkung yang ditandai dengan sebuah tali untuk membuka penutupnya.

Di bagian I/O Port tersedia satu slot MicroSD, port USB Type-C, port HDMI 1.4, satu port USB Type-A, audio jack 3,5mm, dan lubang charger. Kehadiran USB-C diklaim mampu mendukung pengisian cepat. Lebih hebatnya lagi, proyektor ini bisa memutar konten dari gadget yang terhubung USB Type-C.



Medcom.id harus mengakui ViewSonic M1 adalah proyektor portabel terbaik saat ini di pasar. Sentuhan ViewSonic yang sudah terkenal di industri perangkat pencitraan juga terlihat. Di sisi lain, ViewSonic M1 dibanderol harga cukup tinggi, Rp6.950.000.
 
 
ViewSonic M1
Plus
  • Desain ringkas dan portabel
  • Canggih dan pintar
  • Kualitas audio memuaskan berkat Harman Kardon
  • I/O Port lengkap untuk sumber media atau konten
Minus
  • Waktu menyala atau startup agak lama
  • Harga

 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.