Review VGA

ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G: Bongsor dan Bertenaga

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 10 Mar 2018 07:21 WIB
amdasus
ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G: Bongsor dan Bertenaga
ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G.

Jakarta: Beberapa waktu lalu sempat kehadiran salah satu kartu grafis AMD yang khusus membidik NVIDIA GTX 1070. AMD Radeon RX Vega 56 versi reference yang rupanya memiliki performa lebih baik dari Vega 64, yang dibidik bersaing dengan NVIDA GTX 1080.

Medcom.id kembali kehadiran terknologi kartu grafis AMD tersebut sudah dikustomisasi oleh ASUS, ROG STRIX RX Vega 56 8G. Kami pun penasaran dengan performanya


Desain Bongsor
Dari ukuran dimesinya, kartu grafis yang dikemas ASUS masih memliki bentuk bongsor sama seperti versi reference, tapi tampilannya jauh lebih menarik. ASUS juga melengkapinya dengan lampu LED RGB di bagian tas dan bawah kipas serta bagian punggung pada logo ROG.

ASUS juga membekali kartu grafis ini dengan software Aura Sync yang menyediakan kustomisasi warna LED dan pola cahayanya. Cocok bagi pengguna yang menggemari LED RGB.



Jumlah kipas yang terpasang juga bertambah menjadi 3 kipas dengan baling wing blade buatan ASUS yang diklaim anti debu bersertifikat IP5X. Model konstruksi ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G hadir dengan lebar 2,5-slot.

Konstruksi komponen yang lebih tebal dari versi reference yang menggunakan desain 2-slot membuat area disipasi suhu panas 40 persen lebih luas, sehingga suhu komponen masih tetap dingin dan tidak menghasilkan bunyi bising.



Selama penggunaan, kipas pada ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G memang hanya berputar saat suhu mulai mencapai 60 derajat. Selama kipas berputar kami tidak pernah terganggu dengan bunyi kipasnya.

ASUS menyebut teknologi kipas tersebut dengan 0dB Fan. Meskipun begitu, mengingat jumlah kipasnya yang mencapai 3 buah, artinya kartu grafis ini mengkomsumsi daya yang juga cukup besar. ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G memerlukan konektor daya 2 x 8 pin dengan TDP 210W, sama dengan versi reference.



Ditambah, ASUS juga membenamkan software kustomisasi performa kartu grafis dan kipasnya GPU Tweak II yang menyediakan beberapa profil kustomisasi termasuk mode OC dan gaming booster.


Bagaimana Peformanya?
Di atas kertas, ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G disebutkan memiliki GPU Base Clock mencapai 1279MHz dan Boost Clock 1573MHz. Kecepatan ini meningkat sangat siginifikan dibandingkan versi reference yang memiliki Base Clock 1156MHz.

Selain kecepatan yang disebutkan, sisanya masih sama. Kartu grafis ini memiliki stream processor 3584 dan memory clock 800Mhz. Video memory yang digunakan juga jenis HBM2 8GB bandwidth 410GBps.

ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G  kami uji dengan dua CPU yang berbeda. Pertama adalah platform pengujian Intel Core i7-8700K, dan kedua adalah AMD Ryzen 7 1800X. Dalam pengujian menggunakan 3DMark Firestrike, kartu grafis ini lebih unggul berpadu prosesor Intel.



Saat menggunakan prosesor Intel Core i7-8700K diperoleh skor 17.911, terpaut sekitar 3.000 angka di belakangnya menggunakan AMD Ryzen 7 1800X yang hanya mengantongi skor 14.980. Lalu kami beralih melakukan pengujian menggunakan benchmark Final Fantasy XV yang dirilis Square Enix.

Pengujian tersebut menggunakan konfigurasi high quality pada resolusi layar Full HD. Hasilnya, skor perpaduan kartu grafis ini menggunakan prosesor Intel lebih unggul 10 poin dari saat menggunakan prosesor AMD.



Masih belum puas, kami lanjut mengujinya dengan tiga game yang biasa digunakan Medcom.id untuk melakukan pengujian performa VGA, di antaranya The Witcher 3: Wild Hunt, Ghost Recon: Wildlands, dan Ashes of Singularity yang kualitas grafisnya dimaksimalkan ke tingkat Ultra.

Lewat dua grafik yang kami lampirkan di bawah, Anda bisa melihat bahwa pengujian untuk memainkan game saat menggunakan CPU Intel Core i7-8700K berhasil mencatatkan performa dengan selisih lebih unggul 1-10 poin dibanding CPU AMD Ryzen 7 1800X.



Game Ghost Recon: Wildlands sendiri tergolong game yang paling menguras performa kartu grafis. Tidak bisa mendongkrak rata-rata lebih dari 60fps, ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G di  mampu memberikan kualitas grafis melewati 30fps.

Untuk game The Witcher 3: Wild Hunt, kartu grafis ini mampu menghasilkan visual menembus 60fps. Saya yakin ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G mampu melibas game AAA lainnya dalam pengaturan visual paling maksimal.



Kesimpulan
Sejak pengujian versi reference AMD Radeon RX Vega 56, kami memang menilai bahwa kartu grafis ini layak menjadi pesaing serius NVIDIA GTX 1070. Lantas, ASUS memberikan sentuhan tidak hanya dari tampilan yang menarik, tapi juga peningkatan performa.

Meskipun masih tetap memiliki TDP tinggi seperti versi reference, ASUS memanfaatkannya dengan baik untuk menambah jumlah kipas diserta model kosntruksi yang membuat proses pendinginan jauh lebih baik.

ASUS juga melakukan peningkatan base clock, boost clock, serta menyematkan kustomisasi performa lengkap bagi pengguna yang sangat senang mengulik sesuai selera.
 
 
 
ASUS ROG STRIX RX Vega 56 8G
Plus
  • Desain lebih menarik ditambah LED RGB
  • Sistem pendingin lebih baik
  • Performa mengalami peningkatan termasuk base clock dan boost clock
  • Software pendukung lengkap
Minus
  • TDP sangat tinggi



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.