Review Peripheral

Anda Maniak Game Fighting di PS4? Coba Razer Panthera

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 27 Oct 2017 07:39 WIB
razerreview peripheral
Anda Maniak Game Fighting di PS4? Coba Razer Panthera
Razer Panthera

Metrotvnews.com, Jakarta: Bermain game fighting seperti Street Fighter dan Tekken memang lebih cocok menggunakan kontroler konsol ketimbang keyboard. Itulah salah satu alasan mengapa game fighting lebih populer di konsol ketimbang PC. Bahkan kejuaraan game fighting internasional pun menggunakan konsol sebagai platform-nya.

Meski demikian, konsol bukanlah asal mula popularitas game fighting. Jika merujuk pada sejarah, popularitas game fighting berasal dari platform arcade yang sangat populer di tahun 80 dan 90an. Salah satu ciri khas arcade yang sangat dikenal adalah kontrolnya. 

Arcade memiliki kontrol khusus dengan satu joystick dan kombinasi beberapa tombol. Desain tersebut sangat ampuh untuk bermain game fighting dan itulah yang ingin dihadirkan oleh Razer di kontroler bernama Panthera kali ini.



Razer Panthera merupakan controller ala arcade yang hadir khusus PlayStation 4. Controller ini memiliki ukuran yang cukup besar, namun disitulah yang membuatnya unik. Sama seperti konfigurasi di mesin arcade, Panthera memiliki sebuah joystick yang ujungnya bisa ditukar.

Bersama dengan joystick, terdapat juga sebelas tombol yang terdiri dari empat tombol utama PlayStation, tiga tombol "L" dan "R", dan sebuah tombol "PlayStation". Meski bentuknya sangat berbeda dengan controller PS4 standar, Panthera masih memiliki fungsi yang sama. Bahkan, ia masih memiliki touchpad di bodinya, sama seperti controller PS4 standar.



Meski secara teori Panthera bisa digunakan untuk memainkan game selain fighting, namun karena ia tidak memiliki tombol pengganti untuk D-pad dan analog kanan, controller ini bakal sulit digunakan ketika memainkan game lainnya. Sebagai contoh, kami sempat menggunakan Panthera untuk memainkan game Warriors All Stars dan mendapatkan kesulitan saat mengontrol kamera.

Yang paling menarik dari Panthera justru adalah desainnya yang sangat modular. Hampir setiap tombol fungsinya bisa ditukar secara manual. Caranya, Anda bisa membuka bodi Panthera hingga kompartemen bagian dalamnya terlihat. Dari sana Anda bisa menukar kabel yang terpasang dengan tombol-tombol lain. Sistem ini mirip dengan tombol makro namun diatur secara manual.



Bagi Anda yang gemar memainkan game fighting di PC, Anda juga bisa menggunakan Panthera karena ia bisa dikoneksikan ke PC melalui sistem plug and play di Windows. Respons dan akurasinya kurang lebih sama seperti ketika digunakan di PlayStation 4. Ia bahkan bisa digunakan dengan game-game lama seperti Touhou 10.5 Scarlet Weather Rhapsody. Sayangnya, ia tidak bisa dikoneksikan dengan Razer Synapse.

Kesimpulan

Anda maniak game fighting di PlayStation 4? Razer Panthera merupakan salah satu dari sedikit controller ala arcade yang bisa Anda miliki saat ini di Indonesia. Fitur dan performanya juga tergolong sangat baik. Asalkan Anda rela membayar Rp3,8 juta, controller arcade ini layak untuk dimiliki.
 

Razer Panthera

  • Fitur dan performa bagus
  • Desain konfigurasi modular untuk tombol
  • Bisa digunakan di PC
  • Tidak memiliki semua tombol standar di PlayStation
  • Tidak bisa terhubung dengan Razer Synapse di PC
  • Harga tergolong mahal



(MMI)