Ana Sopia

Bukan Soal Gender, Industri Teknologi Lebih Bicara Soal Kompetensi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 16 Feb 2017 16:40 WIB
tech and life
Bukan Soal Gender, Industri Teknologi Lebih Bicara Soal Kompetensi
Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat ini, industri teknologi menjadi salah satu ranah yang tengah mengalami pertumbuhan cukup pesat di berbagai belahan dunia. Industri yang disebut ranahnya laki-laki ini memikat berkat dinamisme yang diusungnya.

Dinamisme ini menjadikan industri ini selalu memiliki ruang untuk semua individu, tidak terkecuali perempuan. Setidaknya begitu pendapat yang diutarakan oleh Country Manager NetApp Indonesia, Ana Sopia.

Bukan berasal dari latar belakang pendidikan terkait teknologi, kehadiran Ana di industri teknologi disebutnya sebagai kebetulan yang menyenangkan. Sebab, perempuan lulusan akuntansi komputasi dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini berkecimpung di industri ini karena mendapatkan tawaran menarik dari rekannya.

Setelah berkecimpung di industri teknologi, Ana mengaku menemukan perbedaan dalam segi pengetahuan, jika dibandingkan dengan bidang lain yang ia geluti sebelumnya. Namun, ia menilai pengetahuan tersebut memiliki inti dan dasar kemampuan yang sama, yaitu di bidang marketing.

Hanya saja, di industri ini, Ana juga diharuskan untuk lebih sigap dan lebih cepat dalam memahami produk yang ia pasarkan. Pengetahuan terhadap produk, jelas Ana, juga menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki tidak hanya pelaku di industri teknologi, juga industri lain guna memasarkan produk dengan baik.

Disinggung soal perempuan di industri yang didominasi oleh laki-laki ini, kehadiran kaum hawa ini disebutnya baik dan dapat memberikan nuansa berbeda di industri teknologi.

"Dunia IT memang didominiasi pria dan terkesan rumit. Tapi kenyataannya industri ini tidak selalu begitu. Semua tergantung pada kompetensi dari masing-masing individu."

Ana juga menilai industri teknologi tidak melulu berada di depan layar, tapi juga di belakang layar. Sejumlah bidang di industri ini disebutnya mungkin memiliki waktu kerja yang tidak sesuai untuk perempuan.

Namun, Ana menilai hal ini tidak menutup peluang bagi perempuan untuk berkecimpung di ranah ini, selama sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Selain itu, perempuan juga dinilai Ana memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan laki-laki.



Keunggulan yang bersifat dasar dan alami ini terdapat pada cara perempuan berkomunikasi dengan lingkungan di sekitarnya secara lebih luwes. Keluwesan perempuan dalam berkomunikasi ini turut menghadirkan nuansa berbeda, serta suasana diskusi yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan laki-laki.

Keunggulan yang dimiliki perempuan tersebut juga ditemukannya saat berhadapan dengan calon pegawai perempuan di sesi wawancara. Menurutnya, perempuan lebih dapat menempatkan diri sesuai dengan situasi dan mengungkapkan kompetensi yang dimilikinya secara lebih percaya diri dan luwes.

Meskipun demikian hal ini tidak hanya berlaku pada calon pegawai perempuan, calon pegawai laki-laki pun tidak sedikit yang secara percaya diri menyampaikan kemampuannya saat berhadapan dengan Ana.

Sejauh ini, Ana menilai dukungan industri teknologi secara global, maupun dalam NetApp sendiri sudah cukup baik. NetApp sendiri memberikan fleksibilitas waktu bagi pegawai perempuannya. Fleksibilitas ini juga diberikan kepada pegawai laki-laki.

"NetApp itu lebih ke result oriented, jadi bisa kerjakan pekerjaan dari mana saja. Hal wanita juga dihargai, seperti cuti melahirkan penuh selama 3 bulan tapi tetap dibayar."



Sementara itu, selayaknya ibu pekerja lainnya, Ana juga menyebut berupaya untuk menghabiskan waktu semaksimal mungkin di akhir pekan untuk berinteraksi dengan anak dan suami. Tidak memiliki metode khusus untuk menyeimbangkan waktu kerja dan keluarga, Ana lebih mementingkan kemampuan menentukan prioritas serta waktu kualitas dengan keluarga.

Berkecimpung di ranah teknologi, membuat Ana sedikit banyak mengetahui dampak yang dihadirkan teknologi, baik positif maupun negatif. Namun Hal tersebut diakuinya tidak membuatnya khawatir dan melarang sang anak berkenalan dan berinteraksi dengan teknologi.

"Kita ga bisa lawan arus, anak pasti akan terpapar dengan teknologi. Anak saya juga bisa belajar banyak dari gadget, lagipula anak sekarang lebih smart dan kreatif. Yang penting di sini adalah kemampuan kita sebagai orang tua dalam memanage dan mengawasi konten yang diakses anak via teknologi."

Disinggung soal rencana berganti haluan dalam karir, Ana mengaku belum memiliki rencana ke arah tersebut. Sebab untuk berpindah ke perusahaan lain, banyak hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk fleksiblitas waktu. Hingga saat ini, NetApp masih dinilainya dapat memberikan hal tersebut.

Terkait NetApp, Ana mengaku berambisi untuk menjadikan perusahaan yang menaunginya ini sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Pertumbuhan NetApp juga disebutnya masih berada dalam level stabil, meski ia berencana untuk memperluas cakupan wilayah bisnis NetApp ke luar Jakarta.

Selain itu, tidak hanya NetApp, sejumlah perusahaan asing lainnya juga menilai Indonesia sebagai pasar potensial. Sebab Indonesia memiliki jumlah penduduk hingga ratusan juta jiwa, yang menjadi pasar potensial.

"Selalu ada pasar untuk setiap produk di Indonesia. Hal ini jadi kesempatan bagi NetApp untuk berkembang dengan lebih baik lagi," ujar Ana menutup wawancara dengan Metrotvnews.com.


(MMI)

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan
Review Keyboard

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan

6 days Ago

Corsair K63 merupakan salah satu keyboard gaming paling menarik di tahun ini. 

BERITA LAINNYA
Video /