Tech & Life

Lebih Dekat dengan Tim Gamer Profesional XCN

Mohammad Mamduh    •    Senin, 16 Feb 2015 18:30 WIB
games
Lebih Dekat dengan Tim Gamer Profesional XCN
XCN CrossFire (dari kiri ke kanan): Samuel, Devin, Yudi, Ryan, dan Windi

Metrotvnews.com: Game saat ini bukan lagi sekadar hobi untuk menghabiskan waktu dan uang, tetapi sudah diakui sebagai olah raga virtual, dan pemainnya menyandang status yang setara dengan atlet. Karena itu, kami tak bosan-bosan mengangkat profil orang-orang yang bisa menginsprasi Anda.

Setelah TEAMnxl>, ada satu tim lagi yang sebenarnya sudah berdiri cukup lama, bahkan lebih lama dari mereka. Jika Anda salah satu gamer dengan jam terbang yang cukup tinggi, apalagi jika dulunya pernah memainkan Counter Strike, maka kemungkinan besar Anda pernah mendengar nama XCN.



XCN adalah tim game profesional yang berdiri pada tahun 2003. Sebuah tim profesional mengharuskan anggota untuk fokus pada satu game saja, kecuali jika anggotanya lebih dari lima orang. Saat itu, XCN hanya fokus pada Counter Strike yang sempat menjadi tren di Indonesia. Semua warnet atau game center pasti menyediakan Counter Strike yang dapat dimainkan pada mode LAN (Local Area Network).

Tim XCN masih meneruskan kiprah di Counter Strike setelah Valve merilis seri terbaru dari Counter Strike 1.6, yang kita kenal sekarang dengan Counter Strike: Global Offensive. Tim XCN yang paling aktif saat ini adalah mereka yang bermain Cross Fire, game MMOFPS asal Korea Selatan yang dipegang oleh salah satu penerbit lokal.



“Sebelumnya kita punya beberapa divisi seperti League of Legends dan DOTA pertama. DOTA menjadi salah satu tim yang menuai prestasi cukup banyak selain Counter Strike 1.6,” ujar Devin yang akrab disapa dalam dunia game dengan ID Tea.

Tim XCN divisi Cross Fire masih terbilang muda. Mereka pertama kali mengikuti  kompetisi internasional dalam ajang Cross Fire Stars dua tahun silam di Tiongkok. Setelah itu, mereka menjadi tim yang cukup diperhitungkan setelah hadir dalam perhelatan internasional World Cyber Game dua tahun berturut-turut.

Di tahun 2015, mereka pun memiliki target tersendiri. “Tahun ini sih rencananya kan nanti ada Cross Fire Season 4, itu perkiraannya di bulan Desember. Kita rencananya akan punya tempat laithan sendiri biar benar-benar fokus,” kata Yudi  “KurN”.



Tim XCN sendiri mendapat dukungan dari Gamer Village, e-sports arena yang berlokasi di Mangga Dua Square, Jakarta Pusat. Mereka mendapatkan tempat untuk latihan yang biasanya dilakukan pada hari Sabtu. Di sisi lain, mereka juga merasa bahwa saat ini mulai banyak sekali tim Cross Fire yang berpotensi, sehingga mereka bisa saja “terguling” seandainya lengah.

Tim XCN divisi Cross Fire memiliki anggota yang masing-masing memiliki pekerjaan lain. Ada juga yang saat ini masih menginjak bangku sekolah. 

“Si Samuel umur 16, masih SMA,” kata Yudi.

Terkait hobi yang menjadi pekerjaan ini, mereka menyatakan bahwa kegiatan utama, seperti sekolah dan bekerja tidak akan terganggu.



E-sports memang sudah menjadi cabang olah raga yang diakui pemerintah, tetapi XCN sendiri mengakui mereka belum dirangkul oleh IeSPA.

“Jujur aja sih, kalau enggak disebut IeSPA, mungkin kita akan lupa. Kita enggak pernah tahu mereka mau ngapain,” kata Devin. “Kita yang menjadi pemain gamenya aja enggak bisa “ngelihat” IeSPA. Kita kan juga enggak tahu visi misi dan segala macemnya.”

XCN adalah tim gamer profesional yang tanpa sadar menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi internasional. Karena itu, mereka berharap pemerintah bisa merangkul semua komunitas atau tim gamer profesional yang secara langsung atau tidak langsung sudah berjasa membawa nama Indonesia di luar negeri.


(ABE)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

1 day Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.