Kardus Imajinasi

Kardus Imajinasi dan Suka Duka Jadi Kreator Game di Indonesia

Riandanu Madi Utomo    •    Sabtu, 22 Jul 2017 00:05 WIB
gamestech and life
Kardus Imajinasi dan Suka Duka Jadi Kreator Game di Indonesia
Kreator game Tebak Gambar, Irwanto Widyarti (foto: Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Memainkan game memang menyenangkan, namun membuat game merupakan sebuah kegiatan yang sangat menantang.

Dalam membuat game komersial, ide kreatif bukanlah satu-satunya hal yang dibutuhkan. Sebuah tim developer game juga membutuhkan orang yang mampu menterjemahkan ide tersebut dalam sebuah kode program serta menghiasnya dengan tampilan yang menarik. Bisa dikatakan game merupakan produk kreatif yang paling kompleks.

Semua itu sudah dialami oleh kreator game Tebak Gambar, Irwanto Widyarti. Pria lulusan Universitas Bina Nusantara ini juga merupakan pendiri salah satu studio game lokal yang paling sukses. Kesuksesan tersebut tentu saja tidak diraih secara sesaat. Namun, Irwanto bisa dikatakan berhasil mengembangkan kesempatan yang ada menjadi aset yang sangat berharga.

Tebak Gambar memang bukan game "hardcore" dengan grafis kelas atas. Game ini bisa dibilang memiliki mekanis dan tampilan sederhana. Lantas bagaimana caranya game ini bisa menempati posisi teratas sebagai game puzzle di Google Play Store Indonesia selama tiga tahun berturut-turut? Komunikasi dengan pemain ternyata merupakan kunci keberhasilannya.

"Kita selalu jaga komunikasi dengan player. Bahkan banyak banget player yang sering curhat ke kita dan itu semua selalu kita balas," ujar Irwanto. "Kebanyakan player kita itu anak-anak. Kadang mereka meminjam gadget orang tuanya untuk bermain. Mereka semua suka berkomunikasi dengan kami."



Irwanto memang selalu meluangkan waktunya untuk berkomunikasi dengan para pemain Tebak Gambar. Menurutnya hal tersebut sangat penting untuk menjaga loyalitas pemain, sebab Tebak Gambar merupakan salah satu game lokal yang masih terus dikembangkan hingga saat ini.

Tebak Gambar juuga berawal dari ide sederhana. Game tersebut merupakan proyek skripsi Irwanto saat menempuh pendidikan di universitas. Saat itu, Irwanto ingin membuat portofolio yang berkualitas agar menjadi bekal untuk terjunn ke industri IT. Masalahnya, Irwanto hanya bisa membuat program namun tidak bisa mennggambar.

Karena teman dari jurusan desainnya berhalangan untuk diajak bekerjasama, Irwanto pun memburu desainer dari luar kampusnya. Akhirnya ia menemukan rekan pertamanya di Kaskus dan game Tebak Gambar versi pertama berhasil diselesaikan. Melihat adanya peluang, Irwanto dan rekannya tersebut memutuskann untuk membuat sebuah studio game bernama Kardus Imajinasi.

"Nama Kardus Imajinasi memang punya arti sendiri. Kita ingin membentuk sebuah studio yang bisa mennjadi wadah kreativitas dan imajinasi. Namanya juga sengaja menggunakan Bahasa Indonesia biar terlihat berbeda," lanjut Irwanto.



Mengelola sebuah studio game ternyata tidak semudah yang dibayangkan, meski masih belum merupakan studio besar. Irwanto mengaku sudah beberapa kali berhadapan dengan berbagai pihak yang "mencuri" berbagai aspek dari Tebak Gambar, mulai dari mekanisme permainan, hingga aset yang digunakan.

Itulah salah satu alasan mengapa Irwannto juga mendaftarkan hak cipta untuk game Tebak Gambar. Tidak hanya pernah dicontek oleh developer game lain, aset gamenya bahkan pernah digunakan secara ilegal oleh sebuah perusahaan makanan.

"Yang saya sesalkan dari orang Indonesia adalah kurangnya sikap dalam menghargai hak cipta. Padahal hal tersebut sangat penting jika industri kreatif ingin berkembang," jelas Irwanto.

Meski demikian, ia mengatakan pemerintah saat ini sudah semakin peduli dengan para pelaku di industri kreatif. Irwanto mengatakan pemerintah saat ini sudah cukup sering mengadakan program yang bisa mengangkat nama developer lokal. Namun sinergi antara gamer dan developer dikatakan masih lemah.

Di beberapa kasus, Irwanto mengeluhkan pemain yang suka memberikan ulasan sangat "nyeleneh" ke Tebak Gambar. Ulasan tersebut dikatakan cukup berpengaruh terhadap rating gamenya tersebut.



"Ada pemain yang bilang tidak bisa mengunduh Tebak Gambar dari ponselnya karena memorinnya penuh, dan dia memberi nilai sangat buruk di Google Play Store. Kan keterlaluan juga."

Namun, semua itu memang harus tetap dijalani, karena hal tersebutlah yang menjadi tantangan developer game di Indonesia. Irwanto juga terus mengembangkan Tebak Gambar dan baru-baru ini ia juga merilis sebuah game baru. Ia juga memiliki cukup banyak prioritas, salah satunya adalah memasarkan game barunya yaitu DET: Solve The Mytsery ke kancah internasional.

"Sekarang lagi fokus untuk menterjemahkan DET: Solve The Mystery ke berbagai bahasa karena kami ingin game ini jadi dikenal di mancanegara," ujar Irwanto dengan semangat.


(MMI)

Video /