Qlapa.com

Kembangkan Industri Kerajinan Tangan via Digital

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 28 Apr 2016 09:30 WIB
tech and life
Kembangkan Industri Kerajinan Tangan via Digital
Benny Fajarai, CEO dan Founder Qlapa.com.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerajinan tangan merupakan salah satu bidang usaha yang telah ada di Indonesia sejak lama. Bidang usaha ini menjadi salah satu mata pencaharian utama di sejumlah wilayah di Indonesia.
 
Pertumbuhan teknologi yang tengah pesat, terlebih dengan kehadiran internet, belum merambah industri ini di Indonesia. Jika sudah, masih banyak pelaku industri ini yang belum memahami cara memanfaatkan teknologi untuk membantu mempromosikan produk mereka.
 
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Benny Fajarai, CEO dan Founder Qlapa.com, untuk menciptakan marketplace untuk kerajinan tangan. Benny menyebut, ide menciptakan Qlapa.com muncul saat ia berkunjung ke pulau Bali, dan menemukan kerajinan tangan buatan pengusaha lokal yang banyak diminati oleh wisatawan asing.

Ide ini kemudian dikembangkannya dengan dukungan riset industri kerajinan Indonesia. Berdasarkan risetnya, Benny menjelaskan industri ini memiliki pasar dan peluang yang besar, namun belum dieksplorasi dengan lebih besar. Benny menyebut, selain membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah Indonesia, industri ini juga perlu digerakan oleh anak muda, yang menjadi alasan kehadiran Qlapa.com.
 
"Dukungan dari pemerintahnya sudah ada, tapi dari anak mudanya juga harus bergerak, akhirnya kita bikin Qlapa."
 
Fokus memasarkan hasil kerajinan tangan menjadi pembeda utama Qlapa.com dengan marketplace lainnya. Qlapa.com menjual berbagai hasil kerajinan tangan dari seluruh Indonesia, dari aksesori, baju batik, tas etnik, sepatu, furniture, dan sebagainya.


 
Benny menyebut, perbedaan lain yang dimiliki Qlapa.com dari marketplace lainnya adalah produk yang ditawarkannya juga dapat dikustomisasi sehingga lebih unik, dengan jumlah variasi besar dan dapat pesan melalui pre-order.

Selain keunikan produknya, harga yang ditawarkan Qlapa.com diklaim Benny lebih terjangkau, karena langsung dipesan dan dibeli dari pengrajinnya. Harga produk yang ditawarkan Qlapa.com bervariasi, berkisar dari Rp2.000 hingga belasan juta rupiah.
 
Selain melalui pendaftaran di situs, Qlapa.com juga merekrut penjual yang sudah memiliki akun di media sosial, seperti Instagram, ataupun situs mereka sendiri. Benny juga menyebut, Qlapa.com memiliki tim khusus di beberapa wilayah, seperti Cirebon, Yogyakarta, dan Bali, untuk mencari dan merekrut pengrajin bergabung ke marketplace ini.
 
Kemudahan juga dihadirkan Qlapa.com kepada penjual dengan turun tangan langsung mengurusi pembayaran antara penjual dan pembeli. Hal ini juga ditujukan untuk menghindari kasus penipuan yang acap kali terjadi di ranah marketplace atau e-commerce.
 
"Penipuan (bisa terjadi) kalau penjual berhubungan langsung dengan pembeli. Untuk saat ini semuanya lewat kita, jadi tidak ada kasus seperti itu."

Hingga saat ini, Benny menyebut lebih terfokus dalam memanfaatkan media online untuk mempromosikan situsnya, seperti melalui iklan di Facebook dan di Google. Meski demikian, Qlapa.com juga pernah mengikuti beberapa acara yang diadakan pihak lain untuk mempromosikan situsnya, serta membagikan brosur di lokasi strategis.
 
Disinggung soal dukungan dari pemerintah, Benny menyebut saat ini baru berdiskusi dengan pihak pemerintah. Namun, meskipun belum memiliki program konkrit bersama dengan pemerintah, Benny mengungkap beberapa pihak pemerintahan seperti Bogor dan DKI, telah memanfaatkan Qlapa.com untuk memasarkan hasil kerajinan tangan organisasi yang dinaunginya.


 
Sementara itu, saat ditanya terkait ambisinya untuk Qlapa.com, pria yang juga menjadi salah satu pendiri situs Kreavi.com ini menyebut, ingin memenangkan pasar lokal terlebih dahulu, dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang. Serta dapat merambah pasar internasional dengan melakukan export produk pada tahun ke empat.
 
Untuk saat ini, Qlapa.com telah bekerja sama dengan beberapa pihak logistik, seperti JNE, Tiki, Pos Indonesia dan IPX. Kerja sama ini hadir dalam bentuk API, yang disebut Benny memudahkan Qlapa.com dalam melacak proses pengiriman produk yang ditawarkannya.
 
Mengajak penjual yang masih belum memahami manfaat teknologi, disebut Benny menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya dalam membesarkan Qlapa.com. Menurutnya sebagian besar pengrajin masih cukup tradisional dan belum mengenal teknologi, serta tidak memiliki perangkat pendukung.

Karenanya, Qlapa.com memiliki tim khusus berisi 8 anggota, selain untuk mengajak, juga mengedukasi penjual, melalui telepon ataupun berkunjung langsung ke lokasi penjual.
 
Pertumbuhan ranah e-commerce yang tengah pesat, diakui Benny, tidak membuatnya gentar. Menurutnya, hingga saat ini, belum ada marketplace ataupun e-commerce yang dapat disebut sebagai pesaing langsung Qlapa.com.
 
"Tapi untuk persaingan tidak langsungnya banyak. Karena ada beberapa toko fisik yang juga nawarin produk kerajinan tangan."
 
Qlapa.com disebut Benny, berdiri atas dukungan tiga investor yang sudah berinvestasi sejak awal pendiriannya. Beny juga mengaku mencari investasi tergolong sulit, meski bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

Benny juga berbagi kiatnya untuk pada startup baru untuk meraih perhatian investor. Menurutnya, ada tiga faktor utama yang perlu dimiliki startup untuk dapat memperoleh investasi, yaitu model bisnis yang jelas, founder dan tim yang kompeten, serta peluang besar yang dimiliki bisnis yang akan dibangun.
 
"Selama punya ketiga hal itu, ga susah. Intinya, pangsa pasarnya besar, ada permintaan, pendirinya bagus, produknya bagus."
 


(MMI)

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3
Review Smartphone

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3

3 days Ago

Sama seperti ponsel Oppo sebelumnya, F3 mengunggulkan kamera depan. Ponsel ini dilengkapi denga…

BERITA LAINNYA
Video /