Kecipir.com

Mendukung Kemajuan Pertanian Organik via Teknologi

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 13 Jun 2016 09:00 WIB
tech and life
Mendukung Kemajuan Pertanian Organik via Teknologi
Tantyo Bangun, CEO & Co-Founder Kecipir.com.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertanian telah menjadi salah satu mata pencaharian utama di Indonesia sejak dahulu. Bahkan Indonesia sempat dikenal masyarakat dunia berkat hasil pertanian dan perkebunannya.

Sementara itu, saat ini, industri teknologi seperti tengah menjadi primadona di dunia, terlihat dengan semakin banyak perusahaan yang mengarah ke digitalisasi. dan perombahan yang terkait dengan pemanfaatan teknologi. Sayangnya, perkembangan teknologi yang dinilai menguntungkan berbagai sektor seolah masih belum memiliki dampak besar pada bidang ini.



Tantyo Bangun ingin membawa serta manfaat perkembangan teknologi tersebut melalui situs e-commerce yang didirikannya bersama beberapa rekan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu petani untuk mendapatkan hasil dari penjualan produk berupa sayuran atau hasil ternak, yang lebih tinggi.

Ide pendirian situs e-commerce khusus sayuran dan hasil ternak organik, Kecipir.com, didapatkan saat Tantyo dan rekan mengikuti program yang diadakan salah satu perusahaan pengolah bahan bakar dunia.

Melalui program tersebut, Tantyo menemukan bahwa sebagian besar petani dan peternak tidak mendapatkan hasil pendapatan yang sepadan dengan harga yang ditawarkan kepada konsumen. Menurutnya, pendapatan petani jauh lebih kecil dibandingkan dengan harga yang dibayarkan konsumen.



Selain itu, Tantyo melihat kesempatan yang dimiliki oleh pertanian organik, setelah melihat keberhasilan yang dicapai oleh pertanian tersebut di beberapa wilayah yang dinaungi oleh program perusahaan bahan bakar tersebut. Hal ini turut menjadi pendorong pendirian situs tersebut.

"Kami melihat terjadi penurunan jumlah petani organik dari tahun 2010. Dan dari riset yang kami lakukan dari penelitian universitas, banyak jadi petani organik yang tidak ada akses pasar lalu balik lagi. Ada NGO yang kasih funding, tapi begitu funding habis, balik lagi. Dan itu sudah seperti lingkaran setan."

Tidak seperti e-commerce lain yang menawarkan produk yang dapat dibuat saat dibutuhkan, produk yang ditawarkan situs ini bergantung pada kecermatan dan keahlian petani dalam memperkirakan kondisi dan cuaca yang mungkin akan dialami lahan pertanian mereka, sehingga dapat menghasilkan panen tepat waktu dan jumlah.



Namun, kecermatan dan keahlian petani tersebut turut menjadi tantangan bagi Tantyo dan rekan dalam menjalankan situsnya. Tidak jarang petani yang belum memahami cara pengelolaan yang baik membatalkan pemesanan sayuran pelanggan situs ini, akibat belum tersedianya hasil panen yang dijanjikannya.

Disinggung soal monetisasi dan inventasi, untuk saat ini Tantyo mengaku masih terfokus dalam memperbesar pangsa pasar untuk pertanian organik terlebih dahulu, dengan memanfaatkan kocek masing-masing co-founder. Setelah hal tersebut tercapai, barulah Tantyo dan rekan akan terfokus untuk mencari investor.

Selain itu, melalui situs e-commerce tersebut, Tantyo dan rekan tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi petani dan peternak organik untuk memasarkan produk langsung kepada konsumen dengan harga yang lebih baik dibandingkan melalui perantara atau tengkulak, juga membantu konsumen mendapatkan produk dengan harga lebih terjangkau.



Hanya memasarkan produk pertanian dan peternakan organik, jelas Tantyo, untuk mengurangi pergesekan yang mungkin akan terjadi dengan pihak ketiga seperti tengkulak. Selain itu, menurutnya pria yang sempat bekerja sebagai sutradara ini juga menyebut, pemilihan fokus kepada pertanian organik, juga didasarkan oleh penelitian yang menyebut makanan bebas bahan kimia berperan besar dalam menjaga kesehatan manusia.

Pasar pertanian organik juga dinilainya memiliki potensi besar, sebab semakin banyak masyarakat yang menjadikan konsumsi sayur organik sebaga gaya hidup sehat. Hal ini turut membantu misi Tantyo untuk kembali mempopulerkan pertanian sebagai mata pencaharian yang kini mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Menurutnya, banyak anak muda saat ini yang lebih memilih untuk pindah ke kota besar demi mendapatkan penghidupan lebih baik, akibat semakin sulit mendapatkan pendapatan yang menguntungkan sebagai petani, terutama sebagai petani organik.



"Kami berharap, melalui kesempatan mendapatkan penghasilan lebih baik dan berkelanjutan yang coba kami bantu, semakin banyak anak muda yang kembali berminat untuk jadi petani, dan berpikir bahwa bertani itu keren."

Perkembangan teknologi yang dimanfaatkannya dalam membangun wadah ini, dinilai pria yang juga berprofesi sebagai fotografer di salah satu media internasional ini, juga mendorong petani untuk lebih memiliki pengetahuan lebih baik dalam memahami cara pengelolaan panen yang baik sehingga dapat menguntungkan mereka.

Dengan memiliki pengetahuan yang dapat dimanfaatkan di bidang pertanian organik juga dinilai Tantyo dapat mendorong kemajuan desa. Melalui pengetahuan di bidang pertanian organik, petani akan dapat memanfaatkan lahan yang kini semakin terbatas untuk dapat menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan.


(MMI)

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan
Review Keyboard

Corsair K63, Keyboard Mekanis Murah Bukan Murahan

6 days Ago

Corsair K63 merupakan salah satu keyboard gaming paling menarik di tahun ini. 

BERITA LAINNYA
Video /