Saat Steve Jobs Alergi Dengan Teknologi

Fitra Iskandar    •    Jumat, 12 Sep 2014 16:53 WIB
apple
Saat Steve Jobs Alergi Dengan Teknologi
ilustrasi.(foto:ist)

Metrotvnews.com, New York: Teknologi seperti pisau bermata dua. Pendiri Apple, Steve Jobs sepertinya paham betul konsekuensi tersebut. Dia kurang suka anak-anaknya terlalu intim dengan perangkat canggih.

Pada 2010, Steve Jobs pernah diwawancarai wartawan Amerika, Nick Bilton. Dalam kesempatan itu, Steve Jobs mengeluarkan pernyataan di luar dugaan.
 
"Jadi, anak-anak mu pasti begitu suka dengan iPad?" tanya wartawan tersebut.

Pertanyaan itu sebenarnya hanya untuk selingan. Bilton ingin mengganti topik pembicaraan menjadi lebih ringan. Namun, jawaban Jobs, mengungkap fakta yang justru sangat menarik. "Mereka (anak-anak) enggak pakai. Kami membatasi anak-anak kami dalam penggunaan teknologi di rumah," ujar Steve Jobs.

Bilton bertanya itu karena, mungkin seperti kebanyakan orang, dia menyangka rumah Steve Jobs akan seperti 'surga teknologi'. Mungkin akan ada meja makan, yang terkoneksi dengan iPads dan iPods, bisa menyajikan coklat di atas bantal untuk tamu. Atau juga dinding rumahnya adalah layar sentuh raksasa. Bayangan itu, ternyata meleset.

"Tidak. Tuan Jobs mengatakan. Hal itu sama sekali tidak mendekati," cerita Bilton, menirukan ucapan Jobs.

Ternyata, bukan hanya Steve Jobs yang tidak mau membiarkan anak-anak hidup dengan menenenteng alat canggih kemana-mana. Sejumlah bos perusahaan teknologi mengatakan hal yang sama: Mereka membatasi anak-anak dari menyentuh-nyentuh gadget, bahkan saat akhir pekan.

Chief Executive 3D Robotics, pembuat drone, Chris Anderson bercerita bahwa ia juga begitu mengontrol penggunaan gadget di rumah, terutama untuk anak-anak.

"Anak-anak saya menuduh saya dan istri berlaku fasis, dan terlalu khawatir terhadap teknologi. Mereka juga bilang tidak ada satu pun orangtua dari teman-teman mereka di sekolah yang berlaku seperti kami." Kemudian Anderson mengatakan. "Itu karena kami melihat bahaya teknologi. Saya sudah melihatnya sendiri, dan saya tidak ingin anak-anak saya jadi korban," ujarnya.

Anderson mengatakan bahaya itu termasuk soal konten-konten ilegal seperti pornografi, bully, kekerasan, dan mungkin yang lebih parah menjadi adiksi terhadap alat-alat mereka, seperti orangtua mereka.

Chief Executive OutCast Agency Alex Constantinople, juga keras soal gadget untuk anak-anaknya. Bos di perusahaan yang fokus dalam bidang teknologi komunikasi dan pemasaran itu mengaku bahwa ia tidak pernah mengizinkan anaknya yang berusia lima tahun untuk pakai gadget. Kedua kakaknya, yang berusia 10 dan 13 tahun hanya boleh memegangnya 30 menit sehari di saat sekolah malam.

***

Mungkin yang perlu disadari adalah menempatkan segala hal dengan proporsional. Pertimbangannya macam-macam yang bisa jadi acuan. Yang paling utama tentu berdasarkan kebutuhan dan perkembangan mental anak.

Bilton menyebut anak usia di bawah 10 tahun lebih mudah rentan menjadi pecandu gadget. Para orangtua bisa sama sekali melarang mereka untuk bersentuhan dengan gadget. Di akhir pekan, mereka hanya dibolehkan bermain ponsel pintar selama 30 menit. Sementara anak usia 10-14 tahun diperbolehkan mengakses komputer di saat sekolah malam, tetapi hanya untuk mengerjakan PR. Ini lebih moderat.

"Kami harus ketat melarang gadget kepada anak-anak kami," kata Lesley Gold. Lesley adalah pendiri dan chief executive SutherlandGold Group, perusahaan teknologi media dan analisis."Tetapi kita harus membolehkan mereka saat mereka beranjak dewasa dan butuh komputer untuk sekolah," katanya lagi.

Menurut Bilton lagi, sejumlah orangtua yang tidak bekerja di bidang teknologi membolehkan anak berusia delapan tahun memiliki ponsel cerdas. Namun, banyak mereka yang bekerja di bidang teknologi justru baru mengizinkan anak-anak mereka bermain ponsel cerdas pada usia 14 tahun. Itu juga sebatas bisa mengirim teks dan telepon. Mereka tidak diberi fasilitas data hingga mereka berusia 16 tahun.

"Tetapi ada satu peraturan yang diterapkan secara universal oleh para orangtua yang saya survei. Peraturan nomor satu: tidak boleh ada gadget saat waktu tidur," terang Bilton.

Sejumlah orangtua membuat larangan berdasarkan waktu. Sebagian berdasarkan kebutuhan; apa yang dilakukan anak-anak mereka dengan gadget mereka.

Ali Partovi, pendiri iLike dan konsultan Facbook, Dropbox dan Zappos, menganggap harus ada perbedaan kuat antara waktu "konsumtif" seperti menonton YouTube atau bermain video games, dengan menghabiskan waktu "produktif" di depan layar.

"Saya tidak bermimpi untuk membatasi seberapa lama seorang anak menghabiskan waktunya dengan aplikasi menggambar, main piano atau menulis. Saya kira absurd bila kita membatasi waktu mereka untuk berkreasi dengan aplikasi seni, menyunting video, atau programming," kata Ali.

Mana yang perlu diikuti, memang subjektif. Dick Costolo, chief executive Twitter punya penilaian lain. Dia menganggap pelarangan-pelarangan hanya akan membawa dampak sebaliknya, yang justru tidak diinginkan. Di masa datang, anak yang terlalu banyak dilarang-larang menggunakan gadget, akan menjadi 'monster digital', katanya.



"Ketika saya di universitas Michigan, ada teman yang tinggal di seberang kamar saya, dan dia punya begitu banyak kardus-kardus coca-cola dan minuman soda lain di kamarnya. Saya akhirnya mengetahui bahwa itu karena orangtuanya tidak pernah mengizinkannya untuk minum soda ketika ia kecil," cerita Costolo.

Lalu bagaimana sebenarnya yang dilakukan anak-anak Steve Jobs di rumah, sementara mereka tidak boleh menyentuh gadget yang ia ciptakan? karena hal itu tidak pernah ditanyakan, Bilton kemudian coba mencari tahu kepada Walter Isaacson, penulis buku "Steve Jobs".

Isaacson telah banyak menghabiskan waktu di rumah Steve Jobs, sebelum sang pendiri Apple meninggal pada 2011.

"Setiap malam Steve mengajak keluarga makan malam di meja besar di dapur mereka, mendiskusikan buku, dan sejarah dan berbagai hal. Tidak ada seorang pun yang mengalihkan perhatian kepada iPad atau komputer. Anak-anak itu seperti tidak kecanduan sama sekali terhadap alat-alat itu," kisah  Isaacson.(nytimes)


(FIT)

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3
Review Smartphone

Menjajal Kemampuan Ponsel 2 Kamera Depan Oppo F3

2 days Ago

Sama seperti ponsel Oppo sebelumnya, F3 mengunggulkan kamera depan. Ponsel ini dilengkapi denga…

BERITA LAINNYA
Video /