Bukalapak, E-Commerce yang Siap Gandeng UKM Tanah Air

Mohammad Mamduh    •    Jumat, 26 Dec 2014 17:35 WIB
bukalapak
Bukalapak, E-Commerce yang Siap Gandeng UKM Tanah Air

Metrotvnews.com: Membicarakan e-commerce artinya membicarakan perdagangan yang dilakukan melalui internet. Sebagian pelaku e-commerce yang terkenal di Indonesia saat ini adalah milik asing. Namun, bukan berarti sumber daya lokal tidak memiliki keberanian untuk unjuk gigi di tanah sendiri. Ada satu pelaku e-commerce yang saat ini terus menanjak, dan siap menjadi pesaing para pelaku utama yang menanamkan investasinya di Indonesia. Itulah Bukalapak.com.

Bukalapak.com adalah situs jual beli online yang didirikan oleh Achmad Zacky pada tahun 2010. Saat itu, orang-orang mungkin hanya mengetahui bahwa situs jual beli biasanya hanya hadir di forum-forum ternama, salah satunya adalah Kaskus. Transaksi dalam forum jual beli saat itu masih memiliki tingkat keamanan yang rendah. Banyak sekali kasus penipuan yang terjadi, dan Zacky pun pernah mengalaminya. Ia memutuskan untuk mendirikan Bukalapak dengan pertimbangan di Indonesia belum ada situs jual beli yang menonjol, sementara peluang e-commerce di Indonesia sangat besar.



“Saat itu, market-nya masih sangat kecil karena jual beli online itu sangat menakutkan. Banyak kasus penipuan yang terjadi, termasuk saya juga pernah mengalaminya.” jelas Zacky ketika kami mewawancarainya.

Waktu itu, memang tidak mudah mendirikan sebuah start-up, termasuk Bukalapak. Salah satu alasannya adalah karena Zacky memiliki usaha utama lainnya, yang secara otomatis memecah konsentrasinya. Kesulitan berikutnya adalah saat bertemu dengan beberapa calon investor untuk presentasi mengenai Bukalapak. Para calon investor ini menganggap bahwa konsep yang ia tawarkan tidak berbeda dengan Kaskus, sehingga berakhir pada penolakan untuk menanamkan modalnya. Bukalapak pun merasakan masa awal yang cukup sulit.



Namun, perlahan tapi pasti, Bukalapak.com berkembang menjadi situs jual beli dengan prospek yang cerah. Potensi ini membuat Zacky meninggalkan pekerjaan lain dan memutuskan untuk fokus mengembangkan Bukalapak. Berbeda dengan pesaingnya, Bukalapak menargetkan para UKM yang selama ini berjualan dengan cara yang konvensional.

Ia memiliki visi untuk memberanikan para UKM yang selama ini berjualan dengan cara tradisional seperti door to door, untuk memperluas pangsa pasar mereka. Bukan tidak mungkin jika produk yang mereka tawarkan bisa dibeli di seluruh Indonesia, hanya dengan memanfaatkan internet.

“Kita ingin UKM di Indonesia mempunyai akses market yang nasional, dan mereka juga bisa feel empowered. Dengan sebuah alat, mereka bisa semangat jualan, dan biasanya kalau sudah sukses, mereka akan menularkannya pada orang lain. Tugas Bukalapak adalah menyediakan teknologi atau tools yang bikin mereka maju.” tambahnya.

Saat ini, Bukalapak telah memiliki 150.000 pengguna, dan jumlah ini akan terus bertambah. Zacky juga menargetkan bahwa pada tahun 2015, total jumlah pengguna situs jual beli online lokal ini bisa mencapai 300.000. Bukan sekadar optimis, Zacky melihat potensi yang besar dari UKM karena terdapat sekitar 50 juta jiwa di Indonesia yang menjalankan bisnis UKM.



“Bayangin aja, itu pelaku UKM ada sekitar 50an juta, kita aja cuma megang ratusan ribu. Banyak sekali dari mereka yang masih menggunakan cara tradisional.” tambahnya. Untuk mendekatkan diri dengan UKM, Bukalapak juga menyediakan forum sebagai wadah untuk bertukar pikiran, ditambah dengan aktivitas akbar seperti kopi darat.

Bagaimana dengan keamanan bertransaksi? Tidak seperti pesaingnya, Bukalapak memiliki sistem pembayaran yang aman. Setiap pembeli terlebih dahulu harus transfer uangnya ke Bukalapak, kemudian penjual baru mengirimkan produknya. Setelah produk sampai di tangan konsumen, sang konsumen mengkonfirmasi ke Bukalapak bahwa barang sudah sampai, sehingga Bukalapak bisa mengirimkan uang tadi ke si penjual. Tidak perlu khawatir dengan waktu karena proses transaksi ini berlangsung cepat.



Sementara itu, mereka juga mengawasi produk yang dijual di Bukalapak. Dengan kata lain, produk ilegal adalah hal yang tabu untuk dijual di Bukalapak. Tim Bukalapak tidak akan ragu saat menemukan penjual yang memasarkan produk ilegal, termasuk software bajakan dan senjata tajam. Berbicara mengenai kategori produk, Bukalapak juga mempunyai keunggulan di beberapa kategori. Produk yang berkaitan dengan hobi adalah yang paling di cari di situs ini, contoh mudahnya adalah sepeda.

Bukalapak bisa dibilang menjadi pelaku e-commerce asal Tanah Air siap menggeser para pelaku e-commerce lainnya yang berasal dari luar negeri. Mereka sendiri juga menargetkan tahun depan, Bukalapak bisa masuk 20 besar dalam situs Alexa untuk kategori situs Indonesia.
 


(ABE)

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif
Review Mouse

Tt eSPORTS Ventus Z, Eksentrik dan Kompetitif

5 days Ago

Walaupun tidak mirip Level 10M Advanced, Tt eSPORTS Ventus Z adalah mouse┬ájuga mengusung …

BERITA LAINNYA
Video /